Ratusan Guru Ikuti Validasi Perdana, Total 4.877 Tenaga Pendidik Akan Diverifikasi
Eko Setiawan August 04, 2026 11:27 PM

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ratusan guru dan tenaga kependidikan dari dua kecamatan di Kota Batam menjalani proses validasi data secara tatap muka, Selasa (4/8/2026).

Pencocokan data ini menjadi langkah awal pemerintah memastikan data tenaga pendidik tetap akurat sekaligus memetakan kebutuhan guru di setiap sekolah negeri.

Pada hari pertama, validasi diikuti guru dan tenaga kependidikan dari Kecamatan Batam Kota dan Batu Ampar.

Kegiatan berlangsung di Dataran Engku Putri, Batam Centre.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, mengatakan proses validasi akan dilakukan secara bertahap hingga mencakup sekitar 4.000 guru dan tenaga kependidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Batam, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP negeri.

"Jumlahnya sekitar 4.000 lebih guru dan tenaga pendidik. Mulai dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP negeri," ujar Firmansyah, saat ditemui pada Selasa sore.

Ia melanjutkan, pemerintah sengaja memilih mekanisme validasi secara tatap muka agar identitas setiap tenaga pendidik dapat dipastikan sesuai dengan data yang tersimpan di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

"Kalau dilakukan secara manual, kami bisa memastikan data riil sesuai dengan yang terinput di BKPSDM. Kalau dilakukan secara online, dikhawatirkan ada potensi penyalahgunaan data atau muncul ASN siluman seperti yang pernah ditemukan di daerah lain. Validasi ini juga merupakan tindak lanjut arahan dari pemerintah pusat," katanya.

Ia menegaskan, hingga kini belum ditemukan indikasi adanya guru maupun ASN fiktif di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

Meski demikian, validasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi ketidaksesuaian data.

"Sejauh ini belum ada temuan karena memang baru kali ini dilakukan validasi menyeluruh terhadap data tenaga guru di Batam. Jangan sampai ada kasus seperti yang muncul di sejumlah daerah, di mana datanya ada tetapi orangnya tidak ada. Itu yang kami antisipasi melalui proses validasi ini," tambahnya.

Selain memastikan keakuratan data, hasil validasi juga akan menjadi dasar untuk melihat pemerataan tenaga pendidik di sekolah negeri.

Menurut Firmansyah, pemetaan diperlukan karena setiap tahun ada guru yang memasuki masa pensiun sehingga kebutuhan tenaga pendidik terus berubah.

Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, Ditreskrimsus Polda Kepri Gelar Baksos dan Bagikan 500 Bendera untuk Warga

"Pelayanan pendidikan kepada masyarakat tetap harus menjadi prioritas. Karena itu kami ingin melihat betul bagaimana sebaran guru di setiap sekolah. Jangan sampai ada nama yang tercatat, tetapi orangnya tidak ada, baik itu tenaga honorer maupun ASN. Saat ini kami sedang membersihkan dan memperbaiki data tersebut," ucapnya.

Pada pelaksanaan hari pertama, proses validasi sempat diwarnai antrean peserta.

Menurut Firmansyah, kondisi itu terjadi karena banyak guru datang hampir bersamaan untuk menyelesaikan proses verifikasi administrasi.

"Semua ingin cepat menyelesaikan validasi sehingga terjadi penumpukan di meja panitia," katanya.

Firmansyah menambahkan, validasi akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan dari kecamatan lainnya hingga seluruh data sekitar 4.877 guru dan tenaga pendidik di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Batam selesai diverifikasi.

Hasil pencocokan data tersebut selanjutnya akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebutuhan tenaga pendidik, pemerataan penempatan guru, serta kebijakan pendidikan di Kota Batam. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.