Tangis Keluarga Korban KMP Mutiara Sentosa II saat Operasi SAR Ditutup, Ada Bukti Ayah Masih Hilang
Dyan Rekohadi August 04, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Tangis histeris pecah di Posko Terpadu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat keluarga korban kecelakaan KMP Mutiara Sentosa II mendapati nama anggota keluarga mereka tidak tercatat dalam manifes resmi petugas.

Kondisi itu memicu kepedihan mendalam di tengah keputusan Basarnas menghentikan operasi SAR khusus tragedi kebakaran kapal itu.

Keluarga kini berjuang mencari keadilan dan kepastian nasib sanak saudara yang masih hilang di lautan.

Baca juga: Breaking News : Basarnas Nyatakan Seluruh Korban KMP Mutiara Sentosa II Sudah Terevakuasi

 

Tangis Keluarga dan Bukti Rekaman Video Terakhir

Duka mendalam dirasakan keluarga penumpang yang belum menemukan kejelasan nasib kerabatnya.

Salah satunya dirasakan Muhammad Jasuar Bustam (26), warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang datang ke Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Jasura datang bersama ibunya untuk mencari kepastian nasib sang ayah bernama Bustam Sanusi.

Bustam Sanusi atau yang akrab disapa Daeng Nappak diketahui keluarga pergi bersama beberapa rekannya.

Satu orang lain rekan Bustam diketahui berhasil selamat.

Sementara Bustam dan rekannya bernama Andik Herman belum ditemukan.

Kesaksian rekan Bustam dan video kiriman dari atas kapal yang terbakar jadi bukti kuat yang menujukkan Bustam Sanusi benar-benar penumpang KMP Mutiara Sentosa II meski namanya tak masuk daftar manifest.

“Bapak sopir asal Makasar. Sekarang ga ada kabarnya, ga ada namanya (di manifes korban). Terakhir komunikasi hari Minggu, kirim video di kapal,” ungkap Jasuar Bustam, Selasa (4/8/2026).

Jasuar menunjukkan video kiriman ayahnya, yang menunjukkan sang ayah tengah berada di kapal menggunakan pelampung bersama para korban lainnya.

Video itu disebut dikirim melalui whatsapp oleh sang ayah pada pukul 9 pagi, Minggu (2/8/2026).

“Setelah itu saya hubungi kembali 11.47 sudah tidak aktif,” ungkapnya.

Saat 62 korban datang, tetapi mereka tidak menemukan keluarganya.

Bahkan ibunya sempat pingsan sesaat setelah mengetahui nama suaminya tidak ada di daftar korban selamat maupun meninggal.

Baca juga: Daftar Resmi Identitas Korban Meninggal Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II dari Tim DVI Polda Jatim

 

Kesaksian Penyelamatan yang Mencekam 

Saksi selamat menceritakan detik-detik perjuangan korban menyelamatkan diri dari kobaran api.

Di samping keluarga, Hasanudin, teman Jasuar mengatakan, keluarga mendapat cerita dari rekanan yang mengenal Bustam.

Menurut kesaksian itu, Bustam sebenarnya sudah beberapa kali berusaha diselamatkan.

Namun, tidak usaha penyelamatan itu belum berhasil.

Disebut pelampung korban terlepas.

Lalu, keberadaannya tidak diketahui.

“Kalau tadi itu ceritanya berdasarkan temannya. Dia sudah ditolong teman, dinaikan lagi, jatuh lagi, sampai tiga kali. Ceritanya pelampungnya lepas. Hilang. Itu cerita dari temannya yang selamat, kemarin temannya datang,” sebut Hasanudin.

“Ditolong, tapi kan juga anu (menyelamatkan) dirinya sendiri juga. Kan susah juga,” tambahnya.

MENCARI AYAH - Muhammad Jasuar Bustam yang tengah mencari informasi keberadaan sang ayah, Bustam Sanusi, korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2. Kata Jasuar sang ayah sempat mengirimkan video menggunakan pelampung di atas kapal saat peristiwa tersebut terjadi, Minggu (2/8/2026). Foto Nurika
-
MENCARI AYAH - Muhammad Jasuar Bustam yang tengah mencari informasi keberadaan sang ayah, Bustam Sanusi, korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2. Kata Jasuar sang ayah sempat mengirimkan video menggunakan pelampung di atas kapal saat peristiwa tersebut terjadi, Minggu (2/8/2026). Foto Nurika - (Surya.co.id/Nur Ika Anisa)

 

Dugaan Tiket Pengganti

Keluarga telah melaporkan kehilangan Bustam kepada Basarnas.

Selain itu, tim DVI juga telah mengambil sampel DNA sebagai langkah identifikasi apabila nantinya ditemukan korban.

Meski demikian, keluarga mengaku mendapat penjelasan bahwa Bustam tidak tercatat dalam manifes penumpang.

Menurut keluarga, Bustam memang berada di atas kapal, dibuktikan dengan video yang dikirim sebelum komunikasi terputus.

Mereka menduga nama pada tiket yang digunakan bukan atas nama Bustam karena kendaraan yang dibawanya merupakan mobil pengganti.

“Ada video di kapal. Tiketnya tidak sesuai. Mobil yang dipakai mobil pengganti,” ujar Hasanudin.

Selain Bustam Sanusi, keluarga juga masih mencari Andik Herman yang diketahui bekerja sebagai sopir dan berangkat bersama Bustam.

Hingga kini, keberadaan Andik juga belum diketahui.

Keluarga berharap pencarian terhadap korban yang belum ditemukan tetap dilanjutkan meski operasi SAR khusus telah resmi dihentikan.

“Harapan kami pencarian tetap dilakukan karena masih ada korban yang belum ditemukan, termasuk Andik Herman,” pungkasnya.

Baca juga: Pencarian Laut Korban KMP Mutiara Sentosa II Terhalang Gelombang Tinggi, Dialihkan ke Udara

 

Operasi SAR Khusus Diberhentikan Resmi

Untuk diketahui Keputusan penutupan operasi SAR diambil usai petugas mengklaim data penumpang telah cocok.

Sebelumnya Basarnas mengakhiri operasi SAR korban insiden kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II, Selasa (4/8).

Selanjutnya, pencarian dialihkan ke operasi rutin.

Hal itu disampaikan Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Posko Penanganan Penumpang KMP Mutiara Sentosa II di Terminal GSN, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Syafii menjelaskan, keputusan mengakhiri operasi SAR diambil setelah data manifest dan jumlah korban yang terevakuasi dinyatakan telah sinkron, yakni 238 orang, terdiri atas 233 selamat dan 5 meninggal dunia.

"Karena itu, secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR secara khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II secara resmi saya alihkan kepada operasi rutin," tutur Syafii.

Meski berstatus operasi rutin, Basarnas tetap memfokuskan pemantauan di perairan lokasi kebakaran.

Posko pengaduan juga tetap dibuka untuk mengantisipasi laporan adanya korban yang belum ditemukan.

"Kita semuanya berharap tidak sampai ada pengaduan keluarga yang belum ditemukan. Dan andai saja ada pengaduan, kita akan buka operasi lagi untuk melaksanakan pencarian," pungkas Syafii.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.