Pegadaian Ajak Mahasiswa Mampu Kelola Keuangan Sejak Bangku Kuliah, Investasi Emas Solusinya
Kemal Setia Permana August 05, 2026 01:11 AM

TRIBUNJABAR.ID - PT Pegadaian (Persero) memperkuat edukasi literasi keuangan di kalangan mahasiswa.

Hal ini dilakukan melalui kegiatan talkshow bertajuk Financial Literacy on The Way – Finansial Mandiri Dimulai Hari Ini yang digelar di Kampus ITB, Selasa (4/8/2026).

Dalam kesempatan ini, Pegadaian mengajak mahasiswa ITB untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini.

Hal ini dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya melalui investasi emas sebagai instrumen yang aman, mudah, dan terjangkau.

Sales Business to Business Senior PT Pegadaian (Persero) Area Tasikmalaya, Muhammad Razhi, mengatakan bahwa program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat di tengah meningkatnya risiko penyalahgunaan layanan keuangan digital, seperti judi online dan pinjaman online ilegal.

"Mahasiswa merupakan kelompok usia yang masih berada dalam fase pencarian jati diri sehingga kerap belum memikirkan perencanaan keuangan untuk masa depan," ujar Razhi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Menurut Razhi,  kebanyakan mahasiswa memiliki kebiasaan yang masih labil di mana mereka masih dalam proses pencarian jati diri sehingga belum memikirkan masa depan mereka 

"Edukasi literasi keuangan penting diberikan sejak kuliah agar mahasiswa memiliki bekal dalam mengelola keuangan setelah lulus dan tidak mudah terjebak praktik keuangan ilegal," 

“Dengan memberikan edukasi ini, kami berharap mahasiswa mampu mengelola keuangan dengan baik ketika lulus nanti serta terhindar dari judi online maupun pinjaman online ilegal,” tutur Razhi.

Pegadaian pun secara konsisten menjalankan program Gerakan Cerdas Keuangan Nasional (Gencarkan) yang menyasar berbagai kalangan, tidak hanya di perguruan tinggi, tetapi juga masyarakat di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T). Program tersebut berlangsung hingga akhir 2026 di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pegadaian juga mengenalkan investasi emas sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman dan mudah diakses. Mahasiswa diperkenalkan pada mekanisme investasi emas yang sederhana, mulai dari membeli, menyimpan dalam jangka waktu tertentu, hingga menjualnya saat harga meningkat.

Di tempat yang sama, Asisten Manajer Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Jawa Barat, Friska Magdalena, mengingatkan mahasiswa agar semakin bijak mengelola keuangan di era digital. 

Friska menyebut kemudahan akses teknologi dan layanan keuangan digital harus diimbangi dengan kemampuan mengelola risiko.

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO), Fear of Other People’s Opinion (FOPO), dan You Only Live Once (YOLO), juga turut disorot karena dinilai mendorong perilaku konsumtif di kalangan generasi muda. 

“Fenomena-fenomena ini mendorong seseorang melakukan impulsive buying atau pembelian secara impulsif,” ujar Friska.

"Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan sekitarnya sehingga masyarakat semakin terlindungi dari berbagai risiko keuangan digital," kata Friska. (*)    

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.