Permainan Angklung Murid SDTK Meriahkan Semarak Budaya Guyub Seni Jepara
M Syofri Kurniawan August 05, 2026 06:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Semarak Budaya Guyub Seni kembali digelar di Kota Ukir tahun ini dengan menampilkan berbagai penampilan kesenian daerah.

Dalam kegiatan itu, ditampilakn pertunjukan tari hingga berbagai alat musik tradisional.

Penampilan 45 murid Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK) Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, menjadi pusat perhatian pada Semarak Budaya Guyub Seni Jepara di GOR Balai Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Minggu (2/8/2026).

Para murid kelas 1 hingga kelas 6 itu tampil cekatan memainkan alat musik angklung di atas panggung.

Grup seni musik cilik tersebut diberi nama Terang Dunia.

Sebuah pengharapan baru dengan membawa misi perubahan dan memberikan warna pada dunia pendidikan lewat kesenian musik tradisional.

Sejak usia dini, murid SDTK Jepara dikenalkan dan diajarkan tentang keterampilan seni musik tradisional. Pelatih Angklung SDTK Terang Dunia,

Suprianto mengatakan, grup musisi cilik binaannya berdiri tujuh tahun lalu untuk mengakomodasi semua murid dari kelas 1 sampai kelas 6.

Jumlah peserta dalam satu grup selalu berubah-ubah dalam setiap tahun, bergantung pada jumlah murid yang lulus dan murid baru.

Saat ini, lanjut dia, alat musik angklung dinilai cocok untuk mengkomodasi semua murid.

Semua murid berhak menjadi bagian dari setiap pentas angklung Terang Dunia.

"Kalau kita ambil seperti group band, tidak bisa mengakomodasi semuanya. Akhirnya angklunglah yang kami ambil, alat musik angklungnya kami sesuaikan dengan jumlah peserta. Kebetulan tahun ini ada 45 peserta," terang Suprianto kepada Tribun Jateng, Selasa (4/8/2026).

Suprianto menyampaikan, saat ini Terang Dunia disulap menjadi wadah anak-anak belajar kesenian dan kebudayaan.

Angklung dinilai sebagai alat musik yang pas untuk belajar anak.

Bagian dari salah satu alat musik tradisional yang memiliki nilai dari sisi budaya dan kearifan lokal.

Terang Dunia berlatih setiap ada event, mulai dari kegiatan sekolah, masyarakat, juga kegiatan-kegiatan lain di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Mereka mengoptimalkan waktu yang ada untuk fokus belajar tembang yang akan dibawakan di setiap kegiatan.

Saat ini, Terang Dunia sudah menguasai puluhan tembang, mulai dari lagu wajib, kerohanian, hingga lagu-lagu campursari.

Suprianto berharap, grup musik angklung binaannya konsisten hadir dan terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Tidak hanya dikenal di kalangan masyarakat Jepara saja, juga dikenal di tingkat nasional dan internasional.

"Kami ingin anak-anak sejak usia dini belajar kesenian dan budaya. Bahkan sekarang penampilan mereka ditunggu-tunggu, terutama event sekolah," tutur dia.

Selain penampilan angklung dari musisi cilik, Semarak Budaya Guyub Seni juga menampilkan seni musik kentrung, sendratari dan berbagai jenis musik jalanan.

Musik tradisional

Ketua Penyelenggara Semarak Budaya Guyub Seni Jepara, Joharta Adi Putra menerangkan, program ini sudah digelar dua kali dalam rangka memberikan fasilitasi bagi pelaku kesenian dan budaya, terutama musik tradisional dan musik jalanan.

Tahun ini, Semarak Budaya digelar di Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, pada 2 Agustus 2026.

Tak hanya itu, pihaknya juga menggandeng pelaku ekonomi kreatif hingga seniman lukis untuk menyemarakkan kegiatan budaya dan seni.

Dia berharap, melalui kegiatan ini bisa memberikan fasilitasi bagi musik tradisional dan musik jalanan sebagai bagian dari hiburan masyarakat.

"Semoga kegiatan semarak budaya guyub seni ini bisa digelar konsisten setiap tahunnya sebagai panggung pelaku seni, budaya dan UMKM unjuk kebolehan," harap dia. (Saiful Ma'sum)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.