Mengenang 3 Mahasiswa Unukase Korban Kecelakaan di Tanahbumbu, Lutfi dan RBB Kehilangan Pejuang Ilmu
Ratino Taufik August 05, 2026 08:46 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kepergian tiga mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel (Unukase) dalam kecelakaan maut di jalan alternatif Banjarbaru-Batulicin yang menewaskan total tujuh orang, menyisakan duka mendalam bagi Tutik Isnaini Lutfi Nadiroh.

Pendiri Rumah Belajar Bersujud (RBB) yang akrab disapa Ibu Lutfi ini kehilangan tiga sosok anak didik sekaligus rekannya, yakni Nafa Izzatu Jannah, Nur’aini Salsabila, dan Veri Andi Saputra, yang dikenalnya sebagai pejuang ilmu dan agama berdedikasi tinggi.

Perkenalan Lutfi dengan ketiga almarhum bermula sejak tahun 2023 ketika orangtua Nafa menitipkan kepadanya. Berawal dari hubungan baik dengan para orangtua, Nafa dan Salsabila yang menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) diserahkan kepada Lutfi untuk dibimbing menjadi pengajar di lembaga bimbingan belajar yang didirikannya sejak 2015 tersebut.

Nafa kemudian resmi menjadi mentor di RBB, sementara Salsabila yang rumahnya cukup jauh dipersiapkan untuk membuka bimbel mandiri melengkapi TPA milik ayahnya, seorang tokoh masyarakat di Desa Manunggal, Blok A Karang Bintang, Tanahbumbu.

Dari hubungan dekat inilah Lutfi kemudian mengenal Veri Andi Saputra, pengajar di pondok pesantren setempat mendiang Kyai Kohar, yang akrab disapa Ustadz Veri.

Baca juga: Cuaca Terik Dampak Musim Kemarau, Karhutla Mulai Bermunculan di Kabupaten Tabalong

Di mata Lutfi, ketiga mahasiswa tersebut memiliki kehangatan dan dedikasi luar biasa yang membuat siapapun tersentuh, Nafa dikenal sebagai sosok yang sangat ramah, murah senyum, serta setia menemani dan mengantar Lutfi mengajar kapan saja dibutuhkan.

Sementara itu, Veri merupakan pribadi yang santun kepada siapapun, humoris, serta selalu berhasil mencairkan suasana dengan candaannya. Salsabila yang cenderung pendiam pun selalu menunjukkan kepedulian nyata, terutama saat kegiatan bersama seperti memasak dan menyiapkan konsumsi, di mana ketiganya selalu menjadi yang paling aktif membantu serta menyukai hal-hal baru yang menantang demi menggapai cita-cita menjadi guru yang baik.

Keakraban yang terjalin erat itu melahirkan banyak kenangan manis sekaligus memilukan bagi Lutfi. Salah satu momen paling berbekas adalah ketika Nafa secara khusus mengutarakan keinginannya saat perayaan ulang tahun anak Lutfi untuk ikut berlibur ke Pulau Kayaan pada bulan Agustus mendatang setelah menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Nafa bahkan kerap berpesan agar Lutfi selalu menghubunginya setiap kali merasa sedih, sebuah janji tulus dan impian sederhana yang kini harus terhenti akibat takdir yang memisahkan mereka.

"Mereka ini pejuang ilmu, pejuang di agama, karena ketiganya juga menjadi guru TPA di daerahnya masing-masing. Ketika mereka kumpul, yang dibicarakan selalu hal yang bermanfaat. Pernah bilang juga kalau ibu sedih hubungi saya saja, dan semua belum terlaksana karena sama-sama sibuk," kenang Lutfi dengan penuh keharuan saat mengingat interaksi mereka, Selasa (4/8/2026).

Kendati diselimuti rasa duka yang mendalam, Lutfi melepas kepergian ketiga anak didiknya dengan doa dan ketulusan hati. Ia berharap ketabahan luar biasa diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan, serta meyakini bahwa perjuangan ketiganya dalam menuntut ilmu akan membuahkan ganjaran terbaik di akhirat kelak.

"Untuk nanda Nafa Izzatu Jannah, Nur’aini Salsabila, dan Veri Andi Saputra, semoga segala apa yang dilakukan selama hidup di dunia ini diridhoi oleh Allah. Apabila ada hal yang baik semoga mendapatkan pahala kebaikan, dan apabila ada sesuatu yang salah, di akhirat Allah ampuni segala dosa dan kekhilafannya, ditempatkan di sisi Allah bersama orang yang sholeh dan sholehah. Ketiga nanda ini meninggal dalam keadaan menuntut ilmu, dan insyaallah semoga dinilai meninggal dalam keadaan syahid dan husnul khatimah," tutur Lutfi memanjatkan doa terbaiknya. 

(banjarmasinpost.co.id/muhammad fikri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.