TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tampa Padang memprakirakan cuaca di wilayah Sulawesi Barat didominasi kondisi cerah hingga berawan, Rabu (5/8/2026).
Meski demikian, hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten pada pagi hingga siang hari.
Pada pagi hari, cuaca di sebagian besar wilayah Sulawesi Barat diperkirakan cerah hingga berawan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Senin 3 Agustus 2026: Pasangkayu-Mamuju Tengah Potensi Diguyur Hujan
Baca juga: BMKG Catat 13 Gempa Guncang Sulsel, Sulteng, dan Sultra Hari Ini
Namun, hujan ringan berpotensi mengguyur Kabupaten Pasangkayu, meliputi;
Kecamatan Pedongga
Kecamatan Pasangkayu, dan
Kecamatan Bambalamotu
Memasuki siang hari, cuaca masih didominasi kondisi cerah hingga berawan.
BMKG memprediksi hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya:
Kabupaten Mamasa:
Kecamatan Tanduk Kalua
Kabupaten Mamuju:
Kecamatan Kalukku
Kecamatan Papalang
Kecamatan Sampaga
Kecamatan Bonehau
KecamatanKalumpang, dan
Kecamatan Tommo
Kabupaten Mamuju Tengah:
Kecamatan Budong-Budong
Kecamatan Topoyo, dan
Kecamatan Karossa
Kabupaten Pasangkayu:
Kecamatan Dapurang dan
Kecamatan Duripoku
Pada malam hingga dini hari, cuaca di seluruh wilayah Sulawesi Barat diprakirakan kembali cerah hingga berawan.
BMKG mencatat suhu udara di Sulawesi Barat berkisar antara 16 hingga 32 derajat Celsius.
Kelembapan udara 65 hingga 90 persen.
Sementara itu, angin bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Laut dengan kecepatan 2 hingga 40 kilometer per jam.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah pesisir Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar.
Selain itu, nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta mewaspadai potensi gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di Perairan Balanipa, Perairan Majene, dan Perairan Sendana.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem. (*)