Belajar dari Pengalaman, Kimberly Ryder Ingatkan Pernikahan yang Tepat Tidak Membuat Hidup Downgrade
Weni Wahyuny August 05, 2026 09:00 AM


TRIBUNSUMSEL.COM - Pernikahan menjadi salah satu keputusan besar dalam hidup yang menurut Kimberly Ryder tidak boleh dijalani secara terburu-buru.

Berangkat dari pengalaman rumah tangga yang pernah dijalaninya, aktris tersebut membagikan pandangannya mengenai hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih pasangan hidup.

Kimberly menilai, setiap orang, khususnya perempuan, perlu memastikan bahwa pernikahan justru membawa kehidupan ke arah yang lebih baik, bukan sebaliknya.

Menurutnya, kualitas hidup setelah menikah seharusnya tidak mengalami penurunan dibandingkan sebelum membangun rumah tangga.

Baca juga: Reaksi Edward Akbar saat Dihampiri Ibu Kimberly Ryder yang Emosi & Bongkar Nominal Nafkah Cucunya

LEBIH SELEKTIF -- Pasca perceraian dengan Edward Akbar, Kimberly Ryder kini jauh lebih selektif dan rasional dalam memilih calon pasangan.
LEBIH SELEKTIF -- Pasca perceraian dengan Edward Akbar, Kimberly Ryder kini jauh lebih selektif dan rasional dalam memilih calon pasangan. (Kompas.com/Ady Prawira Riandi)

Kimberly Soroti Pentingnya Pasangan yang Bertanggung Jawab

Saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2026), Kimberly mengungkapkan salah satu kriteria yang menurutnya penting dimiliki calon pasangan.

Ia menilai pasangan perlu memiliki pekerjaan yang tetap sebagai bentuk tanggung jawab dalam membangun kehidupan bersama.

Kimberly menjelaskan bahwa pesannya tersebut bukan hanya ditujukan bagi perempuan yang masih lajang, tetapi juga bagi mereka yang telah menikah agar bisa mengambil pelajaran dari berbagai pengalaman yang ada.

Ingatkan Perjuangan Orang Tua Jangan Sia-sia

Lebih lanjut, Kimberly mengajak perempuan untuk menghargai perjuangan orang tua yang telah membesarkan anak-anak mereka dengan penuh pengorbanan.

Menurutnya, orang tua telah menghabiskan banyak tenaga, waktu, dan biaya demi memberikan kehidupan yang layak kepada anak.

Karena itu, ia mengingatkan agar keputusan menikah tidak justru membuat kehidupan seseorang menjadi lebih buruk dibandingkan saat masih bersama keluarga.

“Kita lihat dari orang tua kita sudah ngebesarin kita segitu lelahnya, segitu mahalnya, jangan sampai kita downgrade. Sebisa mungkin jangan sampai begitu,” ujarnya.

Baca juga: Lebih Selektif usai Cerai, Kimberly Ryder Beberkan Kriteria Mutlak Calon Pasangan Baru

Bagi Kimberly, memilih pasangan hidup bukan hanya soal rasa cinta, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat menjaga kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik bersama pasangannya.

Menurut Kimberly, Rasa Hormat Lebih Bertahan daripada Cinta

Selain berbicara mengenai kondisi finansial dan tanggung jawab, Kimberly juga menyinggung perubahan dinamika dalam sebuah pernikahan. Ia menilai rasa cinta dapat berubah seiring berjalannya waktu.

Menurutnya, yang akan menjadi fondasi hubungan dalam jangka panjang adalah rasa saling menghormati dan hubungan pertemanan antara suami dan istri.

“Takutnya nantinya ke depannya walaupun kita cinta banget nih, tapi setelah menikah itu kan cintanya akan menurun. Yang ada, yang tersisa adalah rasa hormat kita, pertemanan kita sama pasangan kita,” jelasnya.

Kimberly memandang bahwa hubungan yang sehat tidak hanya dibangun atas dasar perasaan cinta semata, tetapi juga kemampuan kedua belah pihak untuk saling menghargai, memahami, dan menjadi teman dalam menjalani kehidupan bersama

Di akhir pernyataannya, Kimberly kembali mengingatkan agar tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah.

Ia berharap setiap orang benar-benar mengenal pasangannya sehingga tidak menyesal di kemudian hari.

Menurut Kimberly, keberadaan rasa hormat dan hubungan pertemanan menjadi bekal penting agar rumah tangga dapat bertahan menghadapi berbagai perubahan.

“Jangan sampai kita ke depannya itu malah punya banyak rasa penyesalan. Yang penting ada pertemanannya di situ, ada rasa hormatnya di situ,” pungkas Kimberly.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.