TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasangkayu menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran yang menghanguskan sebuah usaha mebel milik Aliminkalsa (56) di Dusun Tura, Desa Karya Bersama, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu.
Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) siang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasangkayu, Elsi, saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Rabu (5/8/2026), mengatakan pihaknya telah menyalurkan sejumlah bantuan kebutuhan dasar untuk meringankan beban korban.
Baca juga: Shio Tikus Lagi Beruntung, Kelinci Jangan Gegabah, Simak Ramalan Hari Ini
Baca juga: Puluhan Pelajar di Jayapura Diduga Keracunan MBG, Siswa PAUD hingga SMP Dilarikan ke Rumah Sakit
"Bantuan yang kami berikan berupa makanan siap saji, perlengkapan tidur, selimut, tikar, serta tenda yang dapat digunakan sementara oleh korban," ujar Elsi.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut diberikan setelah petugas melakukan pendataan dan asesmen terhadap kondisi korban pascakebakaran.
Menurutnya, kehadiran pemerintah melalui Dinas Sosial merupakan bagian dari upaya penanganan darurat agar kebutuhan dasar korban tetap terpenuhi setelah kehilangan tempat usaha akibat kebakaran.
"Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban korban dan keluarganya. Pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat yang tertimpa musibah," katanya.
Diketahui, kebakaran menghanguskan bangunan mebel milik Aliminkalsa yang berada di Dusun Tura. Saat kejadian, bangunan tersebut dalam keadaan kosong karena tidak sedang beroperasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari korsleting listrik pada sebuah stop kontak di dalam bangunan.
Percikan api kemudian dengan cepat membesar dan membakar material yang mudah terbakar di dalam mebel.
Warga yang melihat kobaran api berupaya melakukan pemadaman secara manual sembari menunggu bantuan datang.
Namun, besarnya api membuat bangunan beserta sebagian besar isi di dalamnya tidak dapat diselamatkan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kebakaran menyebabkan kerugian material yang cukup besar karena bangunan yang terbakar merupakan tempat usaha sekaligus lokasi penyimpanan berbagai peralatan dan bahan mebel.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dipicu instalasi listrik, terutama pada bangunan yang ditinggalkan dalam keadaan kosong.
Pemeriksaan rutin terhadap kabel, stop kontak, dan peralatan listrik dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan