TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Tumpukan sampah yang berserakan di sekitar Jembatan Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, menjadi sorotan warga.
Lokasi pembuangan sampah liar tersebut berada tepat di sisi Jalan Trans Sulawesi yang menjadi akses utama masyarakat dan pengguna jalan setiap hari.
Pantauan di lokasi, Rabu (5/8/2026), terlihat berbagai jenis sampah rumah tangga menumpuk di bahu jalan dekat ujung jembatan.
Baca juga: Gegara Bakar Sampah, Lahan Dekat Permukiman Warga Patampanua Polman Kebakaran
Baca juga: Setahun Menganggur, Mesin Insinerator Rp9 Miliar di Polman Akhirnya Diuji Coba Bakar Sampah 9 Ton
Sampah berupa kantong plastik hitam, kardus bekas, kemasan makanan, botol plastik, hingga limbah rumah tangga lainnya tampak berserakan tanpa wadah penampungan.
Kondisi itu membuat area sekitar jembatan terlihat kumuh dan mengganggu pemandangan. Sebagian sampah bahkan tercecer hingga ke badan jalan dan area semak-semak di sekitar jembatan.
Tumpukan sampah berada tepat di dekat pembatas jembatan bercat hitam-kuning. Lokasi tersebut cukup mencolok karena berada di jalur yang ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain merusak estetika lingkungan, keberadaan sampah di sekitar jembatan juga dikhawatirkan dapat menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi sumber penyakit apabila dibiarkan dalam waktu lama.
Camat Tikke Raya, Andi Saleh, saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026), mengaku prihatin dengan masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak menjadikan area jembatan maupun pinggir jalan sebagai tempat pembuangan sampah.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Tikke Raya untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di fasilitas umum seperti jembatan dan jalan poros yang menjadi wajah daerah kita," ujarnya.
Menurut Andi Saleh, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata.
Ia mengatakan, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa terus mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
Bahkan, Andi Saleh meminta warga untuk ikut berpartisipasi mengawasi pelaku pembuangan sampah liar.
Apabila ada masyarakat yang kedapatan membuang sampah di lokasi tersebut, warga diminta mendokumentasikan pelaku sebagai bahan laporan kepada pemerintah setempat.
"Kalau ada yang melihat atau mengetahui pelaku yang membuang sampah sembarangan, silakan difoto atau direkam lalu laporkan kepada pemerintah desa atau kecamatan. Ini untuk memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran bersama," katanya.
Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan terus meningkat sehingga lokasi-lokasi publik di Kecamatan Tikke Raya tetap bersih, nyaman, dan terhindar dari pencemaran lingkungan.
Andi Saleh menegaskan kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan karena dapat merusak keindahan wilayah serta berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.
"Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga kebersihan. Jangan sampai fasilitas umum yang seharusnya menjadi kebanggaan justru terlihat kumuh akibat ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab," tutupnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan