Curhat Pasien 8 Jam Tak Dapat Ruangan hingga Meninggal Dunia, Oknum Nakes Minta Maaf usai Menghujat
Weni Wahyuny August 05, 2026 11:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Sebuah unggahan di media sosial Threads menjadi sorotan publik setelah seorang pasien membagikan pengalamannya saat mengakses layanan kesehatan. 

Pemilik akun Threads dengan nama pengguna Yurizaltrich mengungkapkan rasa kecewanya lantaran harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan kamar perawatan di rumah sakit.

"8 jam belum dapet ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS," tulis akun Yurizaltrich dalam unggahannya yang diunggah pada Rabu (22/7/2026).

Unggahan tersebut kemudian mendadak viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. 

Namun, beberapa tanggapan bernada negatif justru datang dari pengguna yang mengindikasikan diri sebagai tenaga kesehatan (nakes). 

Salah satu komentar yang paling menuai kecaman ditulis oleh akun @widhiyarini.

"potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan," tulis akun @widhiyarini pada Jumat (25/7/2026).

MINTA MAAF -- Salah satu nakes bernama Widhiya meminta maaf (difoto kiri) setelah komentar pedasnya (difoto kanan) terhadap pasien yang curhat tak dapat kamar selama 8 jam hingga akhirnya dikabarkan meninggal dunia.
MINTA MAAF -- Salah satu nakes bernama Widhiya meminta maaf (difoto kiri) setelah komentar pedasnya (difoto kanan) terhadap pasien yang curhat tak dapat kamar selama 8 jam hingga akhirnya dikabarkan meninggal dunia. (Threads/@widhiyarini)

Penghujat Minta Maaf usai Pasien Meninggal

Situasi tersebut memicu gelombang kritik dari publik, terlebih setelah beredar kabar bahwa pasien pemilik akun Yurizaltrich dilaporkan telah meninggal dunia. 

Menyusul respons tajam dari warganet atas lontaran kata-kata yang dinilai tidak berempati, pemilik akun @widhiyarini, yang diketahui bernama Widhiya Rini Pangestika, akhirnya mengunggah video serta pernyataan tertulis berisi permohonan maaf terbuka melalui akun Threads pribadinya.

Dalam rekaman video yang diunggahnya, Widhiya menyampaikan duka cita atas wafatnya almarhum serta memohon maaf kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.

"Assalamuaalaikum wr. wb, perkenal nama saya Widhiya Rini Pangestika. Pertama saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Yurizal, semoga amal ibadahnya dapat diterima di sisi Allah," ungkap Widhiya.

Ia juga menambahkan rasa penyesalannya karena komentar tersebut telah memperkeruh suasana duka pihak keluarga.

"Yang kedua saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga dari Almarhum Yurizal atas utas saya yang menambah beban emosional dan luka pada keluarga," tambahnya.

Lebih lanjut, Widhiya mengakui bahwa tindakan tersebut melanggar etika profesinya serta berpotensi merusak reputasi tempatnya bekerja.

"Saya menyadari kesalahan saya dan ketidak profesionalan saya sebagai Tenaga Kesehatan. Saya juga meminta maaf kepada instansi saya karena utas tersebut mencoreng nama baik instansi saya, disini saya bersungguh-sungguh untuk meminta maaf dan saya berjanji untuk tidak mengulanginya lagi," pungkas Widhiya dalam video tersebut.

Klarifikasi Tertulis dan Kesiapan Menerima Sanksi

Selain mengunggah video permohonan maaf, Widhiya menyampaikan narasi tertulis yang lebih rinci sebagai bentuk klarifikasi dan penyesalan mendalam atas tindakan yang telah dilakukannya di media sosial. 

Dalam klarifikasi tertulis tersebut, ia menekankan ketidakpantasannya sebagai seorang pelayan medis.

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarntya, kepada keluarga Almarhum atas komentar yag saya tulis pada utas Threads akun pribadi saya tanggal 25 Juli 2026, yang menambah kesedihan keluarga yang sedang beduka atas kehilangan orang yang dicintai. Saya mengakui komentar saya yang tidak pantas dan tidak menunjukkan etika, empati maupun profesionalisme saya sebagai seorang Tenaga Kesehatan," tulis Widhiya.

Widhiya juga menegaskan kesiapannya untuk menerima sanksi atau konsekuensi yang harus dihadapi, baik dari tempatnya bekerja maupun ketentuan hukum yang berlaku.

"Saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada instansi tepat saya bekerja atas perbuatan saya yang berdampak pada citra dan kepercayaan masyarkat terhadap instansi. Saya menyadari bahwa perbuatan syaa merupakan kesalahan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya dan saya bersedia menerima segala konsekuensi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," bunyi potongan klarifikasi tertulisnya.

Pada akhir pernyataan tertulisnya, ia berharap pihak keluarga almarhum dapat membukakan pintu maaf atas kekhilafannya.

"Saya menyesal atas perbuatan yang telah saya lakukan, saya berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut dan menjaga sikap tutur kata serta perilajku saya. Saya berharap keluarga berkenan memnberikan maaf atas kekhilafan yang telah saya lakukan. Wassalamuaalaikum," tutupnya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com   

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.