SURYA.co.id, LAMONGAN – Kabupaten Lamongan dipastikan menjadi salah satu penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Empat kawasan pesisir di Kecamatan Paciran dan Brondong akan dikembangkan dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp48 miliar hingga Rp60 miliar.
Keempat lokasi tersebut meliputi Labuhan Brondong, Desa Kranji, Desa Kemantren, dan Desa Waru Lor.
Baca juga: Realisasi Tanam Padi di Kabupaten Lamongan Capai 84 Ribu Hektare
Masing-masing kawasan diproyeksikan memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp12 miliar hingga Rp15 miliar, menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik wilayah.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan proses verifikasi lapangan oleh pemerintah pusat telah berjalan.
Hingga kini, verifikasi di Desa Kemantren dan Desa Kranji telah selesai, sedangkan dua lokasi lainnya akan menyusul.
"Verifikasi dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing kawasan. Karena itu, fasilitas yang dibangun tidak akan sama di setiap lokasi, tetapi disesuaikan dengan karakteristik dan potensi daerah," kata Yuhronur Efendi, Rabu (5/8/2026).
Yuhronur menjelaskan, pemerintah pusat menerapkan konsep pembangunan berbasis potensi lokal sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Untuk kawasan berstatus KNMP Penyangga, fasilitas yang diprioritaskan meliputi dok atau bengkel kapal, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), kios pemasaran dan perbekalan, cold storage, tambatan perahu, pabrik es, cool box, kapal penangkap ikan beserta mesin, alat tangkap, shelter pendaratan ikan, freshwater maker, hingga perlengkapan pemadam kebakaran.
Sementara itu, kawasan yang berfungsi sebagai KNMP Hub akan dilengkapi fasilitas yang lebih lengkap, seperti kantor pengelola, balai nelayan, sentra kuliner, pusat distribusi hasil perikanan, serta fasilitas docking atau bengkel kapal.
Menurut Yuhronur, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat rantai usaha perikanan dari hulu hingga hilir.
Keberadaan cold storage dan pabrik es diharapkan membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan lebih lama sehingga kualitas ikan tetap terjaga dan tidak harus dijual dengan harga rendah saat produksi melimpah.
Di sisi lain, SPBUN akan memudahkan nelayan memperoleh bahan bakar dengan harga resmi, sedangkan fasilitas dok kapal dan bengkel diharapkan mempercepat proses perawatan armada sehingga kegiatan melaut menjadi lebih efisien dan aman.
Program tersebut juga menyediakan kios pemasaran untuk memperpendek rantai distribusi hasil tangkapan sehingga nelayan memiliki peluang memperoleh harga jual yang lebih baik.
"Selain mendukung aktivitas penangkapan ikan, KNMP juga kami harapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir," ujar Yuhronur.
Pemerintah Kabupaten Lamongan menilai keberadaan sentra kuliner, pusat distribusi hasil laut, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya akan membuka peluang usaha baru di sektor perdagangan, jasa, pengolahan hasil perikanan, dan pariwisata bahari.
Dengan ditetapkannya empat lokasi sebagai penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih, Lamongan diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra perikanan tangkap terbesar di Jawa Timur sekaligus meningkatkan daya saing sektor kelautan dan perikanan di tingkat nasional.