Pemko Padang Siap Relokasi Warga Korban Banjir Berulang, Fadly Amran: Jangan Bertahan di Zona Rawan
Rezi Azwar August 05, 2026 03:01 PM

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyatakan siap merelokasi warga yang rumahnya berulang kali terdampak banjir, terutama yang berada di kawasan rawan dan mengalami kerusakan berat.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat meninjau warga terdampak banjir di RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Selasa (4/8/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah warga mengaku trauma karena rumah mereka telah beberapa kali diterjang banjir dan berharap bisa dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Menanggapi aspirasi tersebut, Fadly menegaskan Pemko Padang siap memfasilitasi relokasi bagi warga yang memenuhi kriteria.

Baca juga: Trauma Banjir Tiga Kali Melanda Lapau Munggu Padang, Jusnira Berharap Direlokasi ke Tempat Aman

"Saya rasa bisa. Kalau memang ini titik yang sudah berulang-ulang terdampak dan memang tidak mungkin lagi menjadi tempat tinggal, kita siap relokasi," kata Fadly kepada TribunPadang.com.

Ia menjelaskan, Pemko Padang telah menyiapkan lokasi hunian tetap di kawasan Balai Gadang dan Sungkai untuk menampung warga yang direlokasi.

"Kita punya lahan relokasi di Sungkai dan Balai Gadang. Bahkan sejak awal beberapa kawasan, terutama di Nanggalo, memang sudah menjadi target relokasi karena termasuk daerah rawan banjir," ujarnya.

Namun, Fadly menegaskan relokasi diprioritaskan bagi rumah yang mengalami kerusakan berat sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Dua Hari PBM di SMPN 41 Padang Lumpuh Total Pascabanjir, Petugas Masih Bersihkan Lumpur

"Kalau rusak ringan tentu tidak bisa kita relokasi karena ada regulasi yang mengatur. Tetapi kalau rusak berat seperti beberapa rumah di sini, tentu akan kita bantu," katanya.

Ia meminta warga yang ingin direlokasi segera melapor kepada camat atau dinas terkait agar dapat didata dan diverifikasi.

"Nanti tim akan turun kembali ke lapangan. Bagi warga yang merasa sudah tidak sanggup tinggal di lokasi rawan, silakan menyampaikan kepada camat. Setelah itu akan kita siapkan proses menuju hunian tetap," ujarnya.

Fadly mengungkapkan, saat ini Pemko Padang memiliki sekitar lima hektare lahan di Balai Gadang dan lima hektare lahan di kawasan Sungkai yang disiapkan untuk pengembangan kawasan relokasi.

Baca juga: Sestama BNPB Tinjau Banjir Lapau Munggu Padang: Curah Hujan Tinggi dan Tanggul Jebol Jadi Pemicu

"Kami juga mendapat informasi banyak tokoh di Sumatera Barat dan pihak CSR yang siap membantu untuk relokasi ini. Karena itu masyarakat cukup mendaftar terlebih dahulu, nanti akan kita perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku," katanya.

Fadly menegaskan, warga yang telah direlokasi nantinya tidak diperbolehkan membangun kembali rumah di lokasi lama yang masuk zona rawan banjir.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko bencana yang terus berulang dan memberikan tempat tinggal yang lebih aman bagi masyarakat.

Jusnira Berharap Direlokasi ke Tempat Aman

KORBAN BANJIR- Jusnira (40), warga RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menunjukkan kondisi rumahnya yang dipenuhi lumpur usai diterjang banjir, Selasa (4/8/2026). Setelah tiga kali terdampak banjir sejak November 2025, ia berharap pemerintah merelokasi keluarganya ke tempat yang lebih aman. 
KORBAN BANJIR- Jusnira (40), warga RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menunjukkan kondisi rumahnya yang dipenuhi lumpur usai diterjang banjir, Selasa (4/8/2026). Setelah tiga kali terdampak banjir sejak November 2025, ia berharap pemerintah merelokasi keluarganya ke tempat yang lebih aman.  (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Trauma akibat banjir membuat Jusnira dan keluarganya selalu dihantui rasa takut setiap kali hujan mengguyur kawasan tempat tinggalnya.

Terbaru rumahnya kembali di landa banjir pada Senin (3/8/2026) siang. 

"Saya berharap bisa direlokasi dari sini, karena sampai sekarang masih takut," kata Jusnira kepada TribunPadang.com, Selasa (4/8/2026).

Baca juga: Jadwal Wawako Padang Hari Ini: Tinjau Pembangunan Jembatan Limau Manis hingga Proyek Air Bersih

Ia mengaku setiap kali langit mulai gelap dan hujan diperkirakan turun, dirinya langsung merasa cemas dan ingin segera meninggalkan rumah.

"Kalau sudah gelap mau hujan, saya ingin lari dari rumah," ujarnya.

Selama ini, Jusnira bersama keluarganya kerap mengungsi ke rumah tetangga maupun kerabat setiap kali banjir mengancam.

"Kalau hujan, tidak mungkin saya terus-terusan mengungsi ke rumah orang," katanya.

Karena itu, ia mengaku bersedia apabila pemerintah menawarkan relokasi ke kawasan yang lebih aman.

"Saya sangat bersedia direlokasi oleh pemerintah karena takut kalau terus tinggal di sini," ucapnya.

Baca juga: Intake PDAM Kembali Rusak Diterjang Banjir, Pemko Padang Siapkan Distribusi Air Bersih

Jusnira mengatakan rumahnya telah tiga kali terdampak banjir dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

"Sudah tiga kali banjir. Kalau bisa saya dipindahkan dari sini karena rumah saya ini berada di zona merah," tuturnya.

Harapan serupa juga disampaikan warga lainnya, Darmalis. 

Ia mengaku siap direlokasi apabila pemerintah menyediakan tempat tinggal yang lebih aman.

"Saya juga sangat bersedia kalau direlokasi karena memang takut banjir. Rumah saya sudah tiga kali terdampak banjir," katanya.

Darmalis menuturkan, banjir yang berulang kali terjadi telah menyebabkan rumahnya mengalami kerusakan.

"Lihat saja rumah saya, rusak akibat banjir. Saat banjir kemarin lumpur kembali masuk ke dalam rumah," ujarnya.

Baca juga: Bank Nagari Salurkan 1.000 Porsi Makanan untuk Korban Banjir di Padang Lewat TRC BNTB

Setiap kali hujan deras turun atau banjir mengancam, ia memilih mengungsi ke rumah adiknya yang berada di lokasi lebih aman.

"Kalau hujan atau banjir, saya selalu pergi ke rumah adik karena rumahnya aman," katanya.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, rumah Jusnira dan Darmalis masih dipenuhi lumpur yang terbawa banjir. 

Sejumlah perabotan rumah tangga juga tampak kotor dan warga masih berupaya membersihkan sisa material banjir.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.