Aksi turis China mengambil makanan berlebihan saat sarapan buffet hotel berujung viral. Akibatnya, banyak tamu lain tak kebagian makanan!
Buffet hotel identik dengan aneka pilihan makanan yang bisa dinikmati sepuasnya oleh para tamu. Konsep seperti ini kerap disebut prasmanan.
Namun, konsep makan sepuasnya juga perlu diimbangi kesadaran pengunjung agar mengambil makanan secukupnya demi menghindari pemborosan.
Belakangan, sebuah unggahan di Threads dari seorang staf dapur hotel di Malaysia menjadi viral setelah menyoroti perilaku sejumlah wisatawan China saat menikmati sarapan buffet.
Unggahan tersebut menuai ribuan tanggapan karena banyak netizen mengaku mengalami kejadian serupa.
makanan buffet Ilustrasi. Foto: mashed.com / Shutterstock
|
Dikutip dari Focus Malaysia (5/8), staf hotel itu mengaku tim dapur telah berusaha menyiapkan makanan dalam jumlah banyak. Namun, banyak tamu lokal yang datang belakangan justru mendapati beberapa menu sudah hampir habis.
"Kami dari pihak dapur sudah berusaha semaksimal mungkin menyiapkan makanan. Maaf kepada tamu Malaysia yang datang untuk sarapan tetapi mendapati pilihan makanannya tinggal sedikit," tulisnya di akun @isiluahan_hati.
Menurut unggahan tersebut, wisatawan asal China disebut mengambil makanan dalam jumlah sangat banyak saat buffet dibuka.
Kondisi itu membuat hidangan di meja saji lebih cepat habis dibanding perkiraan pihak hotel. Tak hanya soal porsi makan, beberapa komentar juga menyoroti kebiasaan mengambil makanan secara berlebihan.
Ilustrasi buffet di restoran hotel. Foto: Getty Images/iStockphoto/LElik83
|
Seorang tamu hotel mengaku melihat ada pengunjung yang memenuhi piring dengan berbagai hidangan, tetapi sebagian besar justru tidak dimakan.
"Mereka menumpuk makanan di piring, lalu meninggalkannya begitu saja. Akibatnya tamu lain tidak kebagian sarapan," tulis salah satu netizen.
Komentar lain juga menyinggung masalah kebersihan. Ada yang mengaku melihat beberapa tamu mengambil roti menggunakan tangan secara langsung, padahal pihak hotel telah menyediakan penjepit makanan.
Seorang pekerja paruh waktu di industri perhotelan bahkan mengaku beberapa hotel memilih menempatkan rombongan wisatawan tertentu di ruang makan terpisah.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar pelayanan lebih mudah diatur dan mengurangi potensi keluhan dari tamu lain.
"Lebih mudah ditangani dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan jika mereka tidak digabung dengan tamu lain," ujarnya.
Meski demikian, tidak semua komentar menyalahkan wisatawan asal China. Beberapa pekerja hotel mengatakan perilaku mengambil makanan berlebihan atau kurang menjaga etika saat buffet juga ditemukan pada tamu dari negara lain, sehingga tidak bisa digeneralisasi kepada satu kelompok wisatawan saja.
Di sisi lain, ada pula netizen yang mempertanyakan kesiapan pihak hotel menghadapi lonjakan wisatawan.
Mereka menilai jumlah wisatawan asal China sebenarnya sudah dapat diprediksi, terutama setelah Malaysia gencar menjalankan kampanye Visit Malaysia 2026 yang didukung kebijakan bebas visa dan meningkatnya frekuensi penerbangan dari China.
"Tapi suka risih sih kalau ngeliat di restoran hotel ada orang makan yang rakus, kayak gak pernah makan," tulis netizen.
"Di satu sisi, apa pihak hotel gak perkirakan ya jumlah makanan untuk tamu?" tulis netizen lainnya.







