Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Ketersediaan semen di sejumlah toko bangunan di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh hingga kini masih sangat terbatas.
Akibatnya, masyarakat dan kontraktor kesulitan memperoleh material utama bangunan tersebut.
Berdasarkan pantauan Wartawan TribunGayo.com, Rabu (5/8/2026), pasokan semen di hampir seluruh toko bangunan di Bener Meriah belum mampu memenuhi kebutuhan konsumen.
Pemilik Toko Bangunan Hidup Subur di Simpang Pante Raya, Asmadi mengungkapkan bahwa kelangkaan ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Selain langka, harga semen pun melonjak tajam melampaui tarif normal.
"Sulit sekali mendapatkan semen sekarang. Kami biasanya mendapat jatah 700 hingga 800 sak per minggu, tetapi kini hanya dipasok sekitar 100 sak," ujar Asmadi.
Ia memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung lama.
Pasalnya, saat ini mulai memasuki masa pelaksanaan berbagai proyek pemerintah oleh pihak rekanan, sehingga permintaan semen diprediksi meningkat berkali-kali lipat.
Saat ini, semen merek Andalas dibanderol mencapai Rp 105.000 per sak, sementara merek Padang menyentuh angka Rp 95.000 per sak.
Lonjakan harga ini terasa sangat mencolok jika dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Salah seorang konsumen, Juhri Adha atau yang akrab disapa Cek Joe, mengeluhkan kondisi tersebut.
Kebutuhan semen saat ini sedang tinggi untuk pengerjaan hunian tetap, revitalisasi sekolah, hingga pembangunan rumah warga.
"Karena langka, kami terpaksa membeli sendiri ke Lhokseumawe. Di sana harganya jauh lebih murah," kata Cek Joe.
Cek Joe mengkhawatirkan kenaikan harga yang melebihi pagu anggaran dapat memicu penurunan kualitas bangunan.
Demi menekan biaya akibat mahalnya semen, ada potensi kontraktor mengurangi takaran adonan material dari yang seharusnya.
"Kalau semen mahal, bisa saja campuran semen pada bangunan dikurangi. Pada akhirnya, masyarakat yang dirugikan," ujarnya.
Ia menambahkan, kelangkaan ini disinyalir terjadi akibat gangguan jalur distribusi dan terbatasnya pasokan dari pabrik.
Kendati demikian, ia meminta produsen dan distributor bersikap terbuka guna mencegah isu liar seperti penimbunan barang atau permainan harga.
"Kami menduga ada permainan di balik kelangkaan ini akibat minimnya pengawasan.
penegak hukum diharapkan turun tangan untuk memperketat pengawasan distribusi semen di pasaran," tegasnya.
Kelangkaan semen ini juga menjadi batu sandungan serius bagi percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) serta perbaikan Rumah Rusak Ringan (RSR) dan Sedang (RSS) bagi korban bencana di Kabupaten Bener Meriah.
Isu krusial tersebut mencuat saat Bupati Bener Meriah, Ir H Tagore Abubakar mengikuti rapat evaluasi virtual bantuan stimulan Dana Siap Pakai (DSP) bersama Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, dari Pendopo Bupati, Senin (3/8/2026).
Dalam rapat yang turut dihadiri Asisten I Khairmansyah, Asisten II Dr. Samusi Purnawira Dade, serta Kalak BPBD Bener Meriah Ilham Abdi tersebut, Bupati Tagore secara tegas meminta intervensi dari pemerintah pusat.
"Kami memohon dukungan pemerintah pusat untuk membantu ketersediaan semen dan material bangunan di Bener Meriah.
Ketersediaan material ini sangat menentukan percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana," demikian Tagore Abubakar. (*)
Baca juga: Cuaca 5 Agustus 2026: Bener Meriah Diprediksi Diguyur Hujan Ringan
Baca juga: Belum juga Disidang, Tahanan Narkoba di Bener Meriah Nekat Kembali Pesan Sabu Lewat Istri
Baca juga: Nekat Pasok Sabu ke Rutan Bener Meriah, Seorang Istri Ditangkap Polisi