Baca juga: Kebakaran Rumah Dua Lantai di Komplek Sukarami Indah, IRT Bertaruh Nyawa Selamatkan Ijazah Anak
SRIPOKU.COM, PALI — Rasa sedih yang mendalam dirasakan oleh Rhoma Irama alias Oma, korban kebakaran rumah dan tempat usaha yang terjadi pada Rabu (5/8/2026) dini hari, saat perwakilan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang dialaminya.
Mimik wajah Oma tampak lemas dengan bola mata berlinangan, tak kuasa menahan rasa pilu akibat musibah yang menimpa dirinya bersama istri dan kedua anaknya.
Terlebih lagi, insiden tersebut menghanguskan rumah, uang simpanan, serta tempat usaha yang selama ini ditekuni untuk bertahan hidup dan biaya sekolah anak.
Meskipun demikian, raut ketegaran tetap ia tunjukkan di hadapan keluarga dan tetangga saat perwakilan Bupati PALI melalui Kepala Dinas Sosial H. Edy Irwan, Ketua GOW Hj. Leli Hartati, serta perwakilan Tim TP PKK PALI hadir memberikan dukungan.
Ketika ditanya mengenai firasat sebelum musibah, Oma mengaku tidak merasakan firasat apa pun.
Biasanya ia selalu bekerja menjaga malam, namun kebetulan pada malam kejadian ia sedang libur karena anaknya sakit dan harus dibawa berobat.
"Aku akui, biasanya aku kerja jaga malam. Namun malam ini aku libur, lagian anak aku sakit dan dibawa berobat," ujar Oma, yang turut bersedih karena hasil penjualan motor, uang warung, serta tabungannya habis terbakar.
Ia menceritakan, insiden bermula ketika lampu di dalam kamarnya tiba-tiba mati. Saat mengecek ke bagian warung, ia melihat sudah ada percikan api dan kabel di meteran listrik yang menyala panjang.
"Melihat ada api di aliran kabel meteran, saya spontan menarik kabel meteran dan alhasilnya kedua tangan terbakar dari usaha untuk mematikan api di kabel meteran," tutur Oma, yang mengalami luka bakar pada kedua tangannya saat berusaha memadamkan api di meteran tersebut.
Tidak lama berselang, api dengan cepat membesar, membakar plafon rumah, dan menyambar sepeda motor miliknya yang tidak sempat dievakuasi.
"Api itu, sudah merayap dari kabel listrik di meteran, langsung naik ke plafon dan jatuh ke bagian motor dan mengeluarkan ledakan disertai kumpulan asap api yang cepat membesar," jelasnya.
Kendati rumahnya ludes terbakar, petugas Pemadam Kebakaran PALI bergerak sigap sehingga kobaran api tidak sampai merambat ke rumah warga di sebelah maupun di belakangnya.
"Alhamdulillah, saya masih bersyukur karena istri dan anak-anak selamat, walaupun harta bendanya semua habis dimakan api," ucap Oma penuh syukur,.
Oma berharap uluran tangan dari pemerintah dan stakeholder agar keluarganya bisa mendapatkan kembali tempat istirahat.
Setelah mendapatkan kunjungan, bantuan, dan dukungan semangat dari Ketua GOW dan TP PKK PALI, Lurah Handayani Mulya Andre Andrian Trisna Putra, Sekretaris Lurah Welyansyah, serta perwakilan Kecamatan Talang Ubi, Oma dan istrinya mengaku kembali bangkit dan dikuatkan untuk menjalani hari.
Baca juga: Kisah Anak di Banyuasin Sumsel Selamatkan Ibunya yang Stroke Saat Rumah Kebakaran