BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Wihaji bertemu dengan orang 1.002 Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pada Rabu (5/8/2026).
Wihaji menyebutkan, pertemuannya dengan para Kader tersebut dilakukan untuk memperkuat fungsi (TPK) dalam akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama jajaran Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Wihaji, moment ini sangat penting karena sesuai Peraturan Presiden (Perpres) 115 Pasal 47 Kementeriannya khususnya Kader TPK mendapatkan tugas baru dalam membantu distribusi makanan bergizi gratis.
Ia menerangkan, peran TPK dalam hal ini menyasar distribusi MBG bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita di bawah usia 5 tahun atau mulai usia 6 bulan.
"Hari ini ada 1.002 yang kita kumpulkan untuk memastikan ada tugas baru sudah jalan belum. Apa itu tugas barunya, mendistribusikan MBG 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD," kata Wihaji.
Dikatakan Wihaji, dalam pelaksanaan distribusi, masing-masing Kader juga harus memberikan edukasi mendalam ke masyarakat mengenai manfaat dari salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.
"Karena ini program prioritas Bapak Presiden. Kemudian satu-satunya di dunia. Kalau makan geratis untuk anak sekolah banyak, ada 77 negara, tapi kalau untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita hanya di Indonesia," tuturnya.
Untuk itu dirinya menegaskan seluruh jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bakal ikut pelaksanaan MBG berjalan dengan baik di setiap daerah.
"Karena itu saya pastikan di Bangka Belitung, terima kasih Pak Gub, Pak Bupati, ternyata jalan distribusi MBG (dari Kader TPK). Ternyata sudah jalan, tentu ada beberapa tantangan, tapi kita pastikan program itu jalan," terangnya.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)