70an Pelajar SMKN 1 Nanggulan Diduga Keracunan, Operasional SPPG Penyedia MBG Ditangguhkan
Yoseph Hary W August 06, 2026 01:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkab Kulon Progo angkat bicara menyusul laporan kejadian dugaan keracunan makanan yang dialami 70an pelajar SMKN 1 Nanggulan. 

Sekda Kulon Progo Triyono mengatakan sudah mendapat informasi berkaitan dengan kejadian keracunan makanan di Nanggulan.

SPPG penyedia MBG ditangguhkan

Ia juga mengatakan bahwa menurut informasi yang didapatnya, operasional SPPG penyedia MBG (Makan Bergizi Gratis) bagi SMKN 1 Nanggulan kini telah ditangguhkan imbas dari kejadian itu.

Sekda mengatakan sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Koorwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kulon Progo, Aini Ambarwati. Koordinasi berkaitan dengan laporan rinci terkait kejadian itu.

"Saya minta dari Koorwil untuk menyusun laporan lengkap terkait kejadian itu," ujar Triyono ditemui usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kulon Progo, Rabu siang (05/08/2026).

Pernyataan Sekda Kulon Progo itu untuk merespons laporan bahwa puluhan pelajar SMKN 1 Nanggulan di Kulon Progo mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan diare.

Dinkes Kulon Progo ambil sampel makanan

Para pelajar yang bergejala sempat mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) serta membeli jajanan di sekitar sekolah.

Menindaklanjuti kejadian itu, Dinas Kesehatan Kulon Progo telah mengambil sampel makanan MBG dari SPPG penyedia MBG untuk diperiksa di laboratorium Kota Yogyakarta guna memastikan penyebab keracunan.

Berdasarkan keterangan Humas SMKN 1 Nanggulan, Hudaini Kurnianto, para pelajar yang mengalami gejala keracunan makanan telah dirujuk ke Puskesmas. 

Menurutnya, penyebab dari kejadian tersebut masih dalam penelusuran.

Hudaini mengatakan pada Selasa (04/08/2026) pagi, pihaknya mendapat laporan ada pelajar yang izin periksa ke Puskesmas Nanggulan.

"Kemarin itu ada sebanyak 20 pelajar yang tidak berangkat ke sekolah karena mengalami gejala diare, mual, hingga muntah," ungkap Hudaini ditemui pada Rabu (05/08/2026).

Setelah didata, ternyata ada lebih dari 60 anak yang mengalami gejala serupa. Tim dari Puskesmas Nanggulan pun datang ke sekolah untuk memeriksa setidaknya 41 pelajar, di mana 10 anak rawat jalan di Puskesmas dan 1 anak dirujuk rawat jalan ke RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo.

Hudaini mengatakan hari rabu ini ada 23 pelajar yang tidak berangkat ke sekolah karena masih mengalami gejala diare hingga mual. Menurutnya, baru kali ini ada kejadian keracunan makanan yang dialami oleh banyak pelajar dalam waktu bersamaan.

"Belum pernah kejadian seperti ini, baru kali pertama ada kejadian keracunan makanan," ujarnya.

Makan MBG di hari sebelumnya

Hudaini mengatakan pelajar sempat mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis MBG) pada Senin (03/08/2026).

Saat itu menu yang diberikan berupa nasi, ayam goreng atau bakar, tempe kemul, sayur, dan buah.

Namun pihaknya tidak ingin langsung menyimpulkan bahwa keracunan salah satunya disebabkan oleh MBG.

Apalagi pelajar juga ada yang membeli jajanan di kantin sekolah dan dari pedagang di luar pagar sekolah.

"Kami masih menunggu informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo terkait penyebab pasti dari kejadian itu," jelas Hudaini.

Investigasi

Kepala Puskesmas Nanggulan, dr. Wira Utami Pratiwi menuturkan kejadian ini diketahui setelah sejumlah pelajar SMKN 1 Nanggulan datang mengeluh mengalami gejala keracunan. Mereka mulai berdatangan pada Selasa (04/08/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Rupanya, jumlah pelajar yang mengeluh gejala tersebut semakin banyak. Usai ditelusuri, total ada 70 pelajar SMKN 1 Nanggulan yang mengalami gejala keracunan, 17 dari mereka sempat mendapat perawatan di Puskesmas.

"Keluhannya sakit perut, mual, muntah, hingga diare yang kami tangani dengan memberikan obat anti diare," jelas Wira.

Ia mengatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo telah melakukan investigasi awal ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Janti Mubarok, sebagai penyedia MBG untuk SMKN 1 Nanggulan. Pihaknya pun telah mengumpulkan informasi dari sana.

Seperti proses memasak yang dibagi dalam 2 tahapan, di mana pihaknya mendapatkan temuan dari tahap kedua proses memasak. Sampel makanan MBG yang dikonsumsi pelajar pada hari Senin pun telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut.

"Sampel sudah dikirimkan ke laboratorium di Kota Yogyakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Wira.

Sekda minta korwil susun laporan lengkap

Sekda Kulon Progo, Triyono lewat keterangannya mengatakan bahwa operasional SPPG Janti Mubarok sebagai penyedia MBG untuk SMKN 1 Nanggulan kini telah ditangguhkan imbas dari kejadian itu.

Namun sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Koorwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kulon Progo, Aini Ambarwati. Koordinasi berkaitan dengan laporan rinci terkait kejadian itu.

"Saya minta dari Koorwil untuk menyusun laporan lengkap terkait kejadian itu," ujar Triyono ditemui usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kulon Progo, Rabu siang.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.