7 Doa Agar Anak menjadi Saleh dan Berbakti kepada Orang Tua, Invetasi Terbaik Dunia dan Akhirat
Nanik Ratnawati August 06, 2026 09:00 AM

Liputan6.com, Jakarta - Memanjatkan doa agar anak menjadi saleh dan berbakti kepada orang tua adalah salah satu amalan paling dianjurkan dalam ajaran Islam. Setiap orang tua tentu mendambakan keturunan yang tidak hanya berhasil secara duniawi, tetapi juga memiliki ketakwaan, akhlak mulia, dan bakti yang tulus kepada kedua orang tua.

Anak yang saleh dan berbakti kepada orang tua adalah salah satu investasi terbaik yang dapat ditinggalkan seseorang di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim). Inilah makna investasi akhirat, amal yang terus mengalir meski raga telah tiada, menghubungkan dunia dan keabadian.

Allah SWT sendiri dalam Al-Qur'an menekankan pentingnya doa untuk keturunan. Dalam Surat Al-Furqan ayat 74, orang-orang beriman memohon: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." Ayat ini mengajarkan bahwa anak bukan sekadar kebanggaan dunia, tetapi penyejuk mata dan hati yang mendekatkan kepada Allah.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar mengumpulkan berbagai doa yang diajarkan Rasulullah SAW.Para Nabi, sebagaimana terabadikan dalam Al-Qur’an juga telah mencontohkan doa-doa terbaik, seperti Nabi Ibrahim dan Zakariya AS untuk keturunan.

Dalam Buku Himpunan Doa-Doa Penting terbitan Kementerian Agama RI, serta Ebook Koleksi Doa dan Zikir karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah, doa-doa untuk anak menempati posisi istimewa sebagai amalan yang harus dijaga setiap hari.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah doa-doa agar anak menjadi saleh dan berbakti kepada orang tua.

7 Doa agar Anak Menjadi Saleh dan Berbakti kepada Orang Tua

1. Doa Nabi Ibrahim untuk Keturunan Saleh (QS. Ash-Shaffat: 100)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS sejak masa lajang, sebelum beliau dikaruniai anak, sebagai bukti kerinduan akan keturunan yang saleh.

Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Latin: Rabbi hab lî minas shâlihîn.

Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh."

Doa ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Ash-Shaffat ayat 100 dan merupakan doa yang selalu dipanjatkan Nabi Ibrahim AS sejak sebelum menikah. Para ulama menekankan bahwa doa ini mengajarkan pentingnya memohon keturunan yang saleh sejak dini, bahkan sebelum memiliki anak. Nabi Ibrahim AS tidak meminta banyak, tetapi meminta kualitas—seorang anak yang saleh yang akan menjadi kebanggaan di dunia dan akhirat.

2. Doa Nabi Ibrahim agar Anak dan Keturunan Mendirikan Salat (QS. Ibrahim: 40)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS agar dirinya dan seluruh keturunannya senantiasa menjaga salat—ibadah yang menjadi tiang agama.

Arab: رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Latin: Rabbij'alnî muqîmash shalâti wa min dzurriyyatî, rabbanâ wa taqabbal du'â'î.

Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40)

Doa ini mengajarkan bahwa salat adalah fondasi keberhasilan anak di dunia dan akhirat. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS tidak hanya berdoa untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk seluruh keturunannya agar tetap teguh dalam ibadah. Salat yang dijaga dengan baik akan menjadi benteng yang melindungi anak dari kemaksiatan dan mendekatkannya kepada Allah.

3. Doa Memohon Keturunan sebagai Penyejuk Hati (QS. Al-Furqan: 74)

Doa ini adalah doa agung yang dipanjatkan oleh orang-orang beriman, memohon agar pasangan dan keturunan menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan hati.

Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a'yunin waj'alnâ lil muttaqîna imâmâ.

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa maksud qurrata a'yun (penyejuk mata) adalah anak-anak yang saleh, taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi sesama. Doa ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya anak, tetapi pada kualitas ketakwaan dan bakti mereka. Anak yang saleh adalah penyejuk mata yang membuat orang tua merasa tenang dan bangga.

4. Doa Nabi Zakariya untuk Keturunan yang Baik (QS. Ali Imran: 38)

Nabi Zakariya AS memanjatkan doa ini ketika usianya telah lanjut, memohon kepada Allah agar dikaruniai keturunan yang baik.

Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Latin: Rabbi hab lî mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî'ud du'â'î.

Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa."

Doa ini menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk berdoa dan berharap kepada Allah. Nabi Zakariya AS berdoa dalam usia senja, namun Allah mengabulkan doanya dengan lahirnya Nabi Yahya AS. Imam Ath-Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan ketulusan dan keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.

5. Doa agar Anak Berbakti kepada Orang Tua

Doa ini khusus dipanjatkan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berbakti, taat, dan tidak durhaka kepada kedua orang tua.

Arab: اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

Latin: Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ birrahum.

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Kau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka."

Doa ini sering dipanjatkan oleh para guru dan ulama untuk memohon kebaikan bagi anak keturunan. Kata "birrahum" (kebaikan mereka) merujuk pada bakti dan ketaatan anak kepada orang tua. Doa ini mencakup permohonan keberkahan, perlindungan dari marabahaya, dan anugerah bakti dari anak-anak.

6. Doa agar Anak Diberi Taufik untuk Taat dan Berbakti

Versi lain dari doa untuk anak yang berbakti, dengan fokus pada permohonan taufik (kemampuan) untuk taat dan berbakti.

Arab: اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

Latin: Allâhumma bârik lî fî awlâdî wa lâ tadhurruhum wa waffiqhum li thâ'atika warzuqnî birrahum.

Artinya: "Ya Allah, berilah berkah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepada-Mu dan karuniakanlah hamba rezeki berupa bakti mereka."

Doa ini diriwayatkan sebagai salah satu doa yang dianjurkan oleh para ulama untuk memohon kebaikan bagi anak. Kata "taufik" berarti kemampuan dan kemudahan yang diberikan Allah untuk melakukan kebaikan.

Dengan doa ini, orang tua memohon agar anak-anak diberikan kemudahan dalam beribadah dan berbakti, serta dijauhkan dari segala marabahaya.

7. Doa Perlindungan Anak dari Gangguan Setan dan Penyakit Ain

Doa ini diajarkan Rasulullah SAW untuk melindungi anak-anak dari gangguan setan, binatang berbisa, dan penyakit ain (pandangan mata jahat).

Arab: أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Latin: U'îdzukumâ bi kalimâtillâhit tâmâti min kulli syaithânin wa hâmmatin wa min kulli 'aynin lâmmah.

Artinya: "Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, binatang melata, dan dari setiap mata yang jahat."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan merupakan bacaan perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW untuk anak-anak. Rasulullah SAW biasa membacakan doa ini untuk cucu-cucunya, Hasan dan Husain RA.

Doa ini mengajarkan bahwa perlindungan anak tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual—dari gangguan makhluk halus dan energi negatif yang dapat merusak pertumbuhan mereka.

Hikmah Doa agar Anak Menjadi Saleh dan Berbakti kepada Orang Tua

1. Anak Saleh sebagai Investasi Akhirat yang Tak Terputus

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amal seseorang terputus setelah wafat, kecuali tiga perkara, salah satunya adalah anak saleh yang mendoakannya. Ini adalah investasi akhirat yang terus mengalir—setiap doa yang dipanjatkan anak menjadi pahala yang mengalir bagi orang tua, bahkan ketika mereka telah tiada. Dengan berdoa agar anak menjadi saleh, seorang tua sebenarnya sedang membangun amal jariah yang akan terus mengalir hingga hari kiamat.

2. Doa Orang Tua untuk Anak adalah Doa Mustajab

Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang tua untuk anaknya termasuk dalam tiga golongan doa yang mustajab tanpa keraguan, bersama doa orang yang terzalimi dan doa musafir. Ini adalah kabar gembira yang luar biasa—doa yang dipanjatkan dengan tulus dan penuh kasih sayang memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Bahkan, doa orang tua untuk anaknya lebih mustajab daripada doa seorang wali terhadap anak tersebut.

3. Anak yang Saleh dan Berbakti adalah Penyejuk Hati dan Mata

Allah SWT berfirman bahwa keturunan yang saleh adalah "qurrata a'yun"—penyejuk mata dan hati. Seorang anak yang saleh dan berbakti membuat orang tua merasa tenang, bahagia, dan bangga. Ia menjadi kebanggaan keluarga, penyejuk di kala sedih, dan pelipur di saat gelisah. Investasi dunia ini tak ternilai harganya, karena kebahagiaan orang tua yang sesungguhnya terletak pada melihat anak-anaknya tumbuh dalam ketakwaan dan kebaikan.

4. Perlindungan dari Siksa Kubur dan Neraka

Dengan berdoa agar anak menjadi saleh, orang tua juga memohon perlindungan dari siksa kubur dan neraka bagi diri mereka sendiri dan anak-anaknya. Doa "Allâhumma bârik lî fî awlâdî" mencakup permohonan agar anak-anak dijauhkan dari segala marabahaya, termasuk azab neraka. Anak yang saleh akan menjadi sebab keselamatan orang tua, sebagaimana orang tua yang mendidik dengan baik akan menjadi sebab keselamatan anak.

5. Menjadi Teladan dan Pemimpin bagi Orang Lain

Doa "waj'alnâ lil muttaqîna imâmâ" (jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa) mengajarkan bahwa keluarga yang saleh tidak hanya baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi panutan bagi masyarakat. Anak yang saleh dan berbakti akan menjadi inspirasi bagi orang lain, menebarkan kebaikan, dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitarnya. Inilah investasi sosial yang memberikan dampak luas bagi peradaban.

Pertanyaan Seputar Doa Anak Saleh

1. Apakah doa orang tua untuk anaknya selalu dikabulkan?

Rasulullah SAW menyebut doa orang tua untuk anaknya termasuk tiga doa mustajab yang tidak diragukan lagi. Namun, pengabulan doa tetap dalam kehendak Allah—bisa dikabulkan segera, ditunda, atau diganti dengan yang lebih baik sesuai hikmah-Nya.

2. Doa apa yang paling utama untuk anak agar saleh?

Doa yang paling utama adalah yang dipanjatkan oleh para nabi, seperti doa Nabi Ibrahim "Rabbi hab lî minas shâlihîn" (QS. Ash-Shaffat: 100) dan doa dalam QS. Al-Furqan ayat 74. Doa-doa ini mencakup permohonan anak yang saleh dan berbakti secara komprehensif.

3. Apakah anak saleh bisa mendoakan orang tua yang sudah meninggal?

Ya, anak saleh yang mendoakan orang tua yang telah meninggal adalah salah satu amal yang pahalanya terus mengalir bagi orang tua. Inilah makna investasi akhirat yang tak terputus. Doa anak saleh menjadi amal jariah yang menghubungkan dunia dan akhirat.

4. Kapan waktu terbaik membaca doa untuk anak?

Doa untuk anak dapat dibaca kapan saja, tetapi waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, setelah salat fardhu, dan pada hari Jumat sangat dianjurkan. Doa ini sebaiknya dibaca secara rutin, minimal setiap selesai salat lima waktu.

5. Apa perbedaan anak saleh dan anak berbakti?

Anak saleh adalah anak yang taat kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya secara umum. Anak berbakti (birrul walidain) adalah anak yang khusus berbuat baik, taat, dan menghormati kedua orang tua—sebuah amalan yang sangat mulia dalam Islam. Anak saleh idealnya juga anak yang berbakti, karena ketaatan kepada Allah mencakup ketaatan kepada orang tua selama tidak bertentangan dengan syariat.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.