Putra dari penyerang legendaris Manchester United, Mark Hughes, secara tragis meninggal dunia akibat sindrom kematian mendadak pada orang dewasa, demikian terungkap dalam sebuah pemeriksaan koroner.
Pada Juni, Hughes mengumumkan kabar duka mengenai wafatnya putranya, Alex.
Alex bekerja di Grimsby Town sebagai kepala rekrutmen pemain saat ia meninggal dunia pada usia 38 tahun. Ia juga pernah mengemban peran di Manchester City, Fulham, AFC Fylde, dan Morecambe.
Karier bermainnya berlangsung singkat, dengan sempat membela Stockport dan Wrexham sebelum beralih ke bidang analisis. Ia kemudian bergabung dengan Blackburn Rovers pada 2007 sebagai analis performa.
Pemakaman Alex digelar bulan lalu di Gereja St Peter di Prestbury, Cheshire.
Sir Alex Ferguson memimpin daftar pelayat yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Alex. Di antara yang datang terdapat Bryan Robson, Ryan Giggs, Mike Phelan, dan Martin Edwards.
Alex meninggalkan istrinya, Jess, serta dua anak mereka, Sebastian dan Leonardo.
Dalam pemeriksaan koroner terungkap bahwa Alex meninggal setelah ambruk di lantai kamar tidurnya di rumah. Ia ditemukan oleh putra-putranya pada 19 Juni.
Putra sulungnya sempat melakukan CPR, namun upaya untuk menyelamatkannya tidak berhasil. Pengadilan Koroner Cheshire diberi tahu bahwa penyebab kematiannya telah ditetapkan oleh tim medis sebagai sindrom kematian mendadak pada orang dewasa.
Seperti dicatat Daily Mail, kondisi ini umumnya terjadi pada pria muda dan terdapat sekitar 800 kasus setiap tahun di Inggris.
Koroner wilayah Victoria Davies berkata, “Laporan post-mortem menunjukkan tidak ada hasil signifikan dari toksikologi. Tidak ada alkohol atau obat-obatan maupun obat resep.”
“Laporan patologi jantung menunjukkan kematian mendadak dengan jantung yang normal. Tidak ada temuan signifikan lainnya.”