Jakarta (ANTARA) - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia meyakini pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, akan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat daya tarik investasi di wilayah tersebut.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menyampaikan, pengembangan kawasan industri terpadu berskala besar di Pulau Madura menjadi bagian dari upaya membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.
"Kawasan tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan sektor manufaktur, pergudangan, dan energi ramah lingkungan, sekaligus menjadi magnet investasi baru yang memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang ekonomi dan investasi Indonesia bagian timur," kata Ma'ruf dalam keterangannya dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Akhmad Ma'ruf mengatakan, kolaborasi antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park akan membuka peluang lebih luas bagi perusahaan-perusahaan asal China untuk berekspansi ke Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Madura.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi kedua negara. Kawasan industri tersebut juga dirancang sebagai kawasan modern yang mendukung investasi manufaktur, logistik, hilirisasi, dan berbagai sektor strategis lainnya.
Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura merupakan bagian dari penguatan kerja sama ekonomi Indonesia dan China melalui pengembangan kawasan industri terintegrasi. Dalam kerja sama ini, sejumlah klaster industri asal China direncanakan masuk ke kawasan tersebut, mulai dari industri cokelat, matras, tekstil, hingga benang serta sektor manufaktur padat karya lainnya.
Sebelumnya, dalam keterangan resmi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kawasan industri ini akan semakin melengkapi hubungan ekonomi Indonesia dan China yang selama ini terus berkembang, baik melalui peningkatan investasi maupun perdagangan bilateral.
“Indonesia punya program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang terus akan kita dorong. Kawasan di Madura ini ke depannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik). Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang,” ujarnya.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan, pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.
“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok, tetapi juga menjadi langkah konkret Pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat pengembangan kawasan industri baru, dan membuka lebih banyak lapangan kerja," katanya.





