Tokyo (ANTARA) - Kota Hiroshima di Jepang, Kamis, memperingati 81 tahun serangan bom atom oleh Amerika Serikat di kota tersebut, di tengah semakin meningkatnya ketegangan global.
Ketegangan global tersebut diperparah dengan gagalnya pertemuan terbaru untuk meninjau Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dalam mencapai deklarasi konsensus.
Dalam pernyataan perdamaian yang akan dibacakan di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima, Wali Kota Kazumi Matsui akan mendesak pemimpin global untuk menolak menjadikan senjata nuklir sebagai penggentar.
Ia akan memperingatkan bahwa lunturnya ketakutan akan kekejaman senjata nuklir dapat memicu terulangnya tragedi separah yang diderita rakyat Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945.
Wali Kota Hiroshima juga akan menyerukan generasi muda agar mendorong tercapainya konsensus untuk memusnahkan senjata nuklir.
Sementara itu, kota Hiroshima akan mengheningkan cipta pukul 08:15 pagi, tepat dengan waktu pesawat pengebom AS Enola Gay menjatuhkan bom nuklir yang meledak di langit Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan menewaskan 140.000 orang hingga akhir tahun tersebut.
Upacara yang akan dihadiri Perdana Menteri Sanae Takaichi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya seruan peninjauan kembali terhadap tiga prinsip utama Jepang untuk tidak memproduksi, memiliki, ataupun mengizinkan senjata nuklir, menyusul kondisi keamanan kawasan yang memburuk.
Meski Jepang, sebagai satu-satu negara yang pernah menjadi korban bom nuklir, secara resmi mempertahankan tiga prinsip tersebut, pemerintah Jepang secara terpisah berupaya mengubah prinsip keamanan tersebut pada akhir tahun.
Adapun pada Mei lalu, konferensi peninjauan NPT, yang digelar lima tahun sekali, untuk ketiga kalinya gagal mencapai konsensus meski rapat berlangsung satu bulan penuh di New York.
Situasi tersebut terjadi di tengah konflik besar yang berlangsung, termasuk perang AS terhadap Iran dan invasi Rusia ke Ukraina.
Tiga hari setelah serangan bom nuklir meluluhlantakkan Hiroshima, bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki, Jepang barat daya. Jepang menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, sehingga mengakhiri Perang Dunia II.
Rata-rata usia korban selamat bom atom, atau dikenal sebagai "hibakusha", yang diakui pemerintah dan sekarang masih hidup, mencapai 86 tahun, menurut otoritas Hiroshima.
Sumber: Kyodo





