Jamaah haji Indonesia telah menerima semua pelayanan yang diberikan dengan sangat memuaskan

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang tercatat sebesar 83,28 poin atau meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 81,46 poin.

“IKLHI tahun 2026 mencapai 83,28 poin meningkat dibandingkan dengan tahun 2025,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Gedung BPS, Jakarta, Kamis.

Pengukuran IKLHI tersebut merupakan metodologi baru yang diterapkan oleh BPS yang mengukur kualitas penyelenggaraan ibadah haji secara lebih komprehensif mulai tahun 2026.

Amalia mengatakan penyempurnaan metodologi dilakukan untuk menggantikan Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) yang selama ini digunakan.

“Mulai tahun 2026 BPS melakukan penyempurnaan metode perhitungan dari IKJHI menjadi IKLHI,” katanya.

Menurut dia, pembaruan tersebut dilakukan karena metode sebelumnya memiliki sejumlah keterbatasan, yakni hanya mengukur layanan di luar negeri, lebih berfokus pada hasil (output) layanan, serta masih mengacu pada regulasi lama.

Melalui IKLHI, BPS mengukur layanan lebih menyeluruh, mencakup pelayanan di dalam dan luar negeri, menilai proses sekaligus hasil layanan, serta menyesuaikan indikator dengan regulasi terbaru penyelenggaraan ibadah haji.

Cakupan layanan dalam negeri meliputi pelayanan petugas haji, pelayanan ibadah, transportasi menuju bandara, akomodasi embarkasi, konsumsi, administrasi, keuangan, hingga layanan kesehatan.

Sementara itu layanan luar negeri mencakup pelayanan petugas, ibadah di Arab Saudi, transportasi, akomodasi hotel dan tenda, konsumsi, serta layanan kesehatan yang untuk pertama kalinya menjadi dimensi penilaian tersendiri.

Sementara jika menggunakan metode lama yakni IKJHI hasil survei tetap meningkat signifikan menjadi 91,45 poin atau naik dari tahun sebelumnya yang tercatat 88,46 poin.

"Jamaah haji Indonesia telah menerima semua pelayanan yang diberikan dengan sangat memuaskan," ucapnya.

Amalia menjelaskan survei IKLHI 2026 dilaksanakan terhadap 14.400 responden yang terdiri atas 1.600 orang untuk pengukuran layanan dalam negeri serta masing-masing 6.400 haji gelombang pertama dan kedua untuk layanan di Arab Saudi.

Berdasarkan titik pengamatan, bandara menjadi lokasi dengan tingkat kepuasan tertinggi sebesar 84,76 poin, disusul Makkah 82,59 poin, dan Madinah 82,53 poin. Adapun kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) memperoleh nilai 79,70 poin, terendah dibandingkan lokasi lainnya, meski tetap menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut jenis layanan, seluruh aspek memperoleh nilai di atas 81 poin. Layanan transportasi mencatat skor tertinggi sebesar 83,13 poin, sedangkan layanan kesehatan menjadi yang terendah dengan 81,93 poin.

Khusus di Armuzna, Amalia mengatakan seluruh jenis layanan mengalami peningkatan dibandingkan 2025. Peningkatan terbesar terjadi pada layanan konsumsi yang naik 4,85 poin menjadi 81,16 poin, diikuti transportasi yang meningkat 4,03 poin.

Sementara layanan petugas haji mencapai 81,91 poin, layanan kesehatan 81,51 poin, layanan ibadah 80,46 poin, dan layanan akomodasi meningkat tipis menjadi 0,68 poin lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menilai hasil tersebut menunjukkan adanya perbaikan kualitas pelayanan pada fase puncak penyelenggaraan ibadah haji, terutama pada aspek konsumsi dan transportasi yang dirasakan langsung oleh jamaah.