TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Konferensi atau pertemuan dua tahunan yang mempertemukan para praktisi pemasaran, media, agensi, kreator, dan penyedia teknologi terbesar di kawasan Asia-Pasifik, Asia Pacific Media Forum (APMF) kembali di gelar.
Berlangsung dari 5 - 7 Agustus 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, yang merupakan salah satu tempat penyelenggaraan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) terbesar di Indonesia.
APMF 2026 mengusung tema "Blueprint The Beyond" dimana tema tahun ini menandai perubahan fokus APMF dari sekadar forum diskusi menjadi ruang bersama untuk merancang masa depan industri media, brand, dan agency di tengah disrupsi teknologi.
Dan KG Media kembali turut berpartisipasi pada penyelenggaraan APMF 2026 dengan menghadirkan KG Media Land, sebuah area interaktif yang menghadirkan berbagai pengalaman menarik dari ekosistem KG Media.
Melalui booth ini, pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas hiburan, permainan, hingga kesempatan memperoleh berbagai hadiah menarik.
Selama penyelenggaraan APMF 2026, KG Media Land menghadirkan berbagai aktivitas interaktif bagi para pengunjung seperti Selekta by Sonora pagi dan sore hari, main bareng Roblox: BoBo The Origin, dan Ballot Reveal Borobudur Marathon (setiap pembelian Kompas.id dan Harian Kompas berkesempatan memperoleh slot Borobudur Marathon).
Pada hari kedua KG Media Land menghadirkan aktivitas One Liner Challenge bersama finalis Komika Alumni Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) season 12 di Kompas TV, Firsyal Dwianja.
"Jadi kita mengundang teman-teman yang ada di APMF ini mampir di booth kita (KG Media Land) dan akan kita kasih salah satunya tiga pasang tiket SUCI Fest 2026 karena bulan Oktober Kompas TV akan ada SUCI Fest," ujar Firsyal.
Ia pun mengungkapkan bahwa selama dengan SUCI 12 banyak mendapat pengalaman dan perubahan baik bagi dirinya sendiri maupun untuk perkembangan komika di Indonesia itu sendiri.
"Ketika masuk SUCI, pasti after-nya itu kerasa feel-nya beda dan banyak orang lebih jangkauan yang tahu juga pasti itu cukup terlihat karena kan Kompas TV itu TV Nasional. Jadi, ketika komika ada di SUCI, pasti setelahnya itu karirnya biasanya akan lebih bagus. Dan memang ini kompetisi terlama dan tertua Stand Up Comedy di Indonesia," ungkap Firsyal yang harus terhenti dan mengalami close mic di babak 7 besar.
Komika asal Jakarta Timur ini berharap SUCI kedepannya akan lebih seru dan setiap tahunnya harus ada, karena regenerasi komika makin tahun makin banyak dan makin banyak yang lucu di luar sana.
"Tapi SUCI kan punya filternya sendiri dan harapannya buat SUCI long lasting (selalu di selenggarakan setiap tahun)," ucap trainer public speaking bersertifikat BNSP ini.
Selain menghadirkan berbagai aktivitas interaktif di KG Media Land, General Manager Sustainability & Communication KG Media Dimas Fikhriadi, turut menjadi salah satu pembicara dalam rangkaian APMF 2026 dan membawakan topik “From Fandom To Checkout: How IP Shapes Consumer Decisions”.
Dimas menyampaikan pihaknya di Kompas membuat sebuah riset tentang bagaimana Gen Z menanggapi dan menyikapi kolaborasi antara brand dengan Intellectual Property atau IP.
"Gambaran yang kita berikan adalah sebenarnya Intellectual Property itu bisa jadi pintu masuk, tapi untuk membuat konsumen mau benar-benar membeli dan berinteraksi dengan produknya, yang dibutuhkan adalah brand itu mendesain experience-nya buat si konsumen," imbuhnya.
Dimas mencontohkan ketika salah satu brand berkolaborasi mengeluarkan sebuah produk dan untuk produk itu dikenal orang tentu dia bekerja sama dengan IP.
Akan tetapi tetap brand tersebut harus menyiapkan sebuah strategi tentang bagaimana kemudian orang mau membelinya, orang mau membelinya lagi.
"Jadi transaksi berulang dan itu jadi tantangan tersendiri sebenarnya. Saya melihatnya karena ini adalah para praktisi di bidang marketing, periklanan, dan media, mudah-mudahan apapun yang kami bawakan, yang kami share ini, bisa memberikan semacam panduan kalau mereka mau bikin kampanye yang bekerja sama dengan IP, paling tidak sudah ada roadmap-nya," tutur Dimas.
Menurutnya dengan sebuah studi untuk memahami cara berpikir Gen Z karena Gen Z adalah market paling besar hari ini di Indonesia, sehingga yang kita harapkan sebenarnya ke depannya adalah banyak kolaborasi yang bisa kita lakukan untuk lebih memahami generasi yang punya perilaku berbeda dari para pendahulunya.(*)