Sungai Danube Surut, 20 Bangkai Kapal Nazi hingga Tulang Mammoth Muncul
GH News August 06, 2026 04:09 PM
Jakarta -

Surutnya permukaan air Sungai Danube akibat kekeringan ekstrem memunculkan bangkai kapal-kapal perang Jerman dari Perang Dunia II hingga fosil mammoth.

Fosil mammoth berbulu (woolly mammoth) yang terkubur selama ribuan tahun di sungai tersebut ditemukan di dasar sungai yang mengering.

Sungai terpanjang kedua di Eropa itu kini mengalami penyusutan debit air hingga ke level terendah. Dampaknya tak hanya memunculkan peninggalan sejarah, tetapi juga mengganggu aktivitas pelayaran dan mengancam operasional pembangkit listrik di sejumlah negara Eropa Tengah dan Timur.

Di dekat Pelabuhan Prahovo, Serbia, yang berada di perbatasan Serbia dan Rumania, lambung kapal berkarat hingga tiang kapal yang dulu menjadi tempat berkibarnya bendera Nazi kini kembali terlihat dari permukaan air. Sedikitnya 20 bangkai kapal perang dapat disaksikan langsung dari tepi sungai.

Dilansir dari , Kamis (6/8/2026) menerut para sejarawan, kapal-kapal itu merupakan bagian dari armada Laut Hitam milik Jerman Nazi yang sengaja ditenggelamkan pada September 1944 saat pasukan Jerman mundur dari Rumania akibat serangan Uni Soviet.

Sekitar 200 kapal perang ditenggelamkan di kawasan ngarai Danube dekat Prahovo untuk memperlambat laju pasukan Soviet di Balkan. Namun, Jerman akhirnya menyerah pada Mei 1945.

Sebagian bangkai kapal masih menyimpan bahan peledak sehingga hingga kini belum seluruhnya dapat dievakuasi. Pemerintah Serbia bersama Uni Eropa telah lama berupaya menangani bangkai kapal tersebut, tetapi prosesnya terkendala faktor keselamatan.

Munculnya bangkai kapal perang Jerman PD II di Sungai DanubeKemunculan bangkai kapal perang Jerman di Sungai Danube. (Djordje Kojadinovic / REUTERS)

Warga Prahovo, Ivica Gavrilovic, mengatakan banyak orang penasaran ingin melihat kapal-kapal itu. Namun, akses menuju lokasi masih tidak mudah.

"Orang-orang masih belum tahu bagaimana cara mencapai kapal-kapal itu," katanya saat mengantar satu keluarga menggunakan perahu kecil miliknya.

Surutnya air Danube juga membuat jalur pelayaran semakin sulit dilalui. Krsta Brandic, warga Prahovo lainnya, mengatakan kapal-kapal besar kini hampir tidak bisa melintas.

"Seperti yang bisa Anda lihat, kapal-kapal besar sudah tidak bisa melintas lagi," ungkap Brandic.

Fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Pada 2024, puluhan bangkai kapal Nazi juga muncul setelah kawasan tersebut dilanda kekeringan hebat.

Peristiwa serupa sebelumnya terjadi pada 2022 ketika permukaan Sungai Danube mencapai rekor terendah. Di sisi lain, penyusutan air Sungai Danube juga membawa temuan penting di Bulgaria.

Tersingkapnya Fosil Mammoth dari Dasar Sungai

Kemunculan fosil mammpth di Sungai Danube yang mengeringKemunculan fosil mammoth di Sungai Danube. (Lyuboslav Yordanov/Slivo pole municipality/Handout via REUTERS)

Direktur Museum Sejarah Regional, Nikolay Nenov, menjelaskan fragmen tulang yang ditemukan di dekat Kota Ruse kemungkinan besar berasal dari mammoth berbulu yang hidup pada zaman es. Dan para ahli telah mengidentifikasi tulang rahang, pecahan gading, bagian tulang belikat, serta tulang paha.

"Warna tulangnya yang gelap kemungkinan menunjukkan bahwa hewan itu menghabiskan banyak waktu di lingkungan berawa," jelas Nenov.

Ia menambahkan fosil tersebut memiliki nilai penting karena ditemukan dalam kondisi terawat dan terkumpul di satu lokasi, yang menunjukkan seluruh fragmen kemungkinan berasal dari satu mammoth yang sama. Mammoth berbulu diketahui hidup berdampingan dengan manusia purba sebelum akhirnya punah sekitar 4.000 tahun lalu.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.