Meroket Pengangguran di Jambi Bertambah 2.900 Orang, Pekerja Paruh Waktu Melonjak
Tommy Kurniawan August 06, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat jumlah pengangguran di Jambi bertambah sekitar 2,9 ribu orang dalam tiga bulan terakhir. Meski penyerapan tenaga kerja masih meningkat, kualitas pasar kerja justru mengalami penurunan, ditandai berkurangnya pekerja formal dan melonjaknya pekerja paruh waktu.

Berdasarkan data BPS, jumlah pengangguran pada Mei 2026 mencapai 77,55 ribu orang, meningkat dari sekitar 74,65 ribu orang pada Februari 2026. Kenaikan tersebut membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) naik dari 3,98 persen menjadi 4,10 persen.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menjelaskan kenaikan pengangguran bukan dipicu perlambatan ekonomi secara umum, melainkan lebih dipengaruhi faktor musiman.

Menurutnya, pada triwulan pertama banyak perempuan, khususnya ibu rumah tangga, ikut bekerja di sektor perdagangan menjelang Ramadan. Setelah momentum tersebut berakhir, sebagian besar kembali tidak bekerja sehingga angka pengangguran perempuan meningkat.

Baca juga: IPW Sebut Listyo Sigit Tetap Jadi Kapolri, Isu Pergantian Diduga dari Kawanan Febrie Adriansyah

Baca juga: Lawan Kejagung dan Polri, Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan

Aidil mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan tenaga kerja laki-laki. Bahkan, tingkat pengangguran laki-laki justru mengalami penurunan.

Dengan demikian, kenaikan TPT lebih banyak dipengaruhi berakhirnya pekerjaan musiman yang sebelumnya menyerap tenaga kerja perempuan.

Meski demikian, aktivitas ketenagakerjaan di Jambi masih menunjukkan pertumbuhan.

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 mencatat jumlah angkatan kerja mencapai 1,89 juta orang, bertambah sekitar 18 ribu orang dibanding Februari 2026.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja juga meningkat sekitar 15,3 ribu orang menjadi 1,81 juta orang.

Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan tambahan sekitar 9,3 ribu pekerja.

Namun, BPS menilai peningkatan tersebut belum sepenuhnya diikuti perbaikan kualitas pekerjaan.

Proporsi pekerja di sektor formal turun menjadi 44,16 persen, atau berkurang 3,62 poin persentase dibandingkan Februari 2026.

Di sisi lain, persentase pekerja paruh waktu meningkat 17,82 poin persentase, sementara setengah pengangguran turun 4,75 poin persentase.

Kondisi tersebut menunjukkan tambahan lapangan kerja yang tercipta masih didominasi pekerjaan dengan jam kerja terbatas dan belum sepenuhnya memberikan kepastian kerja.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pasar kerja Jambi masih menunjukkan tren positif dari sisi penyerapan tenaga kerja. Namun, fluktuasi pekerjaan musiman masih menjadi faktor yang memengaruhi dinamika tingkat pengangguran.

Asisten Gubernur Jambi Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agus Sunaryo, mengatakan kenaikan TPT menjadi perhatian pemerintah daerah.

"Memang tingkat pengangguran terbuka mengalami peningkatan. Artinya masih ada beberapa indikator yang harus dievaluasi sehingga bisa diketahui apa penyebabnya," kata Agus.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat sektor-sektor produktif melalui optimalisasi belanja daerah, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja baru.

Pemerintah juga mewaspadai perlambatan sejumlah sektor usaha, khususnya pertambangan batu bara yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Jambi.

Data BPS menunjukkan pasar kerja Jambi masih mampu menciptakan tambahan kesempatan kerja. Namun, meningkatnya jumlah pengangguran dan berkurangnya pekerja formal menjadi sinyal bahwa tantangan ketenagakerjaan tidak lagi hanya soal jumlah lapangan kerja, tetapi juga kualitas pekerjaan yang tersedia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.