Sempat Dirawat Akibat Sesak Napas, Korban Selamat Karhutla di Ketapang Kini Diizinkan Pulang
Try Juliansyah August 07, 2026 12:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG — Kondisi kesehatan Daryono (60), korban selamat dalam tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Poros Pelang–Tumbang Titi, Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, dipastikan membaik. 

Warga SP 2 Sengkahan, Kecamatan Tumbang Titi ini telah resmi diperbolehkan keluar dari RSUD dr Agoesdjam Ketapang untuk kembali ke kediamannya.

Daryono sebelumnya terpaksa dilarikan ke ruang perawatan intensif usai mengalami gangguan pernapasan hebat akibat paparan asap pekat saat karhutla menerjang kawasan tersebut pada Selasa (4/8/2026) malam.

Hasil Observasi Menunjukkan Kondisi Stabil

Direktur RSUD dr Agoesdjam Ketapang, drg Basaria Rajaguguk, mengonfirmasi bahwa pasien telah melewati masa kritis dan menjalani observasi medis secara menyeluruh sebelum dinyatakan pulih pada Rabu (5/8/2026) pagi.

"Pasien sudah diperbolehkan pulang kemarin pagi," ujarnya pada Kamis (6/8/2026).

Basaria memaparkan, saat awal tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis langsung mengambil langkah cepat menangani keluhan sesak napas yang dialami korban.

Respons medis darurat berhasil meredakan gejala akut yang dirasakan Daryono.

"Sebelum kejadian pasien sempat kontrol di Poli Interna di Fatima, dan ada riwayat penyakit jantung," kata Basaria menjelaskan latar belakang medis pasien.

Baca juga: Karhutla Ketapang Makan Korban Jiwa, Sekda Turun Langsung Tinjau Lokasi Kebakaran

Penanganan Medis Cepat dan Terapi Oksigen

Meski memiliki riwayat medis bawaan, hasil pemeriksaan tanda-tanda vital saat pasien masuk menunjukkan indikator yang relatif stabil.

Namun, guna mengantisipasi komplikasi pernapasan akibat paparan asap karhutla, pasien tetap diwajibkan menjalani rawat inap observasi selama satu malam.

"Saat datang langsung diberikan oksigen, pemeriksaan semua masih dalam batas normal. Saturasi dalam tubuh lebih dari 97 persen, frekuensi napas normal, suara napas masih dalam batas normal," ujar Basaria.

"Namun tensi saat datang 160-an. Kami melakukan observasi kondisi pasien, keesokan harinya kondisi membaik dan diperbolehkan pulang," jelasnya.

Tragedi Karhutla Pelang–Tumbang Titi

Peristiwa karhutla di Jalan Poros Pelang–Tumbang Titi pada Selasa malam itu menyisakan duka mendalam.

Musibah asap pekat dan kobaran api tersebut menelan satu korban jiwa, yakni Taufik Hidayat (26), yang diduga terjebak saat melintasi jalur rawan tersebut.

Beruntung, Daryono berhasil dievaluasi dan selamat dari maut. Usai mendapatkan penanganan medis intensif akibat dampak hirupan asap, ia kini telah dinyatakan sembuh dan dapat berkumpul kembali bersama keluarganya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.