Jonathan Andrew Yau Gagal Jadi Siswa SCMP Sulsel, Diberi Pilihan Ikut Program Religi atau Mundur
Edi Sumardi August 07, 2026 07:22 AM

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Nama lengkapnya Jonathan Andrew Yau, usianya 15 tahun.

Jonathan mengubur mimpinya melanjutkan sekolah menengah atas (SMA) di Sekolah Cendekia Merah Putih (SCMP) Sulsel, di Makassar.

Padahal, ia menempati urutan kedua saat seleksi penerimaan siswa baru.

Dinas Pendidikan Sulsel memberinya dua pilihan; mengikuti program malam SCMP yang bernuansa religi atau mundur sukarela.

Tribun Timur mendapatkan informasi awal, Senin (3/8/2026) awal pekan ini.

Jonathan menggebu-gebu ikut tes masuk SCMP, karena telah menerima penjelasan akan lebih membuka peluang untuk meraih cita-citanya, kuliah di University of Oxford, di Inggris.

Baca juga: Cara Daftar Sekolah Cindekia Merah Putih di Gedung Mulo Makassar, Terima 100 Siswa Laki-laki

Setelah konsultasi dengan keluarga, Jonathan memilih mengundurkan diri dari sekolah yang memadukan kurikulum nasional dan internasional tersebut.

Siswa berprestasi ini memilih melanjutkan sekolah di SMA 1 Parepare.

Kasus pengunduran diri Jonathan, memantik kritikan dari anggota DPRD Parepare dari PKS, Sappe.

Menurutnya, sekolah boarding school milik Pemprov Sulsel itu dinilai belum siap memfasilitasi sarana ibadah dan pengajar bagi siswa nonmuslim dianggap sebagai bentuk tindakan intoleran.

Menurut Sappe, status SCMP sebagai sekolah negeri yang dibiayai anggaran negara seharusnya terbuka untuk seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang agama.

"Kalau melihat pemerintah membuka sekolah seperti ini, tentunya terbuka secara umum tanpa melihat latar belakang agama, suku, dan bahasa. Ini sekolah Cendekia secara umum, bukan sekolah berbasis agama atau pesantren," tegas Sappe.

Apa kata Dinas Pendidikan Sulsel?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.