Heboh Temuan 995 Senpi di Sekolah Swasta, Berasal dari Ruangan Mirip Bunker Eks Ketua Yayasan
Azis Husein Hasibuan August 07, 2026 07:53 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Temuan mengejutkan terjadi di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, setelah aparat menemukan ratusan senjata api yang tersimpan di salah satu ruangan.

Jumlah senjata yang ditemukan tidak sedikit, mencapai 995 unit, sehingga langsung menarik perhatian pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan yang kini menangani proses pendalaman kasus.

Pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan terkait keberadaan ratusan senjata api di lingkungan sekolah tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan karena lokasi penyimpanan senjata berada di area pendidikan yang seharusnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Hingga kini, petugas masih mengumpulkan berbagai informasi guna mengungkap asal-usul serta legalitas senjata yang ditemukan.

Kasi Humas Polda Metro Jaya, AKP Joko Adi Wibowo, menyampaikan bahwa proses hukum masih berada pada tahap awal.

"Terhadap perkara, saat ini pada tahap penyelidikan," kata Joko, Kamis (6/8/2026).

Penyidik juga berupaya menelusuri pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan keberadaan senjata tersebut.

Selain memeriksa lokasi penemuan, polisi akan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang dianggap mengetahui kondisi di lapangan.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan apakah senjata-senjata tersebut memiliki izin resmi atau justru berkaitan dengan pelanggaran hukum.

Besarnya jumlah senjata yang ditemukan membuat kasus ini menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai pertanyaan.

Masyarakat pun menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan aparat guna mengungkap fakta sebenarnya di balik temuan tersebut.

Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan proses penyelidikan masih terus berjalan dan belum ada kesimpulan akhir yang ditetapkan.

Berikut lima fakta penting terkait penemuan 995 senjata api di sekolah swasta kawasan Jakarta Selatan yang kini tengah diusut polisi.

1. Ditemukan senpi hingga pembuat peluru

Sebanyak 995 senpi yang ditemukan itu terdiri dari kaliber 5.56, kaliber 40 dan 9 mili, walther, kaliber 22, hingga karabin m4.

Tak hanya itu, ada juga alat pembuat peluru, wadah penyimpan peluru (magazine) jenis glock, dan 30 amunisi.

"Ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesori senjata yang lain," kata kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, Kamis (6/8/2026), dilansir Kompas.com.

"(Ada juga) alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini?" imbuhnya.

2. Temuan narkoba hingga VCD asusila

Selain ratusan senpi, ditemukan juga boks hitam berisi VCD asusila, serta tiga bungkus narkoba jenis ganja dan sabu-sabu.

3. Ruangan ditempati eks Ketua Yayasan yang dipecat

Lokasi ditemukannya 995 senpi adalah ruangan yang pernah ditempati mantan Ketua Pengurus Yayasan, IWD.

IWD diketahui sudah dipecat sejak April 2026, karena dugaan penyalahgunaan dana yayasan.

Ia diduga membeli tanah yang diatasnamakan istrinya, menggunakan uang yayasan.

"Jadi alasan dipecat itu adalah karena ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi," jelas Hermawanto, dikutip dari Wartakotalive.com.

4. Ada ruangan seperti bunker

Lebih lanjut, Hermawanto mengatakan masih ada ruangan seperti bunker dan ruangan-ruangan lain yang masih terkunci.

Ia menyebut kunci ruangan seperti bunker, diduga dibawa oleh IWD.

Ruangan-ruangan yang terkunci itu belum diketahui apa isinya.

Karena itu, pihak sekolah berharap polisi bisa segera menindaklanjuti soal dugaan bunker tersebut.

"Ada ruangan yang belum bisa kami buka, kami berharap ruangan yang berbentuk seperti bunker itu segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka," ucap Hermawanto.

"Kami berharap tidak ada lagi senjata yang ditemukan di sana," imbuh dia.

Ruangan seperti bunker itu diduga kuat menjadi pintu keluar-masuk untuk membawa senpi dan obat-obatan terlarang.

Ruangan tersebut juga diduga kuat digunakan untuk menyembunyikan barang-barang berharga lainnya.

"Ada pintu belakang (untuk) masuk, debarkasi-embarkasi barang yang berbahaya di situ bisa dia lakukan diam-diam di belakang," tutur Hermawanto.

5. Awal temuan 995 senpi

Temuan 995 senpi ini bermula saat pihak sekolah hendak membuka ruangan untuk mengambil kebutuhan siswa pada 10 Juli 2026.

Namun, saat ruangan dibuka, ditemukan ratusan senpi dan amunisi yang terbungkus rapi.

"Namun, tiba-tiba ketika kita membuka kepentingan untuk sekolah ini, kita temukan peralatan yang disebut senjata."

"Air gun yang bisa membunuh karena larasnya itu polos tidak ada alur," ungkap Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, Kamis, masih dari TribunJakarta.com.

Atas temuan itu, pihak sekolah melapor kepada Polres Metro Jakarta Selatan untuk meminta pendampingan.

"Kami laporkan itu karena ini semua ditemukan di dalam ruangan Ketua Yayasan yang sudah kami pecat," kata Hermawanto.

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan yang mendampingi pun lantas membuat laporan model A.

Laporan model A adalah laporan tindak pidana yang dibuat secara resmi oleh polisi yang mengalami, mengetahui, atau menemukan langsung peristiwa pidana saat bertugas.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.