Berita Populer Padang: Jual Pacar di MiChat, Festival Telong-Telong, Laka Motor & Truk Masuk Jurang
Rezi Azwar August 07, 2026 10:27 AM

Sejumlah peristiwa menarik perhatian publik di Kota Padang, mulai dari aksi kriminalitas, kemeriahan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, hingga insiden lalu lintas di jalur rawan.

Pihak kepolisian dari Polda Sumbar berhasil mengungkap dan menangkap pria yang nekat menjual kekasihnya lewat aplikasi MiChat.

Kemudian, ribuan warga memadati Pantai Padang untuk menyaksikan Festival Telong-Telong.

Di sisi lain, insiden kecelakaan juga mewarnai sudut kota, mulai dari sepeda motor yang menabrak plang perlintasan kereta saat subuh hingga truk pengangkut bibit jagung yang masuk jurang di Kelok Banto, Sitinjau Lauik.

Baca selengkapnya:

1. Pria di Padang Jual Pacar Lewat MiChat, Raup Uang dari Prostitusi Online

KASUS TPPO - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kombes Pol Teddy Fanani, memberikan keterangan kepada awak media di Mapolda Sumbar, Kamis (6/8/2026), terkait pengungkapan kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bermodus prostitusi online melalui aplikasi MiChat di Kota Padang. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Barat mengungkap kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bermodus prostitusi online melalui aplikasi MiChat.

Dalam kasus ini, seorang pria berinisial FH ditangkap setelah diduga memperdagangkan pacarnya sendiri melalui dua akun MiChat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kombes Pol Teddy Fanani, mengatakan pelaku menggunakan dua akun MiChat bernama Kayla Putri dan Caca untuk menawarkan korban kepada pelanggan.

"Pelaku membuat dua akun MiChat menggunakan foto pacarnya sendiri. Perempuan tersebut memang bekerja sama dengan pelaku. Pelaku yang mencari pelanggan, sedangkan perempuan itu yang menerima pelanggan," kata Teddy Fanani kepada TribunPadang.com, Kamis (6/8/2026).

Baca juga: Hilang di Hutan Agam, Lansia 67 Tahun Ditemukan Kedinginan dan Luka Ringan

Menurut Teddy, praktik tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan dan menjadi sumber penghasilan sehari-hari pelaku.

Dalam sehari, pelaku mampu mendapatkan dua hingga tiga pelanggan melalui aplikasi tersebut.

"Aksi ini sudah berlangsung kurang lebih satu bulan. Dalam sehari bisa menerima dua sampai tiga orderan," ujarnya.

Pelaku akhirnya ditangkap petugas di salah satu homestay di Kota Padang saat menjalankan aktivitas tersebut.

Teddy menjelaskan, meski perempuan yang menjadi korban merupakan pacar pelaku dan diduga bekerja sama, perbuatan tersebut tetap memenuhi unsur tindak pidana perdagangan orang karena pelaku memperoleh keuntungan dengan mengeksploitasi orang lain untuk tujuan prostitusi.

"Yang dilakukan pelaku adalah memperdagangkan orang untuk memperoleh keuntungan sebagai mata pencarian sehari-hari. Karena itu, perbuatannya masuk dalam unsur tindak pidana perdagangan orang," jelasnya.

Baca juga: Truk Pengangkut Bibit Jagung Masuk Jurang di Sitinjau Lauik Padang

Atas perbuatannya, FH dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Ancaman hukuman terhadap pelaku berkisar antara tiga hingga 15 tahun penjara.

Polda Sumbar menegaskan akan terus menindak tegas praktik perdagangan orang, termasuk yang memanfaatkan platform digital dan aplikasi percakapan untuk menjalankan prostitusi online.

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mengarah pada tindak pidana perdagangan orang agar dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. (*)

2. Festival Telong-telong Ramai di Pantai Padang, Warga Padati Kawasan Cimpago Sejak Malam

FESTIVAL TELONG-TELONG- Suasana di Festival Telong-telong dalam rangka memeriahkan HJK Padang, di Pantai Cimpago kawasan Pantai Padang, Kamis (6/8/2026) malam.
FESTIVAL TELONG-TELONG- Suasana di Festival Telong-telong dalam rangka memeriahkan HJK Padang, di Pantai Cimpago kawasan Pantai Padang, Kamis (6/8/2026) malam. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Masyarakat memadati Pantai Cimpago di kawasan Pantai Padang, Kota Padang untuk menyaksikan Festival Telong-telong, Kamis (6/8/2026) malam.

Festival ini merupakan bagian dari rangkaian untuk memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 20.03 WIB, tampak masyarakat sudah memadati area di Pantai Cimpagp Padang.

Arus lalu lintas juga terpantau tersendat saat masuk dari jalan kecil di depan rusunawa.

Di bagian tulisan "Pantai Padang" masyarakat telah memadati area. Mulai dari masyarakar yang tergabung dalam arak-arakan ataupun yang menyaksikan.

Baca juga: Pasaman Barat Percepat Eliminasi Tuberkulosis, Libatkan Seluruh Fasilitas Kesehatan

Petugas kepolisian dan Dishub juga standby di lokasi, untuk mengatur arus lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan.

Di lokasi, tampak berbagai kendaraan arak-arakan sudah dihiasi seperti bangunan adat, buah durian, hingga berbentuk gapura beruliskam "PT. Semen Padang".

Bunyi drum band dari para peserta pawai juga memeriahkan malam di sepanjang kawasan Pantai Padang.

Selain itu, para peserta pawai tidak hanya anak-anak, namun juga ada remaja hingga orang dewasa.

Mereka mengenakan pakaian adat, dan ada juga mengenajan pakaian drum band masing-masing.

Tak hanya itu, di bagian bibir pantai, hiasan lampu kuning milik pedagang membuat suasa malam semakin indah.

Baca juga: Satu Bank Sampah, Seribu Harapan: Mahasiswa KKN UNP Bangun Kepedulian Lingkungan di Sawahlunto

Di tepi pantai, anak-anak juga bermain air yang juga diawasi oleh orang tua mereka. 

Salah satu pengunjung, Aina, mengatakan ia datang dari Lubuk Lintah menuju Pantai Cimpago hanya untuk menyaksikan Festival Telong-telong.

Ia mengaku sudah berangkat sejak pukul 19.45 WIB, dan mendekati kawasan sudah menyaksikan antusias dari para pengunjung lainnya.

"Festivalnya ramai, baru kali ini saya menyaksikannya, banyak masyarakat datang untuk melihat," ucapnya.

Menurutnya, festival seperti ini perlu dilestarikan saat memeriahkan HJK Padang, agar bisa memperkuat budaya Minangkabau.

Selain itu, para pengunjung dari mancanegara juga dapat menyaksikan keindaham dan ragam budaya di Minangkabau.

"Bagi saya, ini perlu dilestarikan, selain memikat pengunjung, juga memperkenalkan budaya Minangkabau ke orang luar," tambahnya. (*)

3. Motor Beat Tabrak Plang Perlintasan Kereta Api di Padang, Pengendara Tewas di Lokasi

KECELAKAAN LALU LINTAS - Petugas kepolisian saat berada di TKP kecelakaan tunggal di depan Asia Biskuit, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (6/8/2026). Kanit Laka Lantas Padang, Iptu Zulkifli sebut korban dinyatakan meninggal dunia di TKP.
KECELAKAAN LALU LINTAS - Petugas kepolisian saat berada di TKP kecelakaan tunggal di depan Asia Biskuit, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (6/8/2026). Kanit Laka Lantas Padang, Iptu Zulkifli sebut korban dinyatakan meninggal dunia di TKP. (TribunPadang.com/Polresta Padang)

Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Prof Dr Hamka, tepatnya di depan Asia Biskuit, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (6/8/2026) sekira pukul 05.33 WIB.

Kanit Laka Lantas Polresta Padang, Iptu Zulkifli, mengatakan kecelakaan melibatkan satu unit sepeda motor Honda Beat BA 2718 AAB yang menabrak plang pintu perlintasan kereta api.

"Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Parupuk Tabing, akibat sepeda motor menabrak plang pintu perlintasan kereta api," ucapnta saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan kronologi kejadian, bermula ketika sepeda motor Honda Beat BA 2718 AAB datang dari arah selatan menuju utara atau dari arah Simpang Asrama Haji menuju Simpang Tabing.

Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut menabrak plang perlintasan kereta api yang berada di depannya.

Baca juga: Huntap Korban Bencana Padang Dijanjikan BNPB, BPBD Kota Masih Verifikasi Calon Penerima

"Sepeda motor tersebut dikendarai Muhammad Ravi Ardhana (25), suku Minang, yang bekerja sebagai karyawan swasta," jelasnya.

Kata Iptu Zulkifli, korban diketahui beralamat di Lubuk Gading Permai I Pengembangan Blok II-26 RT 003/RW 016, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Sementara akibat kecelakaan tersebut, Muhammad Ravi Ardhana mengalami cedera kepala berat, telinga mengeluarkan darah, tangan lecet, serta hidung mengeluarkan darah.

Korban lalu dinyatakan meninggal dunia di lokasi, dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Korban meninggal di TKP, kemudian dibawa RS M Djamil Padang," tambah Iptu Zulkifli. (*)

4. Truk Bibit Jagung Masuk Jurang di Kelok Banto Sitinjau Lauik Padang, Diduga Rem Tak Berfungsi

KECELAKAAN LALU LINTAS - Penampakan satu unit truk masuk jurang usai diduga kecelakaan tunggal di Kelok Banto, kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (6/8/2026).
KECELAKAAN LALU LINTAS - Penampakan satu unit truk masuk jurang usai diduga kecelakaan tunggal di Kelok Banto, kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (6/8/2026). (TribunPadang.com/Ist)

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Padang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kecelakaan tunggal truk di Kelok Banto, kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (6/8/2026) pagi.

Melalui Kanit Laka Lantas Polresta Padang, Iptu Zulkifli, truk diduga lepas kendali atau diduga hilang fungsi rem.

Saat melintas di Kelok Banto, kawasan Sitinjau Lauik, truk akhirnya masuk ke dalam jurang.

"Setelah kita data, truk diduga hilang fungsi rem dan masuk ke dalam jurang di Kelok Banto," ucapnya.

Truk tersebut kata Iptu Zulkifli, mengangkut bibit jagung. Hingga saat ini truk masih belum dievakuasi.

Baca juga: Emas Tembus Rp5,75 Juta Sa Ameh, Warga di Padang Manfaatkan Lonjakan untuk Kebutuhan Mendesak

Namun beruntung, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka usai kecelakaan tunggal truk tersebut.

"Kondisi sopir dan kernet aman, hanya lecet sedikit," terang Kanit Laka Lantas Polresta Padang itu.

Ia menyebut, untuk kronologi lengkao kecelakaan tunggal truk, masih dalam penyusunan, sehingga belum dapat diinformasikan.

Truk Masuk Jurang Sitinjau Lauik

Truk pengangkut bibit jagung kecelakaan tunggal dan masuk jurang di Kelok Banto, kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (06/08/2026).

Kecelakaan ini dilaporkan terjadi sekira pukul 09.05 WIB.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Luncurkan Program CADIAK PANDAI di Padang Pariaman

Berdasarkan video kecelakaan yang tayang di akun media sosial Instagram @infosumbar.media24, tampak mobil masuk ke dalam jurang dan barang bawaan berserakan usai kecelakaan.

Dalam narasi video tersebut, disebutkan bahwa truk diduga hilang kendali saat melintasi kawasan Sitinjau Lauik.

Selain itu, sopir dan kernet dilaporkan selamat. Keduanya, mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan. 

Sementara itu, pengendara sekaligus sopir ambulans Marola, Putra, mengatakan kondisi sopir dan kernet truk dinyatakan selamat.

Ia menyebut, kedua korban tidak dibawa ke rumah sakit dan masih berada di lokasi kecelakaan.

"Tadi saya ke sana, kondisi sopir dan kernet selamat, mereka tidak dibawa ke rumah sakit, karena kondisinya baik-baik saja," ucapnya saat dikonfirmasi via telepon Whatsapp, Kamis (6/8/2026).

Baca juga: Pria di Padang Jual Pacar Lewat MiChat, Raup Uang dari Prostitusi Online

Kecelakaan truk ini juga dibenarkan eleh Kepala Unit (Kanit) Laka Lantas Polresta Padang, Iptu Zulkifli.

Ia menyebut, memang terjadi kecelakaan satu uni truk di kawasan Sitinjau Lauik, tepatnya di Kelok Banto, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

"Benar, ada kecelakaan truk di Kelok Banto pagi tadi," kata dia saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.