Seluruh Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup 5 Hari Mulai Hari Ini, Surken Terbakar
Ravianto August 07, 2026 11:29 AM

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Gede Pangrango selama lima hari, mulai 7 hingga 11 Agustus 2026. 

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) adalah kawasan konservasi alam di Jawa Barat.

Letaknya mencakup tiga kabupaten yaitu Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, Jawa Barat

Gunung Gede memiliki ketinggian 2.958 mdpl, sementara Gunung Pangrango setinggi 3.019 mdpl.

Tempat ini sangat populer untuk pendakian dan wisata.

Baca juga: Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup akibat Sampah, Petugas Angkut 100 Kg Lebih Sampah Plastik

Jalur Pendakian Ditutup

Penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Gede Pangrango tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjamin keselamatan pendaki sekaligus memberikan ruang bagi petugas melakukan pemantauan dan penanganan kondisi kawasan.

Penutupan berlaku untuk seluruh pintu masuk pendakian menuju kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. 

Selama masa penutupan, aktivitas pendakian dihentikan sementara hingga kondisi dinyatakan aman dan hasil evaluasi memungkinkan jalur kembali dibuka.

BBTNGGP juga memberikan kesempatan kepada calon pendaki yang telah melakukan pemesanan tiket pada periode tersebut untuk mengajukan pengembalian dana (refund) sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango tepatnya di Alun-alun Suryakencana
Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango tepatnya di Alun-alun Suryakencana (Tribun Jabar)

Alasan Penutupan

Keputusan penutupan itu diambil setelah terjadi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Alun-alun Suryakencana atau Surken, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, pada Kamis (6/8/2026). 

Kobaran api yang muncul di kawasan Lembah Suryakencana menuju Gunung Gumuruh sempat terekam dalam video dan beredar luas di media sosial.

Ketua Organisasi Sukarelawan Gede Pangrango Operation (GPO), M Dudan Darmawan, membenarkan adanya kebakaran tersebut.

Menurutnya, relawan bersama masyarakat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api berhasil dipadamkan menjelang waktu Maghrib.

Meski demikian, relawan tetap bertahan di lokasi untuk melakukan pemantauan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

"Sekitar menjelang Maghrib api sudah padam, namun mereka masih menunggu memantau lokasi, karena dikhawatirkan api kembali menyala," ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.