Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian meluas hingga mencapai 86 hektare pada Jumat (7/8/2026).
Guna menembus titik api di lereng dan perbukitan terjal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengerahkan teknologi drone water spray.
Operasi pemadaman udara ini dipusatkan di kawasan Watugede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Wilayah ini menjadi titik awal api baru dan mempercepat penyebaran kebakaran.
Drone berkapasitas 100 liter tersebut menyemprotkan cairan busa (foam) khusus langsung ke pusat kobaran api dari udara.
"Sampai sekarang kita terus melakukan upaya pemadaman dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan drone water spray agar kobaran api bisa segera padam," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, Jumat (7/8/2026).
Hingga hari ini, upaya pemadaman dengan drone berhasil memadamkan 17 titik api di area krisis. Sementara, area yang masih terjangkau jalur darat, tim gabungan mengandalkan truk tangki air.
Untuk medan dengan akses terbatas, petugas berjibaku secara manual menggunakan gepyok serta membuat sekat bakar demi menahan perambatan api.
"Pemadaman akan terus kami lakukan sampai seluruh titik api benar-benar padam. Di sisi lain, penyekatan di lokasi-lokasi rawan juga terus diperkuat agar kebakaran tidak semakin meluas," tegas Oemar.

Kebakaran di Bromo tergolong sangat agresif. Kebakaran pertama terdeteksi di tebing sebelah selatan Lembah Watangan (Blok Bantengan, Lumajang) pada Senin (3/8/2026) pukul 17.00 WIB. Area terdampak awalnya mencakup 7,9 hektare pada Selasa (4/8/2026).
Luasan tersebut melonjak menjadi 15 hektare pada Rabu (5/8/2026), sebelum akhirnya naik signifikan melampaui 86 hektare usai api merambat ke wilayah Desa Sariwani, Probolinggo.
Demi keselamatan publik dan kelancaran operasi darurat, Balai Besar TNBTS memperpanjang penutupan sementara tiga akses masuk wisata Bromo, yakni jalur Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro, hingga situasi dinyatakan kondusif.