Serangan Psikologis Marc Marquez kepada Rival Tak Main-main usai Dituding Tertekan Jelang MotoGP Inggris 2026
Agung Kurniawan August 07, 2026 11:33 AM

DUCATI.COM
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, melakukan selebrasi setelah memenangi balapan MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring, Minggu (12/7/2026).

BOLASPORT.COM - Marc Marquez tidak merasa tertekan dengan ekspektasi yang datang menjelang MotoGP Inggris 2026 dengan labelnya sebagai seorang juara bertahan musim lalu.

MotoGP 2026 akan membuka persaingan pada paruh kedua dari Sirkuit Silverstone, Inggris di mana salah satu lintasan ikonik di dunia ini akan menjadi pembuktian bagi Marc Marquez.

Andalan tim pabrikan Ducati tersebut sedang membuka jalan yang lebih lebar untuk bisa mempertahankan gelar juara dunianya setelah sempat kesulitan pada awal musim.

Ya, si Alien sempat melewatkan 3 balapan karena mendapatkan cedera sebelum perlahan kembali bangkit dengan mengukir 3 kemenangan dalam sesi balapan utama.

Marquez berhasil menjejakkan kaki di podium tertinggi pada GP Hungaria, GP Ceko dan GP Jerman untuk membawanya kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara.

Rider berusia 33 tahun itu menduduki posisi tersebut setelah mengamankan 190 poin atau terpaut 18 poin saja dari Jorge Martin, andalan Aprilia yang ada di peringkat 1.

Sebagai seorang juara bertahan, tak bisa dipungkiri bahwa Marquez datang dengan membawa ekspektasi segudang dari penggemar dan banyak pihak yang ingin melihatnya berjaya.

Harapan untuk selalu melihatnya memetik hasil baik tidak terelakkan terlebih statusnya kini merupakan rider dengan peraih gelar juara terbanyak dengan 7 trofi dari kelas utama.

Alih-alih tertekan karena dominasi Ducati mulai terancam oleh Aprilia, rekan setim Francesco Bagnaia itu justru memberikan pernyataan tidak terduga dalam sesi konferensi pers.

Marquez sendiri tak menutup mata dengan labelnya sebagai peraih gelar terbanyak, posisinya selalu berada dalam sorotan utama dibandingkan para rival-rivalnya.

Dalam kesempatan yang sama, Marquez membantah tuduhan banyak pihak dengan menegaskan dirinya tidak tertekan sama sekali menuju MotoGP Inggris 2026.

"Jika Anda bertanya kepada mereka, mereka akan mengatakan favoritnya adalah orang yang memiliki gelar juara terbanyak," kata Marquez, dilansir dari Motosan.

"Tapi jujur, saya tidak merasa tertekan, karena ambisi saya sama, saya akan mencoba," tuturnya menambahkan.

Lebih lanjut, Marquez juga melontarkan pernyataan yang secara tidak langsung seperti serangan psikologis kepada para rivalnya.

Marquez menyinggung bahwa gelar juara dunia yang akan dia dapatkan tidak lagi mengubah hidupnya karena dia sudah memenangkan hal itu beberapa kali.

Sebaliknya, sosok yang identik dengan nomor 93 itu merasa keberhasilannya untuk mendapatkan tambahan trofi justru akan mengubah hidup para pesaingnya.

"Tapi satu gelar juara lebih atau kurang tidak akan mengubah masa depan saya, dan itu bisa mengubah masa depan mereka," kata Marquez.

"Menjadi juara dunia MotoGP atau tidak, itu mengubah hidup Anda."

"Karena jika Anda finis di urutan ketiga, hidup tidak berubah, sadi, dengan mengatakan itu, mereka akan berusaha keras."

"Mereka adalah pembalap yang sangat bagus dan kami akan mencoba untuk melawan mereka," tuturnya menambahkan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.