TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 menjadi ajang silaturahmi berbagai tokoh yang pernah berkontribusi bagi pembangunan Kota Padang.
Selain dihadiri jajaran Pemerintah Kota Padang dan DPRD, rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026), juga dihadiri sejumlah mantan Wali Kota Padang, kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, unsur Forkopimda, hingga tamu dari luar negeri.
Pantauan TribunPadang.com, mantan Wali Kota Padang yang hadir pada kegiatan tersebut adalah Fauzi Bahar dan Hendri Septa.
Turut hadir pula keluarga Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan serta perwakilan keluarga sejumlah mantan Wali Kota Padang lainnya.
Sejumlah kepala daerah di Sumatera Barat juga terlihat menghadiri rapat paripurna tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap peringatan hari lahir Kota Padang yang kini memasuki usia ke-357 tahun.
Baca juga: Cuaca Sumbar 8 Agustus 2026: Umumnya Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah
Seperti Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis, Wakil Walikota Payakumbuh Elzadaswarman, Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim dan beberapa kepala daerah lainnya.
Selain itu, tamu undangan dari luar negeri juga tampak mengikuti jalannya rapat paripurna bersama para undangan lainnya.
Mayoritas tamu mengenakan pakaian adat Minangkabau berwarna hitam dengan model Taluak Balango, sedangkan tamu perempuan mengenakan kebaya.
Suasana rapat berlangsung khidmat sejak pembukaan hingga penyerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa bagi Kota Padang.
Mantan Wali Kota Padang dua periode dari tahun 2004 hingga 2014 Fauzi Bahar menyampaikan harapannya terhadap arah pembangunan Kota Padang ke depan.
Menurutnya, pemerintah harus terus memprioritaskan pemenuhan tiga hak dasar masyarakat, yakni pendidikan, kesehatan, dan kehidupan beragama.
Baca juga: 12 Tokoh Terima Pin Emas HJK Padang, Ada Pelatih Randai, Dokter, Polisi David Wewe dan Wartawan
Ia menilai ketiga sektor tersebut menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pertama sekali seperti yang disampaikan Pak Wali Kota dan Pak Gubernur, kita harus menyejahterakan warga. Sejahtera itu ada tiga hak masyarakat, yaitu pendidikan, kesehatan, dan agama. Tiga hal itulah yang harus terus ditingkatkan," kata Fauzi Bahar kepada TribunPadang.com.
Menurut Fauzi, pembangunan infrastruktur seperti jalan, penerangan, maupun penyediaan air bersih memang penting, namun pendidikan, kesehatan, dan pembinaan keagamaan merupakan kebutuhan yang lebih mendasar.
Ia mengapresiasi sejumlah program yang telah dijalankan Pemerintah Kota Padang, seperti pemberian Lembar Kerja Siswa (LKS), bantuan seragam sekolah bagi siswa kurang mampu, perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan, hingga pengembangan program Smart Surau.
"Kalau BPJS terus diperluas, LKS dan seragam sekolah untuk masyarakat kurang mampu tetap diberikan, kemudian pendidikan agama diperkuat melalui Smart Surau, saya kira itu sangat baik untuk masa depan Kota Padang," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Sumbar Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya, IPDN Soroti Tata Kelola Pemerintahan
Fauzi Bahar secara khusus menyoroti Program Smart Surau yang saat ini dijalankan Pemerintah Kota Padang.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia meyakini pembiasaan anak-anak mengikuti kegiatan di masjid sejak dini dapat mengurangi berbagai persoalan sosial yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
"Kalau Smart Surau ini berjalan maksimal, saya yakin angka tawuran, penyalahgunaan narkoba, bahkan berbagai perilaku negatif lainnya bisa menurun. Anak-anak harus dibiasakan bangun pagi, salat subuh berjemaah, kemudian mengikuti kegiatan keagamaan di masjid," katanya.
Fauzi menilai pembentukan karakter harus dimulai sejak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah agar generasi muda memiliki bekal moral yang kuat.
Baca juga: Rapat Paripurna HJK Padang ke-357 Jadi Momentum Soroti Ketangguhan Kota hingga Mitigasi Bencana
Fauzi Bahar juga memberikan penilaian terhadap kinerja Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran.
Menurutnya, berbagai program yang dijanjikan telah mulai dijalankan meskipun pemerintah masih menghadapi keterbatasan anggaran.
"Saya melihat cukup bagus. Memang sekarang tantangannya adalah keterbatasan anggaran, tetapi program-programnya sudah berjalan. Tinggal bagaimana konsistensi pelaksanaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.
Ia berharap pemerintah tetap fokus menjalankan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung sehingga pembangunan Kota Padang dapat berjalan berkesinambungan.
Baca juga: TKD Sumbar Rp258 Miliar Mulai Digunakan, Pemprov Genjot 18 Program Infrastruktur
Menutup keterangannya, Fauzi mengajak seluruh masyarakat Kota Padang untuk bersama-sama mendukung program pembangunan yang dijalankan pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
"Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk mendukung program-program yang baik, terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak kita. Kalau generasi muda dipersiapkan dengan baik, insya Allah Kota Padang akan semakin maju dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan," tuturnya.
Rapat Paripurna Istimewa HJK Padang ke-357 sendiri berlangsung dengan agenda penyampaian pidato Wali Kota Padang dan Ketua DPRD Kota Padang, penyerahan Pin Emas kepada 12 tokoh masyarakat yang dinilai berjasa di berbagai bidang, serta dihadiri unsur Forkopimda, kepala daerah, pimpinan instansi vertikal, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga tamu dari luar negeri. (*)