Grid.ID – Kabar mengejutkan datang dari Make Up Artist (MUA) langganan para selebriti, Bubah Alfian. Pria asal Jember ini baru saja mengalami insiden kecelakaan lalu lintas di Tol Cikampek.
Peristiwa ini bermula ketika Bubah dan timnya baru saja menyelesaikan pekerjaan di Jawa Timur. Karena harus mengejar jadwal kerja selanjutnya di Jakarta, mereka terpaksa menempuh jalur darat setelah kehabisan tiket transportasi umum.
Bubah menjelaskan bahwa seluruh penumpang di dalam mobil berada dalam kondisi fisik yang sangat lelah karena tidak tidur berhari-hari.
"Kronologinya itu semuanya ngantuk karena udah 9 hari mempersiapkan Jember Fashion Carnaval. Pas balik itu juga ngejar kerjaan selanjutnya, enggak sempat tidur, terus dipaksain karena ketinggalan pesawat dan kereta," kata Bubah Alfian saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini.
Karena pengemudi utama mengantuk, posisi setir pun sempat digantikan oleh videografernya. Namun, kondisi seluruh penumpang yang sudah sangat lelah membuat fokus berkendara menurun.
Ia menceritakan bahwa kendaraan yang ditumpangi Bubah melaju dengan kencang di Tol Cikampek. Kronologi kian menegangkan ketika ada perbaikan jalan di sebelah kanan yang tidak memiliki tanda peringatan dari jarak jauh. Sopir yang terkejut mencoba membanting setir secara mendadak ke kiri dan ke kanan untuk mengindari kendaraan lain.
"Terus lagi ngebut, ada perbaikan jalan sebelah kanan, terus kita ke kiri. Pas ke kiri tiba-tiba ada mobil der lurus, kita banting ke kanan, ditarik lagi, sebelah yang duduk di sebelah driver kebangun, ditarik ke kiri, ditarik lagi ke kanan, ke kiri, kena lagi belakangnya, jedar."
"Di dalam mobil itu udah der-der-der," jelas Bubah.
Mobil yang hilang kendali membuat Bubah terbangun dari tidurnya. Dalam situasi antara hidup dan mati tersebut, pria 39 tahun itu mengaku hanya bisa berteriak sembari mengucap kalimat syahadat karena merasa ajalnya sudah dekat.
"Jadi saya ngomong kayak teriak-teriak, 'Pelan-pelan, pelan-pelan awas,' segala macam sampai yang, 'Asyhadu alla ilaha illallah, asyhadu anna muhammadar rasulullah.' Itu ada satu momen ketika ngerasa, ya udah kalau udah saatnya, saya ikhlas," kenangnya.
Rasa pasrah yang dialami Bubah saat itu makin diperkuat karena ia mendadak teringat ramalan masa kecil yang pernah menyebut rentang usianya saat ini sebagai masa rawan. Beruntung, dalam kecelakaan tunggal tersebut mobil tidak sampai terbalik.
"Tangan sebelah kanan saya sempat sakit, cuman sekarang udah oke. Kemarin teman-teman nyoba rontgen aja katanya, 'Enggak deh, Bismillah,' karena emang belum ada waktu juga. Sama kayaknya udah dibawa olahraga udah hilang, masih sakit sih kalau diangkat," tandas Bubah.
Atas kejadian ini, ia mengaku mengalami trauma karena sebelumnya pernah mengalami kecelakaan hingga patah kaki. Kini, Bubah memilih lebih berhati-hati dan lebih sering memanfaatkan transportasi umum jika harus bertolak ke luar kota.