Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung mulai melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 tahap pertama.
Baca juga: Siswa SD Immanuel Bandar Lampung Antusias Ikuti Program BIAS 2026
Program ini menyasar lebih dari 230 ribu anak, baik yang bersekolah maupun tidak.
Tujuan BIAS 2026 sebagai upaya melindungi anak-anak dari penyakit campak, rubella, hingga kanker serviks.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai melaksanakan BIAS 2026 tahap pertama pada Agustus sebagai upaya melengkapi status imunisasi sekaligus memperkuat perlindungan anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
BIAS menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kekebalan anak sekolah, baik bagi anak yang belum memperoleh imunisasi lengkap maupun sebagai pemberian dosis penguat (booster).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Provinsi Lampung, Irman Thamrin, mengatakan pelaksanaan BIAS tahun ini berlangsung dalam dua tahap, yakni Agustus dan November 2026.
Pada Agustus, Diskes menargetkan imunisasi campak-rubella (MR) kepada 154.840 siswa kelas 1 SD/MI serta anak usia 7 tahun yang tidak bersekolah.
Selain itu, imunisasi human papillomavirus (HPV) menyasar 75.773 siswa perempuan kelas 5 SD/MI maupun anak perempuan usia 11 tahun yang tidak bersekolah.
"Diskes juga melaksanakan imunisasi kejar HPV bagi siswi kelas 6 SD atau usia 12 tahun serta siswi kelas 9 SMP atau usia 15 tahun yang sebelumnya belum menerima vaksin HPV," kata Irman, Jumat (7/8/2026).
Irman menjelaskan, pada pelaksanaan BIAS tahap kedua yang dijadwalkan November 2026, siswa kelas 1 SD akan menerima imunisasi difteri tetanus (DT). Sedangkan siswa kelas 2 SD dan kelas 5 SD memperoleh imunisasi tetanus difteri (TD).
Untuk memastikan target cakupan imunisasi tercapai, Diskes Lampung telah menyiapkan berbagai strategi, mulai dari koordinasi lintas sektor hingga sosialisasi kepada masyarakat.
Irman mengatakan, koordinasi dilakukan bersama Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, TP PKK, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta pemerintah kabupaten/kota.
"Pemerintah Provinsi Lampung juga telah menerbitkan instruksi gubernur sebagai dasar pelaksanaan program dan memperkuat sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya imunisasi bagi anak," ujar Irman.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung telah menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Imunisasi Kejar HPV Tahun 2026. Rapat dipimpin oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual pada 16 Juli 2026.
Dalam rapat tersebut, Jihan menegaskan imunisasi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. "Imunisasi adalah investasi penting untuk menciptakan generasi Lampung yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kita harus memastikan tidak ada satu pun anak usia sasaran yang terlewat, baik yang mengenyam pendidikan formal di sekolah maupun anak-anak yang tidak bersekolah," kata Jihan.
Ia juga meminta seluruh aparatur kewilayahan, mulai dari camat, lurah hingga kepala desa, ikut mengawal pelaksanaan BIAS dengan memantau capaian di wilayah masing-masing dan menyampaikan laporan perkembangan secara berkala. Menurut Jihan, keberhasilan pelaksanaan BIAS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta seluruh pemangku kepentingan.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis cakupan BIAS dan Imunisasi Kejar HPV Tahun 2026 dapat meningkat sehingga semakin banyak anak usia sekolah terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.
Pertahankan Kekebalan
Sementara itu, Diskes Kota Bandar Lampung mempersiapkan pelaksanaan BIAS dengan menetapkan 65.372 siswa tingkat SD dan SMP sebagai sasaran. Kadiskes Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan, pelaksanaan BIAS 2026 akan berlangsung di 311 SD dan 167 SMP yang tersebar di wilayah Kota Tapis Berseri.
"Berdasarkan data Diskes, sasaran BIAS untuk jenjang SD mencapai 56.593 siswa. Rinciannya, siswa kelas 1 sebanyak 18.550 anak, kelas 2 sebanyak 18.482 anak, kelas 5 sebanyak 18.750 anak, serta kelas 6 sebanyak 811 anak," ujar Muhtadi, Jumat (7/8/2026).
Sementara untuk jenjang SMP, sasaran BIAS 2026 mencakup 8.779 siswa kelas 9. Dengan demikian, total siswa yang menjadi target imunisasi mencapai 65.372 orang.
Muhtadi menjelaskan, pelaksanaan BIAS menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan perlindungan kesehatan anak usia sekolah melalui pemberian imunisasi sesuai jadwal dan jenis vaksin yang telah ditetapkan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan perlindungan bagi individu anak, tetapi juga membantu mempertahankan kekebalan kelompok di lingkungan sekolah sehingga risiko penyebaran penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dapat ditekan.
Diskes Kota Bandar Lampung memastikan persiapan BIAS 2026 terus dilakukan melalui koordinasi dengan pihak sekolah dan tenaga kesehatan agar seluruh sasaran dapat memperoleh imunisasi sesuai ketentuan serta pelaksanaan program berjalan optimal.
Ortu Sempat Ragu
SD Immanuel menjadi salah satu sekolah di Bandar Lampung yang menjadi sasaran program nasional Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026. BIAS di SD Immanuel sudah berlangsung pada Selasa (4/8/2026) lalu.
Puluhan siswa SD Immanuel, Bandar Lampung tampak antusias menjalani imunisasi. Sebanyak 42 siswa kelas 1 dan 46 siswa kelas 5 mengikuti kegiatan bernama Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 itu dengan penuh semangat.
Kepala SD Immanuel Bandar Lampung, Endah Larasati, mengatakan kegiatan berjalan tertib dengan melibatkan tenaga kesehatan serta didukung penuh oleh pihak sekolah. Ia mengatakan, pihaknya menyambut baik pelaksanaan program BIAS sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan peserta didik.
"Kami mendukung penuh pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Program ini sangat penting untuk melindungi kesehatan anak-anak sehingga mereka dapat belajar dengan optimal," ujar Endah, Jumat (7/8/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, sasaran BIAS di SD Immanuel meliputi 42 siswa kelas 1 dan 46 siswa kelas 5. Menurut Endah, para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
"Anak-anak sangat antusias mengikuti imunisasi. Sebelum pelaksanaan, kami juga memberikan edukasi agar mereka merasa tenang dan memahami manfaat imunisasi," katanya.
Meski demikian, pihak sekolah mengakui masih terdapat beberapa orang tua yang sempat ragu memberikan izin imunisasi kepada anaknya. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga.
"Kalau ada yang masih ragu, kami berupaya bekerja sama dengan orang tua untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi bagi kesehatan anak," jelasnya.
Endah berharap sinergi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua terus terjalin agar pelaksanaan BIAS dapat berjalan optimal dan seluruh peserta didik memperoleh haknya untuk mendapatkan perlindungan kesehatan.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama/Dominius Desmantri Barus/Bintang Puji Anggraini)