Ketum KONI Pastikan NTB Siap Jadi Tuan Rumah PON, Akomodasi Dinilai Memadai
Idham Khalid August 07, 2026 09:20 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Marciano Norman menilai Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah sangat layak untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 nanti.

Norman mengatakan, venue yang akan digunakan sebagai tempat untuk bertanding para atlet juga sudah ada, meskipun membutuhkan renovasi pada beberapa bagian bangunan khususnya di Gelanggang Olahraga (GOR) Turide Mataram.

"Dari Cabor-Cabor yang akan dipertandingkan di NTB ini venue-venuenya siap," kata Norman ditemui di Mataram, Jumat (7/8/2026).

Kemudian dari sisi akomodasi, Norman juga menilai NTB sudah sangat siap untuk menampung belasan ribu atlet dan official dari masing-masing kontingen.

"Akomodasi untuk atlet, peserta pendukung PON sudah sangat banyak dan memenuhi standar yang kita harapkan. Saya yakin mereka akan senang datang ke NTB melihat indahnya Nusa Tenggara Barat ini," kata Norman.

Terkait dukungan Pemerintah Provinsi NTB kata Norman, juga sudah bersedia untuk menyiapkan beberapa hal untuk kesuksesan pesta olahraga empat tahunan itu.

Baca juga: Presiden: Usulan PON NTB-NTT Rasional dan Penuhi Prinsip Efisiensi Anggaran

Ia juga meminta pengurus KONI bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB duduk bersama untuk membahas persiapan tersebut.

Sebelumnya saat kunjungan Komisi V DPR RI ke NTB untuk melihat kesiapan venue PON 2028, GOR Turide dinilai tidak layak untuk menghelat event olahraga nasional.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menyarankan agar beberapa venue, seperti stadion, padepokan dan beberapa bangunan di dalamnya dibangun ulang. Namun dengan keterbatasan waktu, tidak mungkin untuk dilakukan itu.

Sehingga di tengah persiapan yang singkat ini, dewan meminta untuk di renovasi saja. Baru setelah PON dibangun ulang dengan meningkatkan kapasitas dari stadion tersebut.

"GOR ini dibangun tahun 1980 dan kondisinya sangat tidak layak, idealnya komplek ini direvitalisasi secara menyeluruh. Bangunan lama dirobohkan, dengan kapasitas sekitar 20-30 ribu penonton," kata Lasarus, Rabu (22/7/2026).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu mengatakan, untuk membangun ulang membutuhkan anggaran Rp700 miliar. Namun untuk merevitalisasi harus menghitung ulang lagi.

"Kalau pembongkaran dilakukan sekarang, waktunya tidak cukup. Untuk sementara kemungkinan ditempuh pola renovasi terlebih dahulu. Setelah PON selesai, baru dilakukan revitalisasi secara menyeluruh," katanya.

Lasarus menjelaskan kawasan GOR Turide memiliki luas sekitar 11 hektar, sehingga masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kompleks olahraga modern. 

Penataan kawasan nantinya akan mencakup stadion utama, lintasan atletik, serta venue untuk cabang olahraga pencak silat, bulu tangkis, bola basket, dan bola voli. Bahkan beberapa cabang olahraga tersebut dapat menggunakan satu gedung yang sama.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.