Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali mengungkap besaran harga paket seragam gratis yang diberikan kepada seluruh siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP pada tahun ajaran 2026/2027.
Setiap siswa menerima tiga stel seragam dengan spesifikasi yang diklaim memiliki kualitas di atas standar pasaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengatakan harga paket seragam untuk siswa SD mencapai Rp463.000 per siswa.
Sementara itu, paket seragam untuk siswa SMP senilai Rp422.500 per siswa.
"Dengan barang dan kualitas yang sama, harganya masih di bawah harga pasaran," kata Kuncoro.
Ia optimistis kualitas seragam yang diterima para siswa lebih baik dibandingkan produk yang banyak dijual di pasaran.
Baca juga: Soal Usulan Seragam Gratis Madrasah Boyolali, Pemkab Hitung Anggaran hingga Rp 4 Miliar
"Insyaallah ini (seragam) lebih bagus," ujarnya.
Untuk siswa SD, paket tersebut terdiri atas tiga stel seragam jadi, yakni seragam putih-merah, seragam Pramuka, serta seragam batik ikon Boyolali dengan bawahan hitam.
Sementara itu, siswa SMP menerima tiga paket dalam bentuk bahan kain, yaitu kain seragam putih-biru, kain seragam Pramuka, dan kain seragam batik ikon Boyolali dengan bawahan hitam. Bahan kain tersebut nantinya dijahit sesuai ukuran masing-masing siswa.
Berdasarkan penelusuran di sejumlah toko seragam dan marketplace, harga satu stel seragam nasional SD umumnya berkisar antara Rp120.000 hingga Rp180.000, seragam Pramuka Rp130.000 hingga Rp190.000, sedangkan seragam batik sekolah sekitar Rp110.000 hingga Rp170.000.
Artinya, jika dibeli secara terpisah, tiga stel seragam dapat mencapai sekitar Rp360.000 hingga Rp540.000, belum termasuk kualitas bahan khusus maupun ongkos penyesuaian tertentu.
Untuk jenjang SMP, harga satu stel seragam putih-biru maupun Pramuka di pasaran juga umumnya berada pada kisaran Rp120.000 hingga lebih dari Rp180.000 per stel.
Dengan demikian, total kebutuhan tiga stel seragam dapat melampaui Rp450.000, bergantung pada kualitas kain.
Pengadaan seragam gratis ini dimenangkan oleh PT Aneka Karya Boyolali.
Direktur Utama PT Aneka Karya Boyolali, Rohmad Junaidi, mengatakan bahan seragam yang digunakan merupakan produk khusus yang tidak tersedia di pasaran.
Saat mengikuti lelang, pihaknya telah melakukan survei pasar.
Baca juga: Pemkab Boyolali Siapkan Seragam Gratis Madrasah, Persetujuan DPRD dan Kondisi Fiskal Jadi Penentu
Namun, tidak ada kain yang sesuai dengan spesifikasi dan kualitas yang dipersyaratkan.
Perusahaan kemudian harus memesan kain langsung ke pabrik tekstil dengan spesifikasi sesuai dokumen lelang.
"Seragam untuk murid SD dan SMP ini tidak ada di pasaran. Kami harus custom ke pabrik tekstil agar kualitas kain sesuai spesifikasi lelang," kata Rohmad.
Ia menjelaskan, spesifikasi tersebut mencakup jenis rajutan kain, kekuatan bahan, hingga ketahanan warna.
Seluruh material juga telah melalui pengujian laboratorium sebelum diproduksi secara massal.
"Kami juga sudah melakukan uji laboratorium sesuai ketentuan dalam lelang," imbuhnya.
(*)