Fakta atau Mitos, Burnout Sama dengan Malas Bekerja? Ini Penjelasannya
Muhammad Fatoni August 07, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM – Pernahkah Tribunners merasa burnout karena pekerjaan? 

Tenang saja, Tribunners tidak sendirian.

Saat ini istilah burnout semakin sering terdengar dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan pekerja dan mahasiswa. 

Tak sedikit pula orang yang mengaku mengalami burnout setelah menghadapi tugas yang menumpuk, tekanan pekerjaan, atau rutinitas yang padat.

Di sisi lain masih ada anggapan bahwa burnout hanyalah istilah lain untuk rasa malas. 

Terkadang seseorang yang mengaku burnout dianggap tidak memiliki semangat bekerja atau sekadar mencari alasan untuk menghindari tanggung jawab.

Ilustrasis seorang pria depresi
Ilustrasis seorang pria depresi (pixabay)

Burnout sama dengan Malas Bekerja?

Jawabannya adalah mitos.

Burnout dan rasa malas merupakan dua hal yang berbeda. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), burnout merupakan sindrom yang muncul akibat stres kronis di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola. 

Burnout bukan termasuk penyakit, melainkan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan kerja atau aktivitas yang berlangsung secara terus-menerus.

Seseorang yang mengalami burnout umumnya tetap memiliki keinginan untuk menyelesaikan pekerjaannya. 

Mereka merasa kehabisan energi, sulit berkonsentrasi, kehilangan motivasi, hingga mulai bersikap sinis terhadap pekerjaan yang dijalani. 

Kondisi ini dapat membuat produktivitas menurun meskipun orang tersebut sebenarnya ingin memberikan hasil yang terbaik.

Terkadang rasa malas lebih mengarah pada rendahnya keinginan untuk melakukan suatu aktivitas tanpa selalu disebabkan oleh tekanan yang berkepanjangan. 

Orang yang malas belum tentu mengalami kelelahan emosional atau mental. 

Begitu juga seseorang yang burnout justru sering kali merupakan pribadi yang sebelumnya sangat rajin dan memiliki tanggung jawab tinggi.

Hal inilah yang membuat burnout sering tidak disadari. 

Banyak orang tetap memaksakan diri bekerja meski tubuh dan pikirannya sudah memberikan tanda-tanda kelelahan. 

Mereka khawatir dianggap tidak profesional atau dicap pemalas apabila beristirahat.

Beberapa tanda burnout yang umum dirasakan antara lain mudah lelah meski tidak melakukan aktivitas fisik yang berat, sulit fokus, kehilangan semangat, merasa pekerjaan tidak lagi bermakna, hingga mudah marah atau frustrasi terhadap hal-hal kecil. 

Pada sebagian orang burnout juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan kesehatan fisik.

Sebaliknya, rasa malas tidak selalu disertai gejala-gejala tersebut. 

Kemalasan bisa muncul karena kurangnya minat terhadap suatu tugas, kebiasaan menunda pekerjaan, atau kurangnya motivasi. 

Rasa malas juga  biasanya dapat berubah ketika seseorang menemukan dorongan atau tujuan yang jelas.

Baca juga: Mengenal Post-Concert Depression, Perasaan yang Muncul Setelah Konser Berakhir

Beristirahat dan Cari Bantuan Profesional

Menyamakan burnout dengan malas justru dapat membuat seseorang enggan mencari bantuan atau mengakui kondisinya. 

Padahal, burnout yang dibiarkan dalam waktu lama berisiko memengaruhi kesehatan mental, hubungan sosial, hingga performa kerja.

Jika mulai merasa kewalahan dengan beban pekerjaan, tidak ada salahnya untuk mengambil waktu istirahat, mengatur kembali prioritas, menjaga pola tidur, serta meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan. 

Berbicara dengan orang terdekat atau mencari bantuan profesional juga dapat menjadi langkah yang tepat apabila kondisi tersebut mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Di era yang serba cepat seperti sekarang, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. 

Produktif memang baik, tetapi memaksakan diri hingga mengabaikan kondisi tubuh dan pikiran bukanlah solusi.

Jadi, anggapan bahwa burnout sama dengan malas bekerja adalah mitos. 

Kenali sakit kepala dan rasa lelah sebagai alarm tubuh yang butuh istirahat (Ilustrasi: Gemini AI)
Kenali sakit kepala dan rasa lelah sebagai alarm tubuh yang butuh istirahat (Ilustrasi: Gemini AI) (Tribun Jogja)

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus, sedangkan rasa malas memiliki penyebab yang berbeda. 

Memahami perbedaan keduanya dapat membantu kita lebih bijak dalam menilai diri sendiri maupun orang lain, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar dan bekerja yang lebih sehat.

(MG Natasya Aulia)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.