TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bentrok antara warga dan pihak perusahaan terkait polemik lahan di Kampung Lemah Duhur, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor viral di media sosial.
Dalam video yang beredar terlihat sejumlah orang mengalami luka-luka atas kejadian tersebut.
Namun beruntung kejadian ini tidak menimbulkan adanya korban jiwa.
Anjar, salah satu warga yang terluka di bagian pipi atas kejadian itu menceritakan bagaimana kejadian itu bermula.
Awalnya, pada Kamis (6/8/2026) pagi para warga sedang bertani seperti biasa di areal lahan kebun di Kampung Lemah Duhur tersebut.
"Warga di sini itu aktivitas sedang bertani seperti biasanya. Kalau saya sendiri sedang nyangrai kopi pada pagi hari itu," kata Anjar kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Kemudian tiba-tiba, kata dia, segerombolan orang yang dia perkirakaan mencapai ratusan orang datang ke area kebun warga.
Gerombolan orang yang Anjar duga adalah preman ini datang dengan alat berat memasuki kebun warga.
"Kisaran kurang lebih 400 orang lah yang saya lihat. Terus setelah itu kan beko sama bulldozer ini masuk ke lahan petani ini dan merusak-merusak tanaman petani," katanya.
Tak terima pertaniannya dirusak, warga petani ini kemudian berkumpul.
Setelah itu terjadilah gesekan antara warga dan gerombolan orang yang diyakini warga dari PT PMC yang berpolemik dengan warga atas lahan tersebut.
Anjar mengaku semakin tersulut emosi karena ada ibu-ibu petani yang hampir terkena alat berat bulldozer yang datang.
"Sehingga saya berontak di sana, saya spontan menendang bulldozernya itu. Setelah saya menendang bulldozer, banyak tuh orang-orang pukulin dan segala macamnya menuju ke saya," kata Anjar.
Setelah itu, Anjar mengaku bahwa dia mengalami pendarahan setelah dipukuli.
Namun setelah itu dia tak tahu lagi karena kemudian langsung pingsan.
"Setelah itu berdarah-darah kan, sudah itu saya berdiri lagi, tidak lama kemudian saya pingsan, gitu. Habis itu blank tuh pas di sana," kata Anjar.
"Lukanya sobekan gitu. Saya enggak bisa memastikan siapa yang memukul dan dengan apa memukulnya," kata Anjar.
Selain Anjar, diketahui ada satu warga lain yang juga mengalami luka di bagian pelipis atas kejadian gesekan antara pihak warga dan perusahaan.
Pantauan TribunnewsBogor.com, lokasi kejadian terlihat jelas sisa-sisa kerusakannya.
Seperti kerusahan tanaman pertanian warga dan juga pepohonan tumbang di sekitar area pertanian.
Bekas alat berat juga terlihat yang mana alat berat itu melintas menuruni bukit seberang melintasi sungai kemudian naik ke bukit areal perkebunan lokasi kejadian.
Kata Kapolsek
Sementara itu, Kapolsek Tamansari Iptu Agus Syafii menjelaskan bahwa pihak Kepolisian sudah wanti-wanti agar tidak terjadi gesekan terkait polemik lahan tersebut.
Pihak perusahaan pun sudah diimbau tidak mengerahkan massa.
"Kita dari awal juga imbau jangan sampai terjadi pengerahan massa. Tapi ternyata terjadi itu, kita sudah berupaya maksimal untuk menghindari terjadinya benturan," ujar Kapolsek.
"Saya selaku Kapolsek di tempat untuk melerai, untuk meredam situasi saat itu, untuk mengimbau agar tidak terjadi benturan apa pun atau bahkan jangan sampai terjadi korban di antara kedua pihak," katanya
Saat ini, kata dia, situasi di Desa Sukajaya sudah kembali kondusif dan dia berharap seterusnya tetap kondusif.
"Sama-sama menahan diri dan juga pihak PMC bisa menyelesaikan permasalahan dengan sebaik-baiknya dengan pihak penggarap, duduk bersama, bermusyawarah, dan mencari jalan terbaik tanpa adanya tindakan kekerasan dari kedua belah pihak," kata Kapolsek.
Sementara untuk korban luka seperti di video viral, kata dia, pihak korban sudah membuat laporan Polisi ke Polres Bogor.
"untuk yang kemarin luka sudah melapor ke Polres Bogor dan sudah ditangani oleh Polres Bogor," ungkapnya.
Kata Kanwil Kemenham Jabar
Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenham) Jabar, Hasbullah juga berharap permasalahan ini bisa diselesaikan dengan jalan terbaik.
Dia menyayangkan dengan apa yang terjadi, warga sampai terluka saat berupaya mempertahankan lahan pertaniannya.
Setelah berdialog dengan para warga membahas lahan yang ternyata udah jadi soal sejak 1997 dan kejadian yang viral, dia menjelaskan akan melakukan beberapa langkah.
"Yang pertama, saya akan mengusulkan, pertama kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan tadi penahanan dan apapun. Saya sudah bicara semalam dengan Pak Kapolres, termasuk Pak Kapolsek untuk sementara menghindari untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan gangguan kamtibmas," kata Hasbullah.
"Yang kedua, saya juga ingin menyampaikan kepada perusahaan untuk menghentikan sekadar aktivitasnya yang tadi itu. Sampai kita nanti akan bicara apa yang jalan terbaik untuk kita semua. Karena mungkin yang harus kita pertemukan tidak semuanya bisa memuaskan orang, saya yakin, tapi minimal ada jalan terbaik," ungkapnya.
Dia mengatakan bahwa ketika rakyat berkonflik tidak boleh dibiarkan.
"Masa tahun 1997 sampai hari ini tidak ada penyelesaian?. Bagi saya itu juga menjadi pertanyaan, di mana peran negara?, di mana peran orang-orang yang menjadi pemimpin?. Masa dibiarkan rakyat berkonflik sesama rakyat, ya kan?," katanya.
"Kami Kementerian HAM hadir untuk melindungi warga negara yang menjadi persoalan untuk kehidupannya. Saya ingin sama-sama kalau ada persoalan-persoalan hukum, kita cari jalan tengah yang terbaik," ungkap Hasbullah.