Motif Dua Terduga Pelaku di Balik Tewasnya Candra Bos Konter Ambarawa, Ini Kata Polisi
deni setiawan August 08, 2026 12:10 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dua terduga pelaku yang menyebabkan Candra Waskito, bos konter Royal Phone Ambarawa, Kabupaten Semarang ditangkap, Jumat (7/8/2026) sore.

Satu terduga pelaku ditangkap tim gabungan dari Polres Semarang dan Polda Jateng di Kota Semarang.

Beberapa jam kemudian, satu terduga pelaku lainnya ditangkap di Kabupaten Semarang.

Terkait motif penyebab tewasnya bos konter di Ambarawa tersebut, pihak kepolisian masih mendalaminya, terkait ada tidaknya pihak lain selain dua terduga pelaku yang telah diamankan polisi saat ini.

Baca juga: BREAKING NEWS, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku yang Tewaskan Bos Konter Ambarawa

Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, keberhasilan mengungkap kasus tersebut merupakan hasil kerja sama tim gabungan yang melibatkan Satreskrim Polres Semarang, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng, Tim Inafis Polda Jateng, Tim Inafis Polres Semarang, serta Satreskrim Polres Grobogan.

"Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari dua hari, tim gabungan mengamankan dua terduga pelaku."

"Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Semarang," ujar AKBP Heru, Jumat (7/8/2026) malam.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana menyebut, ada dua terduga pelaku yang diamankan. 

"Kami sudah menangkap terduga pelaku, atas dukungan kerja sama dengan Subdit Jatanras Ditreskrimum serta Inafis Ditreskrimum Polda Jateng," ucapnya, Jumat (7/8/2026) malam. 

AKP Bodia menjelaskan, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua terduga pelaku untuk mengungkap kasus tersebut. 

"Kami masih melaksanakan pengembangan terkait perkara tersebut," katanya. 

Kendati demikian, pihaknya belum menyebut identitas para terduga pelaku maupun motif kejahatan yang dilakukan. 

Informasi lengkap akan disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai melalui konferensi pers resmi yang akan digelar Polres Semarang.

"Untuk lengkapnya selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan secara menyeluruh dan jadwal press release," ucapnya.

PERIKSA SAKSI - Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo. Polres Semarang telah memeriksa tujuh saksi untuk mengungkap kasus tewasnya Chandra Waskito bos konter di Ambarawa Kabupaten Semarang.
PERIKSA SAKSI - Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo. Polres Semarang telah memeriksa tujuh saksi untuk mengungkap kasus tewasnya Chandra Waskito bos konter di Ambarawa Kabupaten Semarang. (TRIBUN JATENG/Eka Yulianti Fajlin)

Petunjuk Temuan Polisi

Polres Semarang mengungkap beberapa temuan dalam penyelidikan kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan bos konter Royal Phone Ambarawa, Candra Waskito (25).

Selain menemukan bercak darah, petugas menemukan serpihan tulang di lokasi kejadian di Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Sementara di lokasi penemuan korban, polisi menemukan 53 telepon seluler yang masih berada di dalam mobil korban di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, korban ditemukan mengalami luka di bagian belakang kepala. 

Namun penyebab pasti luka tersebut masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Semarang.

"Kalau pemeriksaan di konter ditemukan bercak darah, kemudian juga ada serpihan tulang."

"Dugaan sementara serpihan tersebut merupakan bagian dari tulang kepala korban."

"Tetapi saat ini kami masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Semarang," ujar AKBP Heru, Jumat (7/8/2026).

Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan barang-barang yang hilang dibawa terduga pelaku. 

Di dalam mobil Honda Jazz milik korban yang berada di Gubug, Grobogan, polisi mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal di bagian belakang kendaraan.

"Di dalam mobil itu juga ditemukan beberapa handphone, yang masih tertinggal di dalam kendaraan," katanya.

Terkait dugaan penganiayaan terhadap korban, AKBP Heru menyebut, penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian, termasuk apakah luka di kepala disebabkan oleh benda tajam atau benda tumpul.

"Untuk luka di kepala, kami pastikan setelah hasil autopsi keluar. Begitu hasilnya diterima, akan segera kami sampaikan," ujarnya.

• UPDATE Bos Konter Ambarawa Ditemukan Tewas: Polisi Temukan Bercak Darah dan Serpihan Tulang

Periksa Tujuh Saksi

Satreskrim Polres Semarang bersama Polres Grobogan bergerak cepat mengusut kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan Candra Waskito (25), bos konter Royal Phone, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Hingga Jumat (7/8/2026), polisi telah memeriksa tujuh orang saksi untuk memburu terduga pelaku.

Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan, para saksi yang diperiksa seperti karyawan korban dan warga di sekitar lokasi kejadian.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dalam rangka untuk mengungkap pelaku dari dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut.

Terkait adanya penganiayaan, pihaknya masih melakukan pendalaman. 

"Kami masih coba dalami terkait penganiayaan, nanti kami akan pastikan."

"Pada intinya, kami mohon doa dan restu dari seluruh masyarakat Semarang supaya kasus ini bisa segera terungkap terang benderang."

"Kami berharap kepada masyarakat untuk tetap tenang mempercayakan ke proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Polres Semarang," terang AKBP Heru, Jumat (7/8/2026). 

Dia menyebut, korban telah dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab dari kematian korban tersebut. Namun hasil autoupsi masih menunggu dari pihak RS Bhayangkara Semarang. 

"Untuk hasil otopsi menunggu keluar, akan kami sampaikan kepada rekan-rekan media sekalian agar lebih pasti, supaya lebih tepat," ucapnya. 

SOSOK CANDRA - Candra Waskito (25), pemilik Konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Candra ditemukan meninggal di dalam mobil Honda Jazz miliknya yang terparkir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Kamis (6/8/2026) sore.
SOSOK CANDRA - Candra Waskito (25), pemilik Konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Candra ditemukan meninggal di dalam mobil Honda Jazz miliknya yang terparkir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Kamis (6/8/2026) sore. (Istimewa/DOKUMENTASI WARGA AMBARAWA SEMARANG)

Kronologi Kejadian

Terkait kronologi pasti, Kapolres menyebut, berdasarkan keterangan saksi yang merupakan karyawan, Kamis (6/8/2026) korban sekira pukul 03.00 baru pulang dari luar kota. Kemudian, pulang ke ke konternya.

"Setelah itu, para karyawannya pulang ke kosnya masing-masing dan korban saat itu masuk ke dalam konter," sebutnya. 

Kemudian, sambung dia, sekira pukul 14.30, para karyawan datang ke konter dengan maksud untuk bekerja.

Hanya saja, konter masih dalam kondisi tertutup. Karyawan berupaya mengintip di celah-celah konter tersebut.

Saat itu, konter ditemukan dalam keadaan berserakan. Ditemukan pula adanya bercak darah di area konter. 

"Dari kejadian tersebut, selanjutnya saksi yang merupakan karyawan korban ini melaporkan kejadian yang ditemukan tersebut ke Polsek Ambarawa," katanya. 

Candra lantas ditemukan meninggal di dalam mobil Honda Jazz miliknya yang terparkir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Kamis (6/8/2026) sore. 

Baca juga: Bos Konter Ambarawa Ditemukan Tewas di Mobil, Sosoknya Dikenal Gemar Berbagi

Sosok Candra

Kabar duka menyelimuti keluarga Candra Waskito (25), pemilik Konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Candra ditemukan meninggal di dalam mobil Honda Jazz miliknya yang terparkir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Kamis (6/8/2026) sore.

Di balik kasus yang kini tengah diselidiki polisi tersebut, Candra dikenal warga sebagai sosok yang ramah, sopan, murah senyum, dan gemar berbagi kepada sesama.

Bahkan, ketika usahanya memperoleh keuntungan lebih, Candra disebut rutin menyisihkan sebagian rezekinya untuk bersedekah kepada lansia dan anak-anak.

Setiap Jumat, dia juga kerap membagikan takjil.

Sekretaris Desa Wirogomo, Slamet Sunar mengatakan, Candra merupakan warga asli Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

"Mas Candra asli warga sini. Dia setiap kerja pulangnya dua hari sekali."

"Kadang nginep di konter, kadang nginep di rumah sendiri (di Ambarawa). Beli rumah di situ, baru direhab," jelas Sunar.

Pihak desa, kata Sunar, mengetahui kabar meninggalnya Candra melalui media sosial.

Jenazah Candra kemudian dimakamkan di TPU Lemahabang, Dusun Seseh, Desa Wirogomo, Jumat (7/8/2026) pagi.

Konter Berantakan

Sebelum Candra ditemukan meninggal, kondisi Konter Royal Phone di Pojoksari, Ambarawa, diketahui sudah dalam keadaan berantakan.

Polisi menduga tempat usaha tersebut menjadi sasaran tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti mengatakan, peristiwa itu diketahui setelah dua karyawan konter, M Danu (21) dan M Fahmi (19), pulang dari Salatiga sekira pukul 02.30.

Keduanya bermaksud kembali ke konter. Namun saat mengetuk pintu, tidak ada respons dari dalam.

Karena tidak mendapat jawaban, keduanya akhirnya memutuskan pulang ke rumah masing-masing.

Sekira pukul 14.00, Danu kembali ke konter untuk bekerja. Namun, pintu masuk masih dalam keadaan tertutup.

Karena curiga, dia mengintip ke dalam melalui celah pintu dan melihat kondisi ruangan sudah berantakan.

Danu kemudian mendobrak pintu belakang untuk memastikan kondisi di dalam sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Ambarawa.

"Peristiwa bermula ketika dua karyawan konter M Danu (21) dan M Fahmi (19) pulang dari Salatiga sekira pukul 02.30 dan bermaksud kembali ke konter."

"Saat itu, mereka sempat mengetuk pintu, namun tidak ada respons dari dalam sehingga keduanya memutuskan pulang ke rumah masing-masing," terang AKP Ririh.

Nilai kerugian akibat kejadian tersebut hingga kini masih didata dan diinventarisasi bersama penyidik. (Eka Yulianti Fajlin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.