TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga kristen Sabtu 8 Agustus 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Yeremia 31:13-14.
Tema perenungan adalah Kabung Diubah Allah Jadi Kegirangan.
Khotbah:
Penderitaan berkepanjangan dan nyaris tak habis-habisnya dialami bangsa Yehuda dan Israel.
Mulai dari pembumihangusan negeri mereka, kemudian secara paksa diseret dan diangkut ke pembuangan, hingga sengsara di negeri asing.
Itulah penderitaan umat Tuhan akibat dosa mereka yang banyak, berat dan berulang-ulang dilakukan.
Ketika diangkut ke pembuangan, mereka tidak naik pesawat, kereta, mobil atau kapal.
Mobil truk, kereta kuda, roda sapi pun tidak. Juga meski waktu itu ada unta, mereka tidak naik unta.
Berjalan kaki dalam pengawalan, penganiayaan, mereka harus lakukan menuju Utara negeri orang Kasdim, yakni Babel.
Panjang perjalanan mereka, bukan hanya melelahkan, tapi sangat menyiksa.
Sebab selain jauh, mereka berjalan dalam tekanan dan pengawasan para penawan.
Begitu tiba, tentu mereka tidaklah beristirahat atau menikmati sajian maupun sambutan selamat datang.
Tetapi, kapasitas mereka adalah tawanan, orang buangan yang dapat diperlakukan dengan cara apapun, sesuka pemilik negeri yakni orang Kasdim.
Pergerakan mereka terbatas.
Mereka harus membanting tulang, bekerja dalam tekanan dan penderitaan. Sudah tentu tidak ada kebebasan melakukan sesuatu, apalagi melawan penguasa.
Jangankan penguasa, melawan penduduk asli Babel (Kasdim) pun mereka tidak mampu.
Mereka tak berdaya. Sangat menderita.
Dalam keadaan sekarat itulah mereka baru mengingat Sang Khalik, Allah mereka yang hidup, yang maha kasih dan telah memanjakan mereka dengan kasih sayang yang tak terbatas, namun dikhianati mereka sendiri.
Tetapi, Allah tetaplah mah kasih, penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Meski mereka telah berlaku jahat, tetapi mereka menyadari kesalahannya dan bertobat serta berbalik setia, Dia mengampuni, mengulurkan tangan menyelamatkan mereka dengan kasih-Nya yang sempurna.
Dia tetap setia di tengah-tengah ketidaksetiaan umat-Nya.
Dia membawa pulang umat milik kepunyaan-Nya.
Dukacita yang dalam, dirubah-Nya menjadi sukacita besar. Tangisan dan air matau berubah menjadi nyanyian dan tari-tarian.
Sorak sorai terdengar. Semua kalangan, orang tua, orang muda bergembira sepanjang hari. Mereka menikmati penyertaan Allah yang sungguh sempurna.
Perkabungan Tuhan ubah menjadi kegirangan, umat bergenbira ria dan bersukacita penuh, karena Allah menghibur dan memberi kelepasan kepada umat-Nya.
Anak-anak dara, kawula muda, semua anak-anak bersorak- kegirangan, mendengar dan menerima kabar sukacita, kabar baik yang membawa pembebasan dan kebahagiaan kepada umat Israel.
Allah menghibur dan menggembirakan hati mereka melebihi dari apa yang mereka doakan dan harapkan.
Sebab Allah tahu betapa berat penderitaan dan kesusahan mereka.
Mereka merana sepanjang masa, maka Allah menggantikannya dengan kelegaan dan kepuasan.
Hati mereka lega. Jiwa mereka bersukacita dan bersorak-sorai, karena pertolongan Tuhan datang tepat dan indah pada waktunya. Semua karena Tuhan baik.
Bahwasanya kasih setia-Nya tiada berkesudahan bagi seluruh umat yang percaya pada-Nya serta melakukan segala perintah-Nya.
Ya, Allah telah menyatakan kemuliaan dan kegungan-Nya menolong Yehuda. Umat Tuhan menikmati kelimpahan.
Mereka tidak lagi kelaparan tapi kekenyangan dengan kebajikan dan berkat kasih karunia-Nya yang melimpah ruah.
Semua karena Tuhan selalu merancangkan kebaikan kepada umat yang percaya, setia dan taat serta hidup takut akan Tuhan.
Allah berfirman, maka semuanya jadi. Allah bertindak, maka yang mustahil terlaksana.
Itulah Tuhan Allah yang kita sembah dalam Yesus Kristus. Dialah Tuhan dan Juruselamat seluruh umat manusia.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.
Aku akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan, dan umat-Ku akan menjadi kenyang dengan kebajikan-Ku, demikianlah firman TUHAN. (ay 13-14)
Sahabat Kristus, percayalah dan bergantunglah pada Allah dalam Tuhan Yesus. Hanyalah Dia, Tuhan dan Juruselamat dunia. Barang siapa percaya pada-Nya, tidak binasa tapi beroleh hidup yang kekal.
Sebab hanya Dia saja Jalan Lurus menuju keselamatan kekal, di sorga mulia. Di luar Dia tidak ada. Janganlah bersandar pada pengertian dan kekuatan manusia yang semu. Tapi carilah Tuhan maka kita beroleh hidup yang kekal, selamanya dalam kebahagiaan bersama-Nya.
Maka, sebagai anak-anak Allah, marilah kita hidup dalam pertobatan dan tidak lagi melakukan dosa, agar keselamatan menjadi milik kita, hidup kita di bumi terus diberkati-Nya dengan limpah ruah. Karena Dia Allah yang amat sangat baik dalam hidup kita. Terpujilah Tuhan Allah dalam Kristus Yesus, kekal selamanya. Amin.