Kronologi Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Api Diduga Berasal dari Lantai 11, Pemadaman Hingga 4,5 Jam
Shinta Dwi Anggraini August 08, 2026 09:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam. 

Insiden yang menimpa bangunan perkantoran yang juga dihuni Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) tersebut memicu rangkaian upaya penanganan intensif hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari.

Kronologi Kejadian

Peristiwa kebakaran mulai diketahui menjelang akhir pekan ketika aktivitas perkantoran ASN sedang tidak berlangsung akibat jadwal work from home (WFH). 

Laporan resmi mengenai kobaran api diterima oleh pihak pemadam kebakaran pada malam hari.

"Iya betul tadi laporannya sekitar jam 21.30," kata Petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Agus saat dikonfirmasi, dikutip dalam Tribunnews.com, Sabtu (8/8/2026).

Pada tahap awal penanganan, armada pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan lokalisasi titik api yang terdeteksi berada di bagian atas bangunan.

"Ada 20 unit meluncur ke lokasi" ujarnya.

Petugas di lapangan mengonfirmasi bahwa sumber api terdeteksi dari lantai atas gedung, meski posisi pastinya masih dalam verifikasi awal.

"Belum pasti asal atau sumber apinya, namun laporan dari lantai atas," tambahnya.

KEBAKARAN GEDUNG JAKARTA II
GEDUNG TEMPAT KEJADIAN -- Kebakaran melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026) malam. (HO/IST)

Pemadaman dan Perambatan Kobaran

Upaya pemadaman sempat menunjukkan perkembangan positif ketika kobaran utama berhasil diredam, situasi kembali dinamis akibat material api yang membakar struktur bagian teratas gedung.

Api sempat berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB setelah kebakaran terjadi. 

Namun, api kembali terlihat dari lantai paling atas gedung berlantai 12 ini, di mana puing-puing bara api juga terlihat berjatuhan ke bawah. 

Dua jam setelah musibah terjadi, penanganan masih berlangsung ketat karena api belum sepenuhnya padam.

Proses pemadaman menghadapi kendala teknis akibat tingginya posisi titik api yang membakar area lantai 11 hingga lantai 16. 

Petugas menerapkan taktik pembatasan area agar kebakaran tidak meluas ke area bawah.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara menyampaikan perkembangan mengenai durasi dan strategi penanganan di lokasi.

Bayu menegaskan bahwa penahanan perambatan dilakukan secara terukur oleh tim di dalam gedung.

"Memang tadi agak lama karena anggota kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan. Jadi kebakaran terjadi dari lantai 11 sampai dengan lantai 16, sementara itu," ucap Bayu.

Evakuasi Pekerja Terjebak dan Pengusutan Kepolisian

Di tengah proses pemadaman yang berlangsung hingga Sabtu dini hari, tim gabungan dari Dinas Gulkarmat, BPBD, dan PMI mendapati keberadaan seorang pekerja yang terjebak asap tebal di area atas bangunan. 

Sekitar pukul 01.35 WIB, korban berhasil dievakuasi dari lantai 15 dalam kondisi selamat.

"Alhamdulillah tadi kami berhasil mengevakuasi satu orang pekerja sepertinya, itu dari lantai 15. Tadi saya cek juga di saturasinya sepertinya aman, mudah-mudahan tidak ada apa-apa," ujar Bayu di lokasi kejadian.

Korban segera mendapatkan pertolongan pertama menggunakan tabung oksigen sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Bersamaan dengan penyelesaian proses pemadaman, Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat memulai penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi langsung dilakukan di tempat kejadian.

"Tentu kurang lebih saat ini baik dari interview langsung di lapangan sejumlah 10 orang," kata Reynold.

Saksi-saksi yang dimintai keterangan mencakup warga di sekitar lokasi, pegawai, serta pekerja yang berada di dalam gedung saat insiden pecah.

Informasi awal mengarah pada dugaan aktivitas perbaikan fisik di lantai 11 sebagai lokasi awal munculnya api.

"Kami masih akan memastikan. Tadi ada yang menyampaikan berawal dari lantai 11, di mana di lantai 11 itu sedang melakukan renovasi. Kami masih melakukan pendalaman, baik narasumber ataupun sumber informasi yang menyampaikan," kata Reynold.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri akan dilaksanakan begitu seluruh area gedung dinyatakan aman dan proses pendinginan usai sepenuhnya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.