TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Ruang bawah tanah atau bunker yang ada di sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ternyata sudah diperiksa polisi.
Bunker itu berlokasi di dalam ruangan eks Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD yang sebelumnya ditemukan ratusan senjata.
Kuasa hukum yayasan sekolah, Hermawanto, mengatakan bahwa polisi sudah mengecek bunker tersebut pada Rabu (5/8/2026).
"Berkaitan informasi bunker, bunker itu rupanya kemarin sudah sempat dimasuki oleh aparat kepolisian," kata Hermawanto, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Hermawanto, polisi tidak menemukan senjata atau benda berbahaya apapun di bunker tersebut.
"Jadi, bunker itu sudah dimasuki dan sudah dipastikan bahwa itu tidak ada barang apa-apa lagi oleh pihak kepolisian," ujar dia.
Ia pun meminta kepolisian melakukan sterilisasi dengan mencopot garis polisi yang masih terpasang di depan ruangan tempat penemuan senjata.
"Yang kami sekarang butuhkan adalah satu sterilisasi oleh kepolisian. Kami sudah komunikasi dengan Polres Metro Jakarta Selatan untuk memastikan bahwa pada beberapa hari ke depan harus ada sterilisasi terkait dengan ruangan yang masih di di-police line," ucap Hermawanto.
Adapun ratusan senjata yang ditemukan teridentifikasi milik seorang pria berinisial DS.
"Saat pendalaman satu pucuk diduga senjata api, ini setelah didalami kepemilikan atas nama saudara DS," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran polisi, DS diketahui sudah meninggal dunia pada 2020 lalu. Polisi pun masih mendalami alasan ratusan senjata itu disimpan di sekolah.
"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak, menemukan bahwa saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ujar Kabid Humas.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada hari yang sama saat senjata itu ditemukan.
"Bahwa benar pada hari Jumat tanggal 10 Juli 2026, Piket Reskrim bersama Unit Identifikasi Polres Jakarta Selatan telah melakukan olah TKP terkait dugaan temuan senjata dimaksud," kata Joko, Jumat (7/8/2026).
Joko mengungkapkan, ratusan senjata yang ditemukan terdiri 776 revolver airsoft gun, 215 pistol airsoft gun, dan empat senapan angin.
Selain itu, ada satu senjata api merek Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA, empat senjata laras panjang, serta tiga pucuk airsoft gun jenis FN90, AK-47 dan M4 Carbine.
Joko menjelaskan, senpi dan empat senjata laras panjang telah diamankan di Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Sedangkan, ratusan senjata airsoft gun dititipkan di Wasendak Polda Metro Jaya.
"Terkait dengan temuan itu, barang-barang tersebut senjata api diamankan Unit Reskrim, berikut empat laras senjata panjang diamankan di Unit Reskrim. Kemudian airsoft gun-nya dititipkan di Wasendak Polda Metro Jaya," ujar Kasi Humas.
Di sisi lain, Joko juga membenarkan temuan narkoba jenis ganja dan sabu di ruangan lain di sekolah tersebut.
"Betul, selain barang-barang itu pada tanggal 5 Agustus kemarin ditemukan juga dua linting diduga narkotika jenis ganja dan juga ada satu paket diduga sabu yang saat ini barangnya ditindaklanjuti di Satnarkoba Polres Jakarta Selatan," ungkap Joko.