DPR Desak BGN Benahi, Ditemukan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG: Ada yang Butuh tapi Tak Tersentuh
ninda iswara August 08, 2026 12:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Zainul Munasichin, menyoroti temuan sekitar 6 juta data ganda penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengambil langkah untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Menurut Zainul, adanya jutaan data ganda mengindikasikan masih terdapat kendala dalam sinkronisasi data antarlembaga.

Kondisi itu dikhawatirkan dapat memengaruhi ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program MBG.

Karena itu, pembaruan data dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan penerima manfaat tercatat secara akurat.

"Kami meminta BGN segera melakukan pemutakhiran dan verifikasi data secara menyeluruh agar tidak ada lagi penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali," ujar Zainul kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).

Selain pemutakhiran, Zainul juga mendorong adanya proses penyisiran terhadap seluruh basis data penerima program.

Baca juga: Curhat Kontraktor Dapur MBG, Terpaksa Utang ke Rentenir, Tak Berharap Untung, Hanya Ingin BGN Bayar

Menurutnya, verifikasi perlu dilakukan secara menyeluruh agar setiap data penerima benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Langkah tersebut sekaligus diperlukan untuk menghindari potensi tumpang tindih penerima manfaat dalam penyaluran MBG.

Zainul menilai ketepatan data memiliki peran penting dalam memastikan anggaran pemerintah digunakan secara efektif.

Anggaran yang telah disiapkan, kata dia, harus benar-benar diarahkan kepada anak-anak yang menjadi sasaran program.

Ia tidak ingin persoalan administrasi dan data justru membuat kelompok yang seharusnya menerima manfaat terlewatkan.

"Jangan sampai masih ada anak yang membutuhkan program MBG ini tapi malah belum tersentuh program ini sama sekali," kata dia.

Karena itu, proses validasi data diharapkan dapat segera dilakukan agar penyaluran MBG semakin tepat sasaran.

Dengan data yang lebih akurat, program MBG diharapkan mampu menjangkau penerima yang benar-benar membutuhkan manfaatnya.

Pembenahan Data Penerima MBG

Zainul menilai persoalan data penerima manfaat tidak semata-mata berkaitan dengan administrasi.

Menurutnya, akurasi data menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan efektif dan merata.

Terlebih, masih terdapat anak-anak di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang menghadapi persoalan akses terhadap pangan bergizi.

Di sejumlah daerah tersebut, persoalan kerawanan pangan, keterbatasan akses makanan bergizi, kondisi ekonomi keluarga, hingga masalah stunting masih menjadi tantangan.

Karena itu, Zainul menilai pembenahan data penerima MBG seharusnya sekaligus menjadi momentum untuk memperluas cakupan program ke kelompok yang selama ini belum tersentuh.

"Dengan menutup celah data ganda, pemerintah memiliki ruang untuk memperluas cakupan penerima manfaat sehingga semakin banyak anak, khususnya di daerah 3T, dapat menikmati Program MBG," katanya.

Menurutnya, keberhasilan MBG tidak cukup hanya diukur dari besarnya anggaran maupun jumlah makanan yang telah disalurkan.

"Program unggulan Presiden Prabowo ini harus benar-benar mampu menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan. Perbaikan data bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah penting untuk memastikan keadilan, efektivitas, dan pemerataan manfaat program di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono mengungkap adanya persoalan data ganda dalam penerima manfaat MBG.

Baca juga: BGN Gerak Cepat, Pecat 66 Kepala SPPG yang Terlibat Judol & Pungli, Sekolah Elit Tak Lagi Dapat MBG

POLEMIK PROGRAM MBG - Temuan 6 juta data ganda penerima MBG, DPR desak BGN benahi
POLEMIK PROGRAM MBG - Temuan 6 juta data ganda penerima MBG, DPR desak BGN benahi (Istimewa/SPPG MURAHARJO BLORA)

Data tersebut ditemukan pada siswa SMP/MTs yang tercatat sebagai penerima manfaat di dua basis data kementerian berbeda, yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Temuan tersebut menunjukkan masih perlunya integrasi dan sinkronisasi data antarkementerian dalam pelaksanaan MBG.

Pembenahan basis data menjadi penting agar satu penerima tidak tercatat lebih dari sekali sekaligus memastikan kelompok sasaran yang belum menerima manfaat dapat masuk dalam cakupan program.

Dengan demikian, persoalan data ganda tidak hanya menyangkut efisiensi penyaluran, tetapi juga berkaitan dengan pemerataan manfaat program di berbagai wilayah Indonesia.

Program MBG merupakan program unggulan nasional yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan makanan sehat secara gratis guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka stunting di Indonesia.

Tujuan utamanya untuk memenuhi asupan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.

Pemerintah mencatat adanya temuan sekitar 6 juta data ganda penerima manfaat akibat siswa terdaftar di sekolah formal dan pesantren secara bersamaan.

(TribunTrends/Tribunnews/Reza Deni)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.