Liputan6.com, Jakarta - Garudayaksa FC menjadi salah satu klub promosi di Super League 2026/2027. Mereka terus gencar mencari talenta baru sepak bola. Terbaru, Garudayaksa terlibat dalam Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026.
Talenta-talenta potensial yang ditemukan melalui proses scouting di Regional Batam maupun International Series diharapkan memperoleh kesempatan mengikuti seleksi, development camp, hingga pembinaan lanjutan di Akademi Garudayaksa FC.
“Ukuran keberhasilan bukan lagi hanya berapa banyak tim yang bertanding atau siapa yang membawa pulang piala, tetapi berapa banyak anak yang setelah turnamen mendapatkan kesempatan naik ke jenjang pembinaan berikutnya,” kata Fary Djemy Francis selaku Wakil Ketua Dewan Pembina Garudayaksa FC.
Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 tak sekadar menjadi ajang kompetisi sepak bola usia dini. Turnamen yang digelar di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, pada 7-9 Agustus 2026 itu dirancang menjadi pintu masuk pembinaan talenta muda menuju level nasional hingga internasional.
Sebanyak 48 tim dari kategori U-8, U-10, dan U-12 ambil bagian dalam turnamen tersebut. Kompetisi ini menjadi tahap awal untuk menemukan sekaligus memetakan potensi pemain muda melalui pengalaman bertanding sejak usia dini.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan sepak bola yang berjenjang dan berkelanjutan.
"Sepak bola tidak hanya membentuk kemampuan atletik, tetapi juga menanamkan disiplin, kerja sama, sportivitas, tanggung jawab, dan kepemimpinan sejak usia dini," ujar Amsakar Achmad dalam rilis resminya.
Fary Djemy Francis yang juga Deputi Bidang Investasi BP Batam sekaligus Pembina Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, menegaskan ajang tersebut memiliki visi lebih panjang dibanding sekadar mencari juara.
Fary mengatakan, turnamen hanya berlangsung beberapa hari, sedangkan proses pembinaan seorang pemain membutuhkan waktu bertahun-tahun.
"Turnamen selesai dalam beberapa hari, tetapi pembinaan harus berjalan bertahun-tahun. Kita ingin setiap anak yang memiliki talenta mendapatkan jalan yang jelas untuk berkembang dari lapangan Batam menuju level nasional bahkan internasional," ujar Fary.
Karena itu, pembinaan akan dilanjutkan melalui Batam Prime International Football Series. Ajang tersebut nantinya mempertemukan juara dan tim terbaik dari Regional Batam dengan akademi-akademi sepak bola terbaik di Indonesia serta akademi dari negara tetangga, khususnya Singapura dan Malaysia.
International Series tidak hanya ditujukan sebagai kompetisi. Ajang ini juga diproyeksikan menjadi talent showcase, sehingga pemain muda memiliki kesempatan menguji kemampuan di level yang lebih tinggi sekaligus membuka akses ke jaringan pelatih, akademi, dan sistem pembinaan sepak bola yang lebih luas.

Letak Batam yang strategis di antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia juga menjadi modal penting untuk mengembangkan kota tersebut sebagai regional youth football hub.
Batam Prime International Football Series berpeluang dikembangkan menjadi agenda rutin yang mempertemukan pemain serta akademi sepak bola terbaik Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara.
Konsep tersebut juga dinilai memberikan dampak yang lebih luas bagi Batam. Kehadiran pemain, pelatih, keluarga, dan komunitas sepak bola dari berbagai daerah maupun negara berpotensi menggerakkan sektor hotel, transportasi, kuliner, UMKM, hingga destinasi wisata.
Dengan demikian, sepak bola tidak hanya menjadi sarana pembinaan sumber daya manusia, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan sport tourism dan penggerak ekonomi daerah.
"Kita tidak hanya mencari siapa yang menjadi juara hari ini. Kita sedang mencari siapa yang suatu hari nanti bisa menjadi bintang dan mengenakan Merah Putih. Perjalanannya bisa dimulai dari Batam," tutup Fary Djemy.