Niat Menolong, Sopir Truk 60 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Baung OKI, Kernetnya Belum Ditemukan
Shinta Dwi Anggraini August 08, 2026 01:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Sukadi (60), seorang sopir truk tewas tenggelam usai berusaha menyelamatkan kernetnya yang terseret arus Sungai Baung, Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Jasad Sukadi ditemukan tim pencari pada Sabtu (8/8/2026) pagi.

Sementara sang kernet, Danang (17), yang awalnya hendak ia tolong, kini masih hilang ditelan arus dan dalam proses pencarian intensif tim SAR gabungan.

Tragedi memilukan ini berawal pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Tugboat (TB) Zavina 01 tengah menarik tongkang bermuatan sejumlah mobil dari PT OKI Pulp and Paper menuju Kota Palembang.

Di tengah perjalanan, tepatnya saat melintas di wilayah perairan area Labuh Bukit Batu, Danang bermaksud mengambil air dari sungai.

Pemuda berusia 17 tahun itu berjalan membawa ember, melewati celah-celah kendaraan yang terparkir rapat di atas tongkang yang sedang melaju.

Nahas, diduga akibat permukaan licin atau kehilangan keseimbangan, Danang terpeleset. Tubuhnya terjerembap jatuh ke sungai dan terbawa arus deras.

Melihat rekan kerjanya jatuh dan berjuang di tengah arus, Sukadi tidak tinggal diam.

Sopir truk berusia 60 tahun itu dengan spontan berusaha memberikan pertolongan kepada Danang.

Namun, derasnya aliran Sungai Baung rupanya tak mampu dilawan oleh Sukadi.

Alih-alih dapat menarik sang kernet ke tempat aman, Sukadi justru ikut terseret arus sungai dan tenggelam di depan mata saksi-saksi di lokasi kejadian.

Basarnas Kantor SAR Palembang yang menerima laporan kejadian pukul 17.00 WIB segera menerjunkan personelnya. Malam itu juga, tim bergerak menuju lokasi melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran visual di atas permukaan air mencakup area seluas 7 nautical mile persegi (NM⊃2;). Tim SAR gabungan mengerahkan armada Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Kantor SAR Palembang dan speedboat milik Polair.

Upaya keras tim gabungan membuahkan hasil pada keesokan harinya. Pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, jasad Sukadi berhasil ditemukan.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi mengapung di tengah sungai. Titik penemuan berjarak 2 kilometer dari lokasi awal korban diduga tenggelam," jelas tim di lapangan.

Mendapati hal tersebut, jasad Sukadi langsung dievakuasi tim SAR gabungan dan dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna proses lebih lanjut sebelum diserahkan pihak keluarga.

"Hingga kini tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu, memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Baung dan titik-titik yang dianggap berpotensi," sambungnya.

Ditambahkan Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin menegaskan komitmen timnya untuk tidak menyerah hingga korban kedua ditemukan. Operasi ini melibatkan sinergi dari Basarnas, TNI AL, Polair, serta warga masyarakat sekitar.

"Kami akan terus berupaya secara maksimal menemukan satu korban yang masih dalam pencarian,"

"Kami juga mengimbau seluruh warga yang berada di sekitar perairan agar selalu mengutamakan keselamatan dan berhati-hati saat melakukan aktivitas di sungai maupun perairan lainnya," tegas Raymond.

 

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.