TRIBUNPRIANGAN.COM – Tepatnya nanti di tanggal 12 Agustus 2026, akan terjadi salah satu fenomena astronomi paling dinantikan, yaitu Gerhana Matahari Total
Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga cahaya Matahari tertutup sepenuhnya di jalur totalitas, mengubah siang hari menjadi gelap selama beberapa menit.
Jalur gerhana total akan melintasi Greenland, Islandia, Spanyol, serta sebagian wilayah Atlantik Utara, sementara sejumlah negara di Eropa, Afrika Utara, dan Amerika Utara hanya dapat menyaksikan gerhana sebagian.
Namun, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total ini karena wilayah Indonesia berada di luar jalur bayangan Bulan.
Baca juga: Fenomena Gerhana Matahari Total, Wilayah Mana Saja yang Bisa Merasakan?
Meski begitu, salat gerhana matahari (kusufus syamsi) harus tetap dikerjakan oleh umat muslim sebanyak dua rakaat.
Uniknya, setiap rakaat berisi dua kali berdiri, dua bacaan Al-Fatihah, dua kali rukuk, dan dua kali sujud.
Pelaksanaannya dianjurkan berjamaah tanpa azan atau ikamah, cukup menyerukan "ash-shalatu jami'ah", lalu ditutup khotbah. Panduan lengkap dapat dipelajari melalui panduan Kementerian Agama.
Baca juga: Jadwal Gerhana Matahari Total Tanggal 12 Agustus 2026, Ada yang Sebagian
Seputar Salat Gerhana
Baca juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Daftar Negara yang Mengalami Gerhana Total dan Sebagian
Niat Salat Gerhana Matahari
Untuk imam
أُصَلِّي سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī sunnatan likusūfis-syamsi imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya berniat salat sunnah gerhana matahari sebagai imam karena Allah Ta'ala.”
Baca juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Masyarakat Indonesia Kebagian Menyaksikan atau Tidak?
Untuk makmum
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī sunnatan likusūfis-syamsi ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya berniat salat sunnah gerhana matahari sebagai makmum karena Allah Ta'ala.”
Baca juga: Peristiwa Alam yang Langka di Bulan September, Ada Gerhana Matahari di Tanggal 21
Tata Cara Salat Gerhana Matahari
Rakaat pertama
1. Niat
Berniat salat sunnah gerhana matahari.
2. Takbiratul ihram
Mengucapkan:
اللهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar.
3. Membaca doa iftitah, kemudian membaca Al-Fatihah dan surah Al-Qur'an yang panjang.
4. Rukuk pertama
Rukuk dilakukan lebih panjang daripada rukuk biasa.
5. Bangkit dari rukuk (i'tidal).
6. Berdiri kembali
Setelah i'tidal, tidak langsung sujud. Imam kembali membaca Al-Fatihah, kemudian surah Al-Qur'an. Bacaan kedua ini lebih pendek daripada bacaan pertama.
7. Rukuk kedua
Rukuk kedua dilakukan lebih singkat daripada rukuk pertama.
8. I'tidal.
9. Sujud pertama.
10. Duduk di antara dua sujud.
11. Sujud kedua.
Kemudian berdiri untuk rakaat kedua.
Baca juga: Peristiwa Alam yang Langka di Bulan September, Ada Gerhana Matahari di Tanggal 21
Rakaat kedua
Caranya sama seperti rakaat pertama:
1. Membaca Al-Fatihah dan surah.
2. Rukuk pertama.
3. I'tidal.
4. Membaca Al-Fatihah dan surah kembali.
5. Rukuk kedua.
6. I'tidal.
7. Sujud pertama.
8. Duduk di antara dua sujud.
9. Sujud kedua.
10. Tasyahud akhir.
11. Salam.
Pada rakaat kedua, bacaan dan rukuk juga dilakukan lebih singkat dibandingkan rakaat pertama
Baca juga: Setelah Gerhana Bulan, Akan Menyusul Gerhana Matahari Parsial, Catat Ini Lokasi yang Bisa Saksikan
Setelah Salat
Setelah salat, dianjurkan memperbanyak:
Dalam pelaksanaan berjamaah, setelah salat juga disunnahkan adanya khutbah/nasihat yang mengajak jamaah memperbanyak doa, zikir, istighfar, dan amal saleh. (*)