Laporan Wartawan TribunJatim.com, Lu'lu'ul Isnainiyah
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - 236 keluarga di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, menerima bantuan tanaman hortikultura.
Bantuan ini merupakan bagian program pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan keluarga.
Baca juga: Meriahkan Bulan Kemerdekaan, Lomba Layang-layang Hadir di Kota Malang, Perebutkan Hadiah Rp15 Juta
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Putukrejo, Abdul Wahid Jamil, mengatakan jika program ini merupakan inisiatif dari pemerintah desa.
Yakni dengan memanfaatkan pekarangan warga sebagai upaya dalam menciptakan ketahanan pangan.
"Di tahap awal ini kami salurkan kepada KPM yang selama ini menerima bantuan sosial dari pemerintah. Secara tidak langsung mereka punya ikatan yang lebih besar dengan kita. Akhirnya kita fokus ke penerima manfaat," kata Wahid, Jumat (7/8/2026).
Sebanyak 6.000 bibit cabai, tomat, dan terong dibagikan ke pada 236 keluarga.
Setiap keluarga akan menerima bantuan bibit sebanyak 30 buah.
Menurutnya, penerima manfaat dipilih sebagai percontohan agar gerakan ini dapat berkembang dan diikuti oleh masyarakat luas.
Sementara untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, pemerintah desa bersama pendamping PKH telah menyiapkan sistem pendampingan secara berkala.
"Kami akan melakukan monitoring setiap dua minggu untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik sekaligus membawa pupuk bagi warga," jelasnya.
Tak hanya itu, di setiap pertemuan kelompok dengan penerima manfaat, pendamping akan memberikan edukasi mengenai cara merawat tanaman.
Jika ada tanaman yang mati, wajib diganti sehingga jumlah tanaman tetap terjaga.
Hasil panen nantinya selain tidak hanya dikomsumsi sendiri, melainkan akan dijual untuk menambah nilai ekonomi.
Pemerintah desa telah menjalin kerja sama dengan warung kelontong dan pedagang sayur keliling (mlijo) sebagai mitra pemasaran apabila hasil panen melebihi kebutuhan rumah tangga.
Terpisah, Bupati Malang, Sanusi, mengapresiasi Pemerintah Desa Putukrejo yang telah menggagas program tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kemandirian pangan masyarakat.
"Pekarangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi sumber pangan keluarga melalui budidaya sayuran, buah-buahan, tanaman obat keluarga, peternakan skala rumah tangga, maupun budidaya ikan," imbuhnya.
Gerakan tersebur tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan dan kualitas gizi keluarga, melainkan berpotensi menambah pendapatan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Sanusi menginstruksikan agar gerakan pemanfaatan pekarangan tidak berhenti di Desa Putukrejo, melainkan bisa menjadi percontohan di desa-desa lain.
Rencananya, Pemerintah Kecamatan Gondanglegi akan memperluas implementasi ke desa lainnya.