Pemuda Gondrong Desa Dagan Lamongan Lawan Stigma, Bangun 6 Gapura dan Tanam Pohon
Titis Jati Permata August 08, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id, LAMONGAN – Rambut gondrong dan penampilan nyentrik tak menjadi penghalang bagi pemuda Desa Dagan, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, untuk menunjukkan kepedulian terhadap kampung halaman.

Puluhan pemuda yang tergabung dalam Zombok DK justru memilih merayakan 30 tahun perjalanan komunitas mereka dengan aksi nyata.

Mereka menggelar penghijauan dan bakti sosial di sejumlah titik Desa Dagan, Sabtu (8/8/2026).

Para pemuda turun langsung menanam bibit pohon, membersihkan lingkungan, hingga merawat sejumlah fasilitas desa.

Mereka juga mempercantik area di sekitar gapura desa.

Bukan kali ini saja Zombok DK berkontribusi untuk kampung halaman. Selama ini, para pemuda tersebut telah membangun enam gapura secara mandiri.

Enam Gapura Dibangun dengan Swadaya

Enam gapura tersebut kini menjadi salah satu simbol kebersamaan warga Desa Dagan.

Pembangunannya dilakukan melalui swadaya para pemuda, termasuk mereka yang tengah merantau ke Malaysia maupun sejumlah kota lain di Indonesia.

Baca juga: Polwan Polres Lamongan Beri Pelayanan Humanis Melalui Program Srikandi Care

Ketua Panitia Anniversary ke-30 Zombok DK, Fauzi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kecintaan para pemuda terhadap desa tempat mereka lahir dan tumbuh.

“Kami lahir, tumbuh, dan dibesarkan di Desa Dagan. Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk ikut menjaga dan merawat desa yang kami cintai,” ujar Fauzi kepada SURYA.co.id, Sabtu (8/8/2026).

Menurut dia, enam gapura yang dibangun bukan hanya menjadi bangunan fisik. Lebih dari itu, keberadaannya menjadi simbol persatuan dan gotong royong para pemuda Desa Dagan.

“Gapura yang kami bangun adalah simbol persatuan, sedangkan bakti sosial dan penanaman pohon ini merupakan bukti kontribusi nyata kami,” katanya.

Semangat tersebut juga melibatkan pemuda yang berada di perantauan. Meski jauh dari kampung halaman, mereka tetap ikut memberikan dukungan untuk kegiatan sosial maupun pembangunan di Desa Dagan.

Rambut Gondrong Bukan Ukuran Kepedulian

Di balik aksi sosial tersebut, ada pesan lain yang ingin disampaikan para anggota Zombok DK.

Fauzi mengatakan, kegiatan itu sekaligus menjadi momentum untuk mengikis stigma negatif yang terkadang melekat pada pemuda dengan penampilan nyentrik atau rambut gondrong.

Menurutnya, penampilan fisik tidak semestinya menjadi ukuran untuk menilai kepedulian seseorang terhadap lingkungan maupun kampung halaman.

“Kami berharap masyarakat melihat bahwa inilah wajah pemuda Desa Dagan yang siap menjadi generasi penerus dan terus berkarya,” tegasnya.

Bagi mereka, kontribusi kepada desa tidak harus selalu dilakukan melalui hal-hal besar. Merawat lingkungan, menanam pohon, membersihkan fasilitas umum hingga ikut membangun infrastruktur desa juga menjadi bentuk kepedulian yang bisa dilakukan generasi muda.

Anniversary 30 Tahun Ditutup Pengajian Akbar

Rangkaian peringatan 30 tahun Zombok DK akan dilanjutkan dengan Pengajian Akbar dan Sholawat di Lapangan Sepak Bola Karang Kates, Desa Dagan.

Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah asal Yogyakarta, KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.

Kehadiran penceramah tersebut diharapkan dapat memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus memberikan motivasi keagamaan dan kebangsaan, khususnya kepada generasi muda.

Zombok DK merupakan wadah pemuda Desa Dagan yang telah berjalan selama tiga dekade.

Selama perjalanan tersebut, komunitas ini aktif menggelar berbagai kegiatan sosial, pembangunan fisik desa, seni budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.

Tiga dekade perjalanan Zombok DK pun menjadi bukti bahwa pemuda desa dengan beragam karakter dan latar belakang dapat tetap mengambil peran dalam membangun kampung halaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.