Tribunlampung.co.id, Pekanbaru - Anak histeris menyaksikan ibu tergeletak tidak bernyawa dengan luka bacok setelah seseorang menggedor pintu kamar. Ternyata Rosdiana (55) meninggal dunia karena dibacok mantan suaminya M (64).
Baca juga: Pengakuan Istri Wahyudi, Temukan Suaminya Dibacok Orang di Belakang Rumah
Insiden berdarah ini terjadi pada Jumat (7/8/2026) pagi sekitar 10.00 WIB di Jalan Surya Nomor 1, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru.
Setelah melakukan aksi sadis tersebut, pelaku M diamankan warga sedang duduk di depan rumah korban. Lalu, pelaku yang memiliki sifat temperamental tersebut dijemput oleh pihak kepolisian.
Korban Rosdiana dan pelaku M sempat memiliki hubungan suami istri, namun keduanya sudah berpisah. Namun, pada hari kejadian pelaku menyatroni rumah korban.
Peristiwa berdarah ini pertama kali diketahui oleh anak korban, M Halim Alkhairi (24) dan Putri Kornelia (21). Kedua anak korban terbangun dari tidur karena mendengar pelaku M menggedor pintu kamar mereka disertai teriakan keras.
Saat kedua saksi membuka pintu, pelaku sudah tidak ada di depan kamar. Namun mereka mendapati pintu kamar ibunya sudah dalam keadaan terbuka lebar dengan sebilah parang yang tergeletak di lantai.
Ketika memeriksa ke dalam kamar, saksi histeris melihat korban sudah terbaring tidak bernyawa di lantai dengan kondisi luka bacok parah dan bersimbah darah.
Saksi kemudian langsung menghubungi kerabat mereka, Bambang Santoso (48), untuk meminta pertolongan. Begitu tiba di lokasi kejadian, Bambang melihat pelaku M sedang duduk di depan rumah korban.
Setelah memastikan kondisi korban yang sudah tewas, Bambang bersama warga langsung mengamankan pelaku dan melakukan interogasi singkat.
Pelaku pun mengakui semua perbuatannya telah membacok mantan istri yang sudah diceraikannya sejak tahun 2020 tersebut.
Warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada Ketua RT dan Bhabinkamtibmas, yang diteruskan ke Polsek Binawidya.
Sekitar pukul 10.40 WIB, personel piket fungsi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Binawidya tiba di lokasi untuk mengamankan pelaku, juga tempat kejadian perkara (TKP).
Tim Inafis Polresta Pekanbaru yang tiba sejam kemudian langsung melakukan olah TKP secara intensif hingga pukul 12.10 WIB, dan jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan medis dan visum.
Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Martin Luther, membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut.
"Pelaku beserta barang bukti sebilah parang sudah diamankan di Mapolsek Binawidya untuk proses hukum lebih lanjut," ujarnya.
Pihak kepolisian saat ini masih mendalami motif pasti di balik aksi pembacokan brutal tersebut. Namun disinyalir, pelaku melakukan aksi tersebut terkait permasalahan lama dengan korban.(*)